Museum Song Terus di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang menjadi bagian dari Kawasan Cagar Budaya Gunung Sewu menyimpan jejak-jejak budaya dan perubahan lingkungan prasejarah Indonesia, selama ratusan ribu tahun.
Advertisement
Warisan
Museum ini memamerkan kebudayaan prasejarah yang ada di Kawasan Cagar Budaya
Gunung Sewu, yakni sejak masa pleistosen tengah hingga holosen atau lebih kurang 350.000 tahun lalu atau lebih.
Advertisement
Penghuni Gunung Sewu
Mengutip situs resmi Museum Kemdikbud RI, para penghuni Gunung Sewu merupakan sosok-sosok yang pantang menyerah.
Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan yang diturunkan antargenerasi, melalui pengembangan dan penyesuaian antara teknologi peralatan dan kebudayaan dengan potensi lingkungan yang ada di sekitarnya.
Mengutip Jurnal Online UNJA, Museum Song Terus berada di bawah Direktorat Pelindungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Museum ini merupakan salah satu lembaga kebudayaan di Kabupaten Pacitan yang bertugas membantu pemerintah memberikan pelayanan
informasi mengenai pelindungan dan penyelamatan hasil-hasil budaya masyarakat prasejarah atau kepurbakalaan khususnya di wilayah Kawasan Gunung Sewu.
Advertisement
Koleksi
Ruangan pertama berisi informasi pengenalan lokasi Gunung Sewu. Gunung purbakala ini memanjang mulai dari Kabupaten Gunungkidul (DIY), Kabupaten Wonogiri (Jateng), dan Kabupaten Pacitan (Jatim). Nama museum ini sendiri diambil dari situs Song Terus yang berada di dekat museum.
Berbagai koleksi pra-sejarah seperti kerangka manusia purba, hewan, dan benda yang digunakan ratusan tahun lalu dipamerkan di museum ini. Setiap koleksi dilengkapi keterangan yang bisa jadi sumber pengetahuan para pengunjung.
Advertisement
Potret Terkini
Musem dan situs Song Terus di Pacitan menjadi bagian dari program Indonesian Heritage Agency (IHA).
Mengutip Instagram @prokopim.pacitan, program IHA yang digagas Kemendikbudristek RI merupakan Badan Layanan Umum yang bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan 34 cagar budaya nasional. Badan layanan ini juga memastikan pelestarian dan pemanfaatan optimal warisan budaya Indonesia.
"Baru kali ini saya melihat museum indah megah cantik dan bagus pengelolaannya. Tolong dijaga dan dirawat dengan baik agar menjadi contoh pengelolaan museum-museum lain," ujar Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim, di Museum Song Terus, Kamis (16/5/2024).
Advertisement