Menilik Benteng Kedung Cowek Surabaya, Saksi Bisu Pertempuran 10 November 1945
Merdeka.com - Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Pada 10 November 1945 adalah sejarah peristiwa pertempuran para pemuda Surabaya menghadapi tentara Inggris demi mempertahankan kemerdekaan. Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya memiliki jejak-jejak pertempuran 10 November 1945. Salah satunya, Benteng Kedung Cowek.
Benteng Kedung Cowek terletak tak jauh dari gerbang tol jembatan Suramadu. Tepatnya di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Berbeda dengan jembatan Suramadu yang dikenal, bangunan bersejarah ini namanya seolah tenggelam. Padahal, Benteng Kedung Cowek menjadi saksi pertempuran darah para pahlawan Tanah Air.
Benteng pertahan pasukan Sriwijaya ini menjadi gudang amunisi menghadapi serangan Inggris pada pertempuran Surabaya fase pertama (27-29 Oktober 1945) dan pertempuran Surabaya fase kedua (10 November 1945 hingga awal Desember 1945). Sekitar 200-an pahlawan gugur di benteng ini. Tewas tanpa nama dan tanpa penanda di lokasi itu.
©2021 Merdeka.com/Ali Masduki
Dilansir dari Antara, Benteng Kedung Cowek dijadikan sebagai markas pertahanan oleh Pasukan Sriwijaya, karena letaknya di pesisir utara Surabaya. Pasukan Sriwijaya adalah sekelompok pemuda yang sebagian besar berasal dari Tapanuli, Aceh, Deli, dan beberapa daerah di Sumatera. Para pemuda ini lah yang siap membela Tanah Air hingga titik darah penghabisan.
Pasukan Sriwijaya di bawah pimpinan Kolonel Williarter Hutagalung mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang saat itu terancam oleh kedatangan Sekutu. Kala itu, ketika kapal perang Inggris menembaki Kota Surabaya. Anggota pasukan Sriwijaya yang terlatih dan mempunyai pengalaman tempur ini memberi perlawanan dari arah benteng-benteng di Kedungcowek.
Sejumlah meriam yang besar dilindungi oleh beton tebal dan kokoh ini menghadapi kapal musuh. Menghadap Selat Madura, Kapal perang Inggris sangat terkejut menerima serangan udara tersebut.
©2021 Merdeka.com/Ali Masduki
Dilansir dari Antara, benteng ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1915-an. Benteng Kedung Cowek adalah peninggalan pemerintahan Hindia Belanda sebagai tempat penyimpanan peluru yang dilengkapi dengan meriam.
Kendati demikian, pasukan Jepang berhasil mengambil alih benteng Kedung Cowek dan menjadikannya sebagai basis pertahanan laut dengan menambah persenjataan. Kemudian benteng tersebut diambil alih oleh pasukan Sriwijaya dan melakukan perlawanan terhadap kapal perang Inggris.
Dalam diskusi buku "Benteng-Benteng Surabaya", benteng pertahanan di Kedung Cowek itu bahkan masih menyisakan bekas peluru yang menembus dinding-dindingnya.
©2021 Merdeka.com/Ali Masduki
Benteng Kedung Cowek berada di lahan luas sekitar 71.876 meter persegi. Komplek tersebut berada dalam teritorial wilayah Kodim 0831/Surabaya Timur.Seolah tak termakan usia, benteng yang berusia sekitar 106 tahun ini tetap kokoh berdiri.
Bangunan ini berdinding tebal berpadu tumpukan batu karang. Di atasnya banyak puluhan pohon besar yang membuat keberadaan benteng ini seolah tak terlihat. Jika dilihat dari laut, keberadaan benteng ini semakin tak terlihat. Dinding tebal sisi utara benteng tertutup batu karang dan tanah.
©2021 Merdeka.com/Ali Masduki
Memiliki nilai sejarah dan menjadi saksi bisu para pejuang Tanah Air. Benteng Kedung Cowek belum ditetapkan sebagai Bangunan Bercagar Budaya (BCB).
Namun sayang, keadaan Banteng Kedung Cowek seolah tak terawat. Daun-daun kering berserakan di sekitar benteng. Padahal, Benteng Kedung Cowek bisa menjadi wisata edukasi bersejarah yang menarik.
Benteng Kedung Cowek menyuguhkan pemandangan yang mempesona. Dari kompleks benteng ini tampak panorama Selat Madura dan Pantai Nambangan. (mdk/Tys)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya