Peduli Pendidikan, Ini Potret Sekolah yang Dibangun Cinta Laura di Kaki Gunung Salak
Merdeka.com - Selama ini, Cinta Laura mungkin dikenal sebagai artis dengan gaya bicara yang unik. Memiliki darah Jerman dan lama tinggal di luar negeri, membuat Cinta Laura memiliki gaya bicara yang agak kebarat-baratan.
Meski begitu, Cinta Laura dikenal sebagai salah satu selebritis dengan pendidikan yang tinggi. Tak asal kuliah, Cinta Laura bahkan berhasil lulus dari Universitas Colombia New York dengan menyandang dua predikat cumlaude dari dua jurusan yang diambilnya.
Bukan hanya peduli akan pendidikannya sendiri, ternyata Cinta Laura adalah sosok yang peduli akan pendidikan orang lain, terutama anak-anak kurang mampu.
Saat kebanyakan artis muda lain menghabiskan uang untuk membeli barang-barang bermerek, Cinta Laura justru menghabiskan banyak uang untuk membangun sebuah sekolah di kaki Gunung Salak. Berikut potret sekolah yang dibangun Cinta Laura di kaki Gunung Salak.
Membangun Sekolah di Kaki Gunung Salak

©2021 Merdeka.com/instagram.com
Cinta Laura dan keluarganya memang memiliki yayasan sosial bernama Yayasan Soekarseno. Melalui yayasan tersebut, keluarga Cinta mulai membangun sekolah-sekolah di daerah kaki Gunung Salak. Kebanyakan gedung-gedung sekolah yang mereka bangun kembali, kondisinya sudah sangat memprihatinkan bahkan hampir roboh.
Telah Berlangsung Sejak Tahun 2003

©2021 Merdeka.com/instagram.com
Sejak tahun 2003, Yayasan Soekarseno telah merenovasi dan membangun 10 sekolah dasar, baik sekolah negeri maupun swasta. Mereka juga meningkatkan kualitas pendidikan di kaki Gunung Salak yang sebelumnya masih terbilang rendah.
Dirikan Sekolah

©2021 Merdeka.com/instagram.com
Tak hanya itu, Cinta juga mendirikan satu sekolah menengah pertama yang bernama SMP Pangerasan. Ia pun mendirikan gedung dan menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah tersebut.
Ekstrakurikuler Unik

©2021 Merdeka.com/instagram.com
Uniknya, sekolah ini menyediakan beberapa program ekstrakurikuler untuk mengembangkan talenta mereka dan juga untuk menambah pendapatan keluarga. Salah satunya adalah menjahit. Karena tengah menghadapi masa pandemi, mereka diajarkan untuk menjahit masker.
(mdk/asr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya