Penyebab Dehidrasi Akut dan Komplikasinya yang Berbahaya bagi Tubuh
Merdeka.com - Dehidrasi adalah gangguan keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum), membuat tubuh Anda tidak memiliki cukup air dan cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya. Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh.
Dehidrasi mudah menyerang anak-anak dan wanita karena di dalam tubuhnya terdapat banyak lemak yang hanya mengandung 20% air. Pada manula juga sering terjadi dehidrasi karena kadar air dalam tubuh menurun akibat penuaan organ-organ. Selain faktor kondisi tubuh, dehidrasi umumnya lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki banyak aktivitas seperti remaja atau atlet olahraga dengan porsi aktivitas yang besar.
Penyebab dehidrasi akut yang paling umum pada anak-anak adalah diare dan muntah yang parah. Orang dewasa yang lebih tua secara alami memiliki volume air yang lebih rendah di dalam tubuh mereka, dan mungkin memiliki kondisi yang mengharuskannya minum obat yang meningkatkan risiko dehidrasi. Ini berarti bahwa bahkan penyakit ringan, seperti infeksi yang mempengaruhi paru-paru atau kandung kemih, dapat mengakibatkan dehidrasi pada orang dewasa yang lebih tua.
Berikut penjelasan lengkap mengenai dehidrasi, terutama mengenai penyebab dehidrasi akut dan komplikasi yang menyertainya dilansir dari mayoclinic.org.
Klasifikasi Dehidrasi
Gangguan kehilangan cairan tubuh atau dehidrasi biasanya disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh. Berdasarkan penurunan berat badan, dehidrasi terbagi dalam tiga jenis, yaitu:
- Dehidrasi ringan ditandai dengan penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan,
- dehidrasi sedang ditandai dengan penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan, dan
- dehidrasi berat yang ditandai dengan jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persendari berat badan.
Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi dapat pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga meninggal dunia. Perlu dipahami untuk tidak mencoba menurunkan berat badan dengan cara dehidrasi karena tubuh akan mengalami risiko gangguan pada ginjal.
Tanda atau Gejala Dehidrasi
Menurut Wilmore JH. (2007: 216) sepuluh tanda tubuh saat mengalami dehidrasi adalah sebagai berikut:
- Mulut kering dan lidah bengkak adalah sinyal tubuh mengalami dehidrasi. Cara terbaik untuk menghindari dehidrasi adalah minum ketika haus.
- Urine berwarna kuning pekat. Apabila tubuh mengalami dehidrasi, ginjal akan mencoba menghemat air atau menghentikan produksi urine. Akibatnya urine akan berwarna menjadi lebih gelap atau kuning pekat.
- Sembelit (sukar buang air besar). Ketika tubuh cukup air, makanan yang dimakan akan bergerak bebas. Ketika mengalami dehidrasi, usus besar akan menghemat air yang menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Hasilnya adalah sembelit.
- Kulit menjadi kurang elastis. Dokter dapat menggunakan elastisitas kulit untuk mengetes dehidrasi dengan cara mencubitnya. Jika kondisi normal, maka saat mencubit kulit di punggung tangan lalu dilepaskan lagi akan kembali normal. Tapi ketika kulit mengalami dehidrasi, saat dicubit lalu dilepaskan akan lambat normalnya.
- Jantung Berdebar-debar. Jantung membutuhkan tubuh yang sehat dan normal agar berfungsi dengan benar. Jika terjadi penurunan aliran darah dan perubahan kadar elektrolit karena dehidrasi, biasanya jantung akan berdebar-debar.
- Kram otot atau Kejang-kejang. Meski belum diketahui pasti bagaimana dehidrasi mempengaruhi fungsi otot tapi diduga terkait dengan ketidakseimbangan elektrolit. Elektrolit seperti natrium dan kalium adalah ion yang bermuatan listrik yang membuat otot bekerja. Jika mengalami dehidrasi kronis, maka terjadi ketidakseimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan kram otot atau kejang yang terus menerus.
- Pusing. Dehidrasi juga bisa menyebabkan pusing atau pingsan. Salah satu tanda-tanda dehidrasi adalah tubuh merasa melayang ketika buru-buru berdiri dari posisi duduk atau tidur.
- Lelah. Dehidrasi kronis akan membuat volume darah dan tekanan darah ikut turun yang membuat pasokan oksigen ke darah juga turun. Tanpa oksigen yang cukup, otot dan fungsi saraf akan bekerja lambat sehingga orang menjadi lebih mudah lelah.
- Air mata kering. Air mata digunakan untuk membersihkan dan melumasi mata. Jika cairan di tubuh kurang, bisa membuat produksi air mata terhenti.
- Badan selalu merasa kepanasan. Karena keringat sebagian besar terdiri dari air, maka saat mengalami dehidrasi tubuh akan berhenti mengeluarkan keringat yang membuat badan akan merasa kepanasan.
Penyebab Dehidrasi Akut
Terkadang, dehidrasi terjadi karena alasan sederhana yaitu Anda tidak minum air dengan cukup karena sakit atau sibuk, atau karena Anda tidak memiliki akses ke air minum yang aman ketika Anda bepergian, hiking atau berkemah.
Namun, berikut ini penyebab dehidrasi akut yang lain, yaitu;
1. Diare dan muntah.
Penyebab dehidrasi akut pertama adalah diare akut yang parah, yaitu diare yang muncul secara tiba-tiba dan hebat. Ini dapat menyebabkan kehilangan air dan elektrolit dalam waktu singkat. Jika Anda mengalami muntah dan diare, Anda kehilangan lebih banyak cairan dan mineral.
2. Demam.
Penyebab dehidrasi akut kedua adalah demam. Secara umum, semakin tinggi demam yang Anda alami, semakin tinggi kemungkinan Anda mengalami dehidrasi. Masalah akan menjadi lebih buruk jika Anda demam selain diare dan muntah.
3. Berkeringat berlebihan.
Penyebab dehidrasi akut ketiga adalah demam. Anda kehilangan air saat berkeringat. Jika Anda melakukan aktivitas yang berat dan tidak mengganti cairan tubuh saat itu, dehidrasi akut bisa menyerang. Cuaca panas dan lembap meningkatkan jumlah keringat dan jumlah cairan yang hilang.
4. Peningkatan buang air kecil.
Penyebab dehidrasi akut keempat adalah sering buang air kecil. Ini mungkin karena diabetes yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol. Obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan beberapa obat tekanan darah, juga dapat menyebabkan dehidrasi. Hal-hal tersebut secara umum dapat membuat Anda akan sering buang air kecil.
Komplikasi Dehidrasi Akut
Dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk di antaranya:
1. Cedera panas.
Jika Anda tidak minum cukup cairan saat berolahraga keras dan berkeringat dengan banyak, Anda mungkin akan mengalami cedera panas. Mulai dari kram panas ringan hingga kelelahan akibat panas atau berpotensi terkena sengatan panas yang dapat mengancam jiwa.
2. Masalah urine dan ginjal.
Serangan dehidrasi yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.
3. Kejang.
Elektrolit - seperti kalium dan natrium - membantu membawa sinyal listrik dari sel ke sel. Jika elektrolit Anda tidak seimbang, pesan listrik normal dapat tercampur, yang dapat menyebabkan kontraksi otot tak sadar dan terkadang menyebabkan kehilangan kesadaran.
4. Syok volume darah rendah (syok hipovolemik).
Ini adalah salah satu komplikasi dehidrasi yang paling serius dan terkadang mengancam jiwa. Ini terjadi ketika volume darah rendah menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh Anda.
Maka dari itu, untuk mencegah dehidrasi sebaiknya minumlah banyak cairan dan makan makanan tinggi air seperti buah-buahan dan sayuran. Jaga asupan air harian dalam tubuh Anda dengan mengonsumsi air putih dengan teratur. Jangan biarkan tubuh mengalami dehidrasi akut terlebih dahulu sebelum Anda mulai memperbaiki pola minum dan konsumsi cairan harian Anda.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya