Pengertian Shalat Jamak dan Tata Cara Pelaksanaannya, Umat Muslim Wajib Tahu

Kamis, 25 November 2021 14:05 Reporter : Edelweis Lararenjana
Pengertian Shalat Jamak dan Tata Cara Pelaksanaannya, Umat Muslim Wajib Tahu Ilustrasi salat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Melaksanakan shalat adalah kewajiban yang mutlak bagi umat Muslim di manapun ia berada. Selain merupakan rukun Islam yang kedua, shalat juga merupakan tiang agama yang sangat krusial. Untuk itu sebagai Muslim yang taat sebaiknya jangan pernah meninggalkan shalat barang sekalipun.

Namun pada praktiknya, terdapat kemudahan-kemudahan yang tersedia untuk umat Muslim yang memiliki kondisi khusus sehingga tidak bisa menjalankan shalat sebagaimana mestinya. Kemudahan ini, selain ditujukan untuk orang yang sedang sakit parah juga ditujukan untuk orang-orang yang sedang bepergian jauh.

Adalah menjamak shalat, yang menjadi kemudahan bagi para umat Muslim yang sedang berada dalam perjalan jauh dan tidak memungkinkannya untuk melaksanakan shalat tepat waktu. Pengertian shalat jamak dan juga tata cara pelaksanaannya yang benar akan dibahas pada artikel ini dengan lengkap, dilansir dari berbagai sumber.

2 dari 4 halaman

Pengertian Shalat Jamak

Pengertian shalat jamak secara bahasa adalah mengumpulkan. Sedangkan pengertian shalat jamak menurut istilah adalah mengumpulkan dua shalat wajib yang dikerjakan dalam satu waktu, dilansir dari publikasi iainkudus.ac.id.

Misalnya, shalat jamak adalah menggabungkan shalat zuhur dan ashar untuk dikerjakan pada waktu zuhur atau pada waktu ashar. Atau, bisa juga menggabungkan shalat magrib dan isya untuk dikerjakan pada waktu magrib atau pada waktu isya. Sementara, shalat subuh tetap pada waktunya dan tidak boleh digabungkan dengan shalat lain.

Hal ini merupakan rukhshah (keringanan) dari Allah SWT dalam melaksanakan shalat dalam keadaan tertentu, dalam hal ini jika sedang bepergian jauh tanpa ada tempat untuk melaksanakan shalat nantinya. Menjamak shalat hukumnya mubah atau boleh bagi orang yang sudah memenuhi syarat.

3 dari 4 halaman

Syarat dan Jenis Shalat Jamak

Tidak setiap perjalanan yang ditempuh bisa melakukan shalat jamak karena ada syarat atau ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi sebelum membolehkan seseorang melakukannya. Melansir dari liputan6.com, syarat utama diperbolehkannya melakukan shalat jamak adalah  melakukan perjalanannya yang tujuannya bukan untuk hal maksiat.

Jarak minimal perjalanan harus mencapai farsakh atau menurut beberapa pendapat para ulama 88 Km, 80 Km, 64 Km, 94,5 Km, dilakukannya harus saat masih berada dalam perjalanan, dilakukan setelah keluar dari batas desa, dan tidak boleh makmum dengan orang yang mukim.

Sementara itu, jenis atau macam shalat jamak dibagi menjadi 2 yakni jamak taqdim dan jamak takhir;

a) Jamak taqdim, adalah mengumpulkan dua shalat wajib dikerjakan pada waktu yang pertama (awal). Jama’ taqdim sendiri terdiri dari dua macam yaitu;

  • Mengumpulkan shalat zuhur dan shalat ashar, dikerjakan pada waktu dzuhur
  • Mengumpulkan shalat magrib dan isya, dikerjakan pada waktu magrib.

b) Jama’ ta’khir, adalah mengumpulkan dua shalat wajib dikerjakan pada waktu yang kedua (akhir). Jama’ ta’khir juga terdiri dari dua macam, yaitu;

  • Mengumpulkan shalat zuhur dan shalat ashar, dikerjakan pada waktu ashar
  • Mengumpulkan shalat magrib dan isya, dikerjakan pada waktu isya.
4 dari 4 halaman

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jamak

Berikut tata cara pelaksanaan shalat jamak, baik jamak taqdim maupun jamak takhir yang wajib diketahui;

  • Tata Cara Shalat Jamak Taqdim

- Niat shalat jamak taqdim dzuhur dan ashar (Dilakukan saat waktu dzuhur)

Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.” Artinya: Aku sengaja shalat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai shalat dzuhur, langsung dilanjut shalat ashar dengan bacaan niat:

Ushollii fardlozh ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al dzuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku berniat shalat ashar 4 rakaat dijama’ dengan dhuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.

- Niat shalat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya’ (Dilakukan saat waktu maghrib)

Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku sengaja shalat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ taqdim, fardu karena Allah Ta’aala.

  • Tata Cara Shalat Jamak Takhir

- Niat shalat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar

Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai shalat dzuhur, langsung dilanjut shalat ashar dengan bacaan niat:

Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku sengaja shalat fardu Ashar 4 rakaat yang dijama’ dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta’aala”

- Niat shalat Jamak takhir Maghrib dan Isya’

Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku sengaja shalat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ takhir, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai shalat maghrib, langsung dilanjut shalat isya’ dengan bacaan niat:

Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku berniat shalat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan magrib, dengan jama’ takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai shalat maghrib, langsung dilanjut shalat isya’ dengan bacaan niat:

"Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku berniat shalat isyak empat rakaat dijamak dengan magrib, dengan jama’ taqdim, fardhu karena Allah Ta’aala.

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini