Bak Adegan Film Action, Ini Kronologi Aksi Kejar-Kejaran Polisi dan Begal di Cakung

Video pengejaran antara polisi dan begal di kawasan Cakung, Jakarta Timur mendadak viral. Hal ini lantaran pengejaran tersebut mirip dengan adegan-adegan di film action. Begal tetap melaju kencang meskipun telah diberi tembakan peringatan oleh pihak kepolisian.

Vinna Wardhani
Oleh Vinna Wardhani - Reporter
Bak Adegan Film Action, Ini Kronologi Aksi Kejar-Kejaran Polisi dan Begal di Cakung
Kejar-kejaran Tim Rajawali. ©2020 Merdeka.com

Video pengejaran polisi dan pelaku begal di kawasan Cakung, Jakarta Timur mendadak viral. Hal ini lantaran pengejaran tersebut mirip dengan adegan-adegan di film action. Begal tetap melaju kencang meskipun telah diberi tembakan peringatan oleh pihak kepolisian.

Dalam video berdurasi sekitar 2 menit yang tersebar luas di media sosial, tampak polisi maupun begal saling melaju dengan kecepatan tinggi. Sesekali pihak kepolisian yang tergabung dalam Tim Rajawali melepaskan tembakan peringatan.

Setelah tembakan peringatan tak dihiraukan, Tim Rajawali akhirnya memutuskan untuk menembak begal tersebut.

Kronologi Kejadian

Kejadian pengejaran bak film action ini terjadi pada Minggu (19/4) dini hari. Tim Rajawali yang diundang pada acara Ini Talkshow menjelaskan kronologi kejadian sebenarnya. Aiptu Maryono mengatakan terdapat laporan dari masyarakat telah terjadi pencurian dengan kekerasan.

"Pada saat kita melakukan pemantauan wilayah, Polres Jakarta Timur, kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi tindak pencurian kekerasan. Biasa kita sebut Curan.. Curas. Jadi dengan cara dia merampas handphone dengan kekerasan mengancam nyawa orang," ucap Aiptu Maryono.

Alasan itulah yang kemudian membuat Tim Rajawali bergerak cepat untuk mendatangi TKP.

Menemukan Kelompok Remaja dengan Kendaraan Bermotor

Setelah bergerak menuju TKP, Tim Rajawali menemukan adanya satu kelompok remaja yang menggunakan kendaraan bermotor. Setelah dikejar, ternyata merekalah yang menjadi tersangka pembegalan. Dua orang remaja yang tertangkap oleh Tim Rajawali kedapatan membawa senjata tajam berjenis clurit.

"Hasil tindakan kita, kita kejar kemudian kita dapatkan juga dua orang dengan menggunakan senjata tajam jenis clurit," imbuh Aiptu Maryono.

Aiptu Maryono juga bercerita bahwa begal tersebut sempat melemparkan cluritnya kepada Tim Rajawali. Pada saat terjadi pengejaran, begal tersebut melempar clurit, kemudian Tim Rajawali mengambil tindakan.

Sempat Berpindah Tempat, Ada 15 Motor yang Memepet Korban

Iptu Stevano menambahkan bahwa begal tersebut melibatkan 15 motor untuk memepet korbannya. Setelah begal memepet korbannya dengan clurit, teman-temannya memepet korban. Setelah mereka berpindah tempat, barulah masuk laporan kepada Tim Rajawali.

Sebelum melumpuhkan begal, Tim Rajawali telah memberikan tembakan peringatan bahkan imbauan untuk berhenti namun tidak dihiraukan.

"Kita kejar, kita kejar, kita kasih tembakan peringatan, imbauan bahkan. Teriak-teriak tapi tidak berhenti," imbuh Iptu Stevano.

Pelakunya Berusia Sekitar 17-18 Tahun dan Masuk Geng Motor

"Dari penyidikan yang kami lakukan, kami menemukan bahwa mereka ini tergabung dalam dua geng ya. Yang pertama adalah Geng Original 2862 dari Bekasi. Kemudian yang satunya adalah Geng Swadaya Bersatu," tutur AKBP Hery.

AKBP Hery juga mengatakan bahwa selama ini geng-geng ini memang kerap mencari lawan atau mencari musuh untuk tawuran. Jika mereka tidak menemukan lawan, mereka akan mencari korban untuk dilakukan penjambretan atau kekerasan lain.

Rekomendasi