Penyebab Kista Ovarium yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Cara Pencegahannya

Selasa, 19 Mei 2020 16:00 Reporter : Edelweis Lararenjana
Penyebab Kista Ovarium yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Cara Pencegahannya ilustrasi menstruasi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kista ovarium adalah tumor jinak yang diduga timbul dari bagian ovum yang normalnya menghilang saat menstruasi. Kista ini tidak diketahui asalnya dan terdiri atas sel-sel embrional yang tidak berdiferensiasi.

Kista ovarium adalah bentuk atau jenis yang paling sering terjadi pada ovarium yang mempunyai struktur dinding yang tipis, mengandung cairan serosa dan sering terjadi selama masa menopause. Kista ovarium fungsional adalah masalah umum wanita usia reproduksi di seluruh dunia. Ketika kista mulai membesar dan terasa menyakitkan, kista mungkin memerlukan tindakan operasi dan terkadang menyebabkan pengangkatan ovarium.

Menurut data dari jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, diperkirakan 78 juta orang di seluruh dunia saat ini menggunakan alat kontrasepsi oral (14% dari pengguna kontrasepsi). Sejak awal kontrasepsi oral dikaitkan dengan penurunan kejadian kista ovarium fungsional, banyak dokter menyimpulkan bahwa pil KB dapat digunakan untuk mengobati kista.

Berikut penjelasan lengkap mengenai kista, mulai dari gejala dan penyebab kista hingga bagaimana cara pencegahannya.

1 dari 7 halaman

Mengenal Tentang Kista

Kista ovarium adalah benjolan yang membesar, seperti balon yang berisi cairan, yang tumbuh di indung telur. Cairan ini bisa berupa air, darah, nanah, atau cairan coklat kental seperti darah menstruasi. Kista banyak terjadi pada wanita usia subur atau usia reproduksi.

Kista ovarium juga merupakan rongga berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium. Kista ini disebut juga kista fungsional karena terbentuk setelah sel telur dilepaskan sewaktu ovulasi. Kista fungsional akan mengerut dan menyusut setelah beberapa waktu (1-3 bulan). Demikian pula yang terjadi bila seseorang perempuan sudah menopause, kista fungsional tidak terbentuk karena menurunnya aktivitas indung telur.

Sebagian besar kista ovarium terbentuk karena perubahan hormonal yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. Penyebab kista sendiri belum diketahui secara pasti, namun secara gari sbesar disebabkan oleh masalah hormon.

2 dari 7 halaman

Klasifikasi Kista Ovarium: Kista Ovarium Neoplastik

Klasifikasi kista ovarium ada dua, yaitu kista ovarium neoplastik dan non neoplastik.

1. Kistoma Ovarii Simpleks

Kista ini mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista jernih dan berwarna kuning. Pada dinding kista tampak lapisan epitel kubik.

2. Kistadenoma Ovarii Musinosum

Tumor musinosum merupakan 15%-25% dari semua neeoplasma ovarium dan menyebabkan 6%-10% kanker ovarium. Tumor ini bisa sangat besar (>70 kg) tetapi rata-rata berdiameter 16-17 cm saat didiagnosis dan terutama ditemukan pada dua kelompok umur (10-30 tahun dan >40 tahun). Biasanya tidak menimbulkan gejala selain rasa penuh akibat adanya massa dalam perut.

3. Kistadenoma Ovarii Serosum

Kista jenis ini tidak mencapai ukuran yang sangat besar dibandingkan dengan kistadenoma musinosum. Permukaan tumor biasanya licin dan berwarna keabu-abuan.  Isi kista cair, kuning, dan kadang-kadang coklat karena campuran darah.

4. Kista Endometrioid

Kista ini biasanya unilateral dengan permukaan licin, pada dinding dalam terdapat satu lapisan sel-sel, yang menyerupai lapisan epitel endometrium.

5. Kista Dermoid

Tidak ada ciri-ciri khas pada kista dermoid. Dinding kista kelihatan putih dan keabu-abuan, dan agak tipis. Pada umumnya terdapat satu daerah pada dinding bagian dalam yang menonjol dan padat. Kista dermoid dapat menjadi torsi tangkai (komplikasi) dengan gejala nyeri mendadak di perut bagian bawah.

3 dari 7 halaman

Klasifikasi Kista Ovarium: Kista Ovarium Non Neoplastik

1. Kista Folikel

Kista ini berasal dari folikel de graaf yang tidak berovulasi, namun tumbuh terus menjadi kista folikel. Kista ini berdiameter 1-1 cm dan bisa menjadi sebesar jeruk nipis. Cairan dalam kista jernih dan sering kali mengandung estrogen, oleh sebab itu kista kadang-kadang dapat menyebabkan gangguan haid. Kista folikel lama kelamaan mengecil dan dapat menghilang.

2. Kista Korpus Luteum

Berukuran >3 cm, kadang-kadang diameter kista ini dapat sebesar 10 cm, rata-rata 4 cm. Kista ini berisi cairan yang berwarna merah coklat. Dinding kista terdiri atas lapisan berwarna kuning. Kista korpus luteum dapat menimbulkan gangguan haid, berupa amonorea diikuti oleh pendarahan yang tidak teratur dan rasa berat di perut bagian bawah. Penanganan kista luteum ialah menunggu sampai kista hilang sendiri.

3. Kista Teka Lutein

Kista teka lutein berisi cairan berwarna kekuning-kuningan.  Gejala yang timbul biasanya rasa penuh atau menekan pada pelpis. Penyebab kista ini ialah akibat pengaruh hormon koriogononadotropin yang berlebihan, dan hilangnya mola atau koriokarsinoma, ovarium yang mengecil secara spontan.

4. Kista Inkusi Germinal

Tumor ini lebih banyak terdapat pada wanita usia lanjut, dan besarnya jarang melebihi diameter 1 cm. Kista ini terletak di bawah permukaan ovarium, dindingnya terdiri atas satu lapisan epitel, berisi cairan jernih.

5. Kista Endometrium

Endometriosis lebih sering ditemukan pada wanita pada umur muda, dan wanita yang tidak mempunyai banyak anak. Gambaran mikroskopik dari endometriosis yaitu pada ovarium tampak kista-kista biru kecil sampai kista besar berisi darah tua menyerupai coklat.

6. Kista Stein Leventhhal

Pada tahun 1955 Stein dan Leventhal menguji segolongan wanita muda dengan gejala-gejala infertilitas, amenorea. Kista ini disebabkan oleh gangguan hormonal.

4 dari 7 halaman

Gejala-gejala Kista Ovarium

1. Gejala Kista Secara Umum

Gejala kista secara umum, antara lain:

  1. Rasa nyeri di rongga panggul disertai rasa gatal.
  2. Rasa nyeri sewaktu bersetubuh atau nyeri rongga panggul kalau tubuh bergerak.
  3. Rasa nyeri saat siklus menstruasi selesai, pendarahan menstruasi tidak seperti biasa. Mungkin perdarahan lebih lama, lebih pendek atau tidak keluar darah menstruasi pada siklus biasa, atau siklus menstruasi tidak teratur.
  4. Perut membesar .

2. Gejala Klinis Kista Ovarium

Ada pun gejala klinis kista ovarium:

  1. Pembesaran. Tumor dengan diameter sekitar 5 cm dianggap belum berbahaya kecuali bila dijumpai pada wanita menopause atau setelah menopause. Besarnya tumor dapat menimbulkan gangguan berkemih dan buang air besar terasa berat di bagian bawah perut, dan teraba tumor di perut.
  2. Gejala gangguan hormonal. Gangguan hormon selalu berhubungan dengan pola menstruasi yang menyebabkan gejala klinis berupa gangguan pola menstruasi dan gejala karena tumor mengeluarkan hormon.
  3. Gejala klinis karena komplikasi tumor. Gejala komplikasi tumor dapat berbentuk infeksi kista ovarium dengan gejala demam, perut sakit, tegang dan nyeri, penderita tampak sakit.
5 dari 7 halaman

Penyebab Kista Ovarium

Penyebab kista ovarium adalah terjadinya gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofisis, atau indung telur itu sendiri dan timbul dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Beberapa faktor penyebab kista ovarium adalah;

  1. Riwayat kista ovarium terdahulu.
  2. Siklus haid tidak teratur.
  3. Menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda).
  4. Penderita hipotiroid.
  5. Penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi.
6 dari 7 halaman

Cara Mencegah Kista Ovarium

Setelah mengetahui apa itu kista, jenis-jenisnya, gejala-gejalanya, dan penyebab kista, penting juga untuk mengetahui bagaimana cara mencegah timbulnya kista pada diri Anda atau orang-orang terdekat. Cara mencegah kista terbagi menjadi dua, yaitu secara primer dan sekunder. Berikut penjelasan lengkapnya;

1. Pencegahan Primer

Pencegahan primer yaitu tindakan pencegahan bila penyakit kista ovarium belum muncul. Upaya pencegahan primer dapat dilakukan dengan memberikan informasi mengenai kista ovarium. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu terjadinya penyakit kista ovarium.

Risiko kista ovarium fungsional meningkat dengan merokok. Selain karena merokok, pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi tinggi lemak, rendah serat, konsumsi zat tambahan pada makanan, konsumsi alkohol dapat juga meningkatkan risiko penderita kista ovarium.

2. Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit kista melalui upaya diagnosa dini serta pengobatan yang tepat. 

Kista nonneoplastik akibat peradangan umumnya dalam anamnesis menunjukkan gejala-gejala ke arah peradangan genital. Kista nonneoplastik umumnya tidak menjadi besar, dan diantaranya pada suatu waktu biasanya menghilang sendiri.

Jika kista ovarium itu bersifat neoplastik, maka perlu pemeriksaan yang cermat dan analisis yang tajam dari gejala - gejala yang ditemukan dapat membantu dalam pembuatan diagnosis diferensial.

7 dari 7 halaman

Pemeriksaan Kista Lebih Lanjut

Untuk mendeteksi dan mengetahui pertumbuhan kista ovarium, dapat dilakukan pemeriksan lanjutan guna penanganan yang lebih tepat. Pemeriksaan dapat dilaksanakan dengan:

  1. Laparoskopi: pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui apakah tumor berasal dari ovarium atau tidak, dan untuk menentukan sifat-sifat tumor itu.
  2. Ultrasonografi: dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor, apakah tumor berasal dari uterus, ovarium, atau kandung kencing, apakah tumor kistik atau solid, dan dapat dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak.
  3. Foto rontgen: pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks.
  4. 4. CA-125: memeriksa kadar protein di dalam darah yang disebut CA-125. Kadar CA-125 juga meningkat pada perempuan subur, meskipun tidak ada proses keganasan. Tahap pemeriksaan CA-125 biasanya dilakukan pada perempuan yang berisiko terjadi proses keganasan, kadar normal CA-125 (0-35 u/ml).
  5. Parasentensis pungsi asites: berguna untuk menentukan sebab asites. Perlu diperhatikan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan kavum peritonei dengan isi kista bila dinding kista tertusuk.
[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini