Mengenal Apa Itu Insecure Atau Perasaan Tidak Aman, Berikut Penyebab dan Tandanya

Menurut kamus Merriam Webster, kata insecure didefinisikan sebagai perasaan diliputi ketakutan dan kecemasan, tidak yakin dan percaya diri, tidak terlalu stabil atau bisa diatur dengan baik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai apa itu insecure secara lebih lengkap.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Mengenal Apa Itu Insecure Atau Perasaan Tidak Aman, Berikut Penyebab dan Tandanya
Ilustrasi cemas. ©Shutterstock/Anita Patterson Peppers

Anda pasti sering diliputi oleh keraguan akan kemampuan diri dan kurang percaya diri terlepas dari pencapaian yang sudah diraih. Anda juga sering merasa tidak pantas mendapatkan cinta dan selalu berpikir bahwa pasangan pada akhirnya pasti akan pergi meninggalkan Anda.

Lalu Anda selalu berada di rumah, takut untuk keluar dan bersosialisasi karena Anda merasa tidak akan bisa memberi kontribusi yang signifikan pada lingkungan sosial. Anda merasa gendut, membosankan, tidak menarik, bodoh, dan perasaan-perasaan negatif lainnya.

Tak bisa dipungkiri bahwa perasan-perasaan ini pasti pernah menyerang siapa pun. Melansir dari psychologytoday.com, hal yang melandasi pola berpikir ini bisa jadi adalah trauma masa lalu, masa kecil yang kurang bahagia. Pengalaman akan kegagalan dan penolakan yang dialami, kecemasan sosial, kesepian, perfeksionisme atau karena memiliki orang tua dan pasangan yang kelewat kritis juga bisa jadi penyebab.

Hal ini umum disebut dengan insecure. Menurut kamus Merriam Webster, kata insecure didefinisikan sebagai perasaan diliputi ketakutan dan kecemasan, tidak yakin dan percaya diri, tidak terlalu stabil atau bisa diatur dengan baik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai apa itu insecure secara lebih lengkap.

Mengenal Apa Itu Insecure

Mengutip dari betterhelp.com, definisi modern mengenai apa itu insecure berakar dari bahasa Latin "insecurus" pada abad pertengahan. Istilah tersebut secara kasar diterjemahkan menjadi “renggang.”

Definisi modern dari apa itu insecure memiliki arti yang serupa yaitu;

  • Secara pribadi: kurang percaya diri atau meragukan kemampuan seseorang. Ini melibatkan seseorang yang merasa tidak memadai dalam hal sifat-sifat pribadi seperti penampilan fisik, kecerdasan, atau prestasi.
  • Dalam objek atau situasi: percaya bahwa hal-hal bersifat tidak tetap atau aman. Hal-hal tersebut dapat mencakup hubungan, pekerjaan, dan stabilitas keuangan.

Abraham Maslow, seorang psikolog Amerika terkenal, menggambarkan apa itu insecure dan orang yang merasakannya dengan sedikit berbeda. Baginya, "(Orang yang insecure) menganggap dunia sebagai hutan yang mengancam dan sebagian besar manusia berbahaya serta egois; ia juga merasa ditolak dan terisolasi, cemas dan bermusuhan; umumnya pesimis dan tidak bahagia ... diganggu oleh perasaan bersalah, memiliki satu atau beberapa gangguan harga diri… dan umumnya egosentris."

Maslow mungkin tidak memiliki opini yang cukup baik tentang orang-orang yang berjuang dengan perasaan insecure-nya. Namun, Maslow telah melakukan penggambaran dengan baik.

Yang harus dipahami, tidak semua orang yang memiliki perasaan insecure adalah orang yang buruk atau jahat. Beberapa dari mereka mungkin baru saja memiliki pengalaman negatif yang memengaruhi kepercayaan diri dan harga diri mereka.

Penyebab Insecure

Setelah mengetahui apa itu insecure, selanjutnya Anda perlu mengetahui hal-hal yang menjadi pemicu atau penyebabnya.

Ketika seseorang merasa terancam akan kehilangan karier, hubungan, penerimaan, dan apa pun yang penting baginya, ketakutan itu sering kali menurunkan harga diri dan kepercayaan diri. Berikut beberapa penyebab umum insecure:

  • Temperamen: Kualitas kepribadian bawaan dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap kecenderungan insecure. Ini bisa termasuk introversi vs ekstroversi dan menjadi reaktif vs tenang.
  • Orang tua: Orang tua memainkan peran penting dalam tahun-tahun pembentukan anak. Orang tua yang terlalu kritis dan memiliki harapan terlampau tinggi dapat membuat seorang anak merasa rendah diri atau gagal sejak usia sangat dini. Hal ini tentu dapat menyebabkan masalah di kemudian hari. Selain itu, orang tua yang terlalu protektif dapat mencegah anak-anak melakukan hal-hal yang diperlukan untuk proses pertumbuhan. Ini merampas kesempatan anak-anak untuk tumbuh dari pengalaman dan menjadi lebih percaya diri.
  • Bullying: Gerakan anti-bullying sedang marak digalakkan selama dekade terakhir ini. Hal ini didasarkan pada meningkatnya aktivitas perundungan pada anak-anak usia sekolah. Anak-anak biasanya diolok-olok dan dimusuhi untuk hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan seperti jenis kelamin, ras, penampilan, dan perbedaan etnis dan sering kali merasa tidak berdaya dengan situasi mereka. Ini dapat memicu timbulnya perasaan insecure.
  • Citra tubuh: Sebagian besar media cenderung mengagungkan orang dengan fisik yang cantik, putih dan bugar. Sayangnya, sebagian besar dari kita tidak dapat memenuhi penggambaran yang ditampilkan tersebut. Hingga, sangat mudah bagi seseorang untuk merasa insecure di dunia yang terobsesi dengan kecantikan.
  • Masalah belajar: Mereka yang memiliki ketidakmampuan atau kesulitan belajar di sekolah atau tempat kerja sering merasa rendah diri dengan orang-orang di sekitar mereka yang tampaknya selalu mudah berkembang.
  • Rasa bersalah: Jika ada hal-hal dalam hidup yang lebih suka Anda sembunyikan dari orang lain, rasa insecure karena takut hal itu akan terekspos membuat Anda menjadi rentan dan takut akan penolakan orang lain.
  • Kegagalan hidup: Rasa frustrasi dalam hidup tidak mendukung kepercayaan diri. Perceraian, kehilangan pekerjaan, dan tujuan yang tidak terpenuhi dapat membuat Anda merasa rendah diri terhadap orang-orang sukses di sekitar Anda.
  • Trauma: Pengalaman traumatis dapat dengan cepat menghilangkan rasa aman dalam diri Anda. Mereka yang mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) sering kali takut untuk menghidupkan kembali pengalaman dan perasaan tertekan yang ditimbulkannya. Penarikan diri dan pengucilan ini dapat membuat mereka merasa rendah diri dan kurang terhubung dengan orang lain.
  • Usia tua: Seiring bertambahnya usia, kesehatan, penampilan, dan kemandirian diri sering kali memudar. Mengandalkan orang lain serta melihat bayangan penuaan di cermin bisa membuat orang merasa minder.
  • Ketidakamanan biologis naluriah: Melalui evolusi, otak kita diprogram untuk menangkap tanda-tanda ketidaksetujuan atau kemarahan pada orang lain. 

Bergantung pada ketahanan emosional orang tersebut, satu atau kombinasi dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan kurangnya rasa percaya diri dan perasaan insecure.

Kenali Tanda Perasaan Insecure

Kurang percaya diri adalah suatu perasaan alami dari waktu ke waktu. Terkadang Anda mungkin merasa insecure tanpa menyadarinya.

Dengan mengetahui tanda-tanda umum dari apa itu insecure, diharapkan dapat menentukan dampaknya dalam keberlangsungan hidup Anda. Berikut adalah perilaku umum dari orang insecure:

  • Kesulitan memberi dan menerima pujian. Jika Anda tidak yakin dengan diri sendiri, kata-kata pujian adalah hal sulit Anda terima. Seringkali, mereka yang merasa insecure mengabaikan atau menolak pujian yang ditujukan kepada mereka.
  • Tidak dapat mempertahankan kontak mata. Sulit untuk menatap orang lain bagi mereka yang kurang percaya diri.
  • Permintaan maaf yang berlebihan. Orang yang tidak percaya diri sering kali meminta maaf atas pernyataan atau perilaku mereka karena mereka takut dikoreksi atau ditantang.
  • Kesulitan berbagi informasi pribadi. Mereka yang merasa insecure selalu takut dihakimi atau merasa rentan dengan mengungkapkan terlalu banyak informasi tentang diri mereka.
  • Kesulitan membuat keputusan. Menegaskan pilihan sulit bagi orang yang insecure karena mereka tidak ingin dimintai pertanggungjawaban karena membuat pilihan yang salah.
  • Terlalu banyak alasan. Orang yang tidak yakin dengan dirinya sendiri sering memberikan penjelasan saat tidak ada yang meminta. Seperti membuat keputusan, orang yang tidak percaya diri tidak ingin ditempatkan di garda depan.
  • Ketidakmampuan untuk berkata "tidak". Mereka yang kurang percaya diri sering membiarkan orang lain mendikte hidup mereka.
  • Kesulitan meminta bantuan. Kesulitan dengan penegasan diri mengarah pada antisipasi penolakan atau ketidaksetujuan dari orang lain.
  • Menginginkan sorotan. Tidak hanya orang yang lemah lembut yang menderita karena rasa tidak aman. Beberapa orang mencari pengakuan konstan sebagai cara untuk memvalidasi keberadaan mereka dan menutupi rasa insecure-nya.

Tips Mengelola dan Mengatasi Rasa Insecure

Jika apa itu insecure lantas memengaruhi kebahagiaan dan hubungan Anda, maka Anda perlu mengambil peran aktif dalam mengelolanya. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengatasi rasa insecure dalam segala aspek kehidupan:

  • Ambil langkah mundur dan ciptakan perspektif. Apakah Anda memiliki keyakinan irasional tentang hubungan, karier, atau pencapaian hidup? Apakah Anda merasa perlu segala sesuatu berjalan dengan sempurna? Jika iya, maka Anda perlu sadar bahwa di dunia ini, tidak ada yang sempurna. Terlepas dari apa yang ditampilkan media, apa yang dikatakan orang lain, atau bagaimana Anda memandang dunia, segala sesuatunya pasti memiliki kekurangan. Anda harus menerima siapa diri Anda sebenarnya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Kurangi fokus pada persepsi Anda tentang orang lain.
  • Tantang kepercayaan yang sudah ketinggalan zaman. Rasa insecure bertahan lama bahkan setelah penyebab aslinya sudah tidak relevan lagi. Untuk itu, Anda perlu mengevaluasi ulang secara lebih lanjut dan beranikan diri untuk menantang dan meninggalkannya.
  • Ambil tindakan. Dengan bekerja secara aktif untuk mengubah hal-hal yang membuat Anda insecure, Anda mungkin menemukan sumber kepercayaan diri dan kendali baru. Jika Anda tidak senang dengan penampilan tubuh saat ini, cobalah menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Jika Anda merasa insecure tentang suatu hubungan, bekerjasamalah untuk meningkatkan hubungan tersebut. Mulailah dengan langkah-langkah kecil yang dapat dikelola untuk meningkatkan peluang hidup.
  • Terima yang tidak bisa diubah. Ada beberapa hal dalam hidup yang tidak bisa diubah. Terimalah dan lanjutkan hidup Anda. Ketika Anda menemukan diri berfokus pada hal-hal yang tak bisa diubah ini, tarik napas dalam-dalam dan ingatkan diri untuk menerimanya dengan lapang dada.
  • Jadi lebih baik dalam hal yang Anda sukai. Fokus pada hal-hal yang Anda sukai dan berupayalah untuk memperbaikinya. Jika pikiran Anda terus-menerus melayang dalam pikiran yang insecure, kemungkinan besar Anda meremehkan kekuatan dan bakat alami yang Anda miliki. Tuliskan keterampilan dan kemampuan positif dalam hidup Anda. Lalu, lakukan hal-hal itu daripada terus-menerus memikirkan hal yang tidak bisa Anda lakukan.
  • Lakukan sesuatu yang membuat bahagia. Terlibat dalam aktivitas yang disukai akan membantu Anda keluar dari pikiran insecure.
  • Cari dukungan. Jika rasa insecure melumpuhkan cara Anda menjalani hidup, carilah bantuan dari seorang profesional. Terapi dapat membantu Anda mengidentifikasi keyakinan negatif, menemukan penyebabnya, dan membuat perubahan yang diperlukan.

Anda mungkin merasa insecure, bahwa orang di sekitar mungkin ingin menjatuhkan Anda, bahwa ketidak percayaan diri dapat berdampak negatif pada kehidupan dan hubungan sosial Anda. Tidak peduli posisi yang dimiliki, memahami apa itu insecure dan bagaimana mengelolanya dapat membantu Anda menjalani hidup yang lebih bahagia dan lebih sehat.

Rekomendasi