Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengunjungi Kota Tua Kalianget, Jejak Kemodernan Madura di Masa Silam

Mengunjungi Kota Tua Kalianget, Jejak Kemodernan Madura di Masa Silam Kota Tua Kalianget. ©2020 Merdeka.com/eastjava.com

Merdeka.com - Julukan sebagai Pulau Garam yang disematkan pada Pulau Madura berawal dari Kota Tua Kalianget. Di kawasan timur Sumenep inilah, pabrik garam briket modern pertama di Indonesia dibangun. Dikutip dari visitmadura.id, tahun 1899 Pemerintah Hindia Belanda di Sumenep membangun pabrik garam untuk memperkuat posisi ekonomi dan politik kolonialnya.

Segera setelah berdirinya pabrik garam briket tersebut, Belanda membangun sejumlah fasilitas pendukung di sekitarnya. Mulai dari taman kota, bioskop, kolam renang, lapangan tenis, sampai perumahan bagi karyawan.

Sampai saat ini, jejak-jejak kemegahan kawasan timur Sumenep itu masih bisa dijumpai. Bangunan-bangunan berarsitektur Eropa menjadi rekam jejak sejarah kegemilangan Sumenep di masa lalu.

Akses Menuju Kota Tua Kalianget

003 n efendi

Indonesia Tourism

Untuk menuju kawasan Kota Tua Kalianget di kawasan timur Kabupaten Sumenep, pengunjung bisa menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi.

Apabila menggunakan moda transportasi pribadi, dari arah Surabaya pengunjung menuju jembatan Suramadu. Dari jembatan Suramadu, bisa langsung mengarah ke Kabupaten Sumenep.

Bandar Pelabuhan Tersibuk

kota tua kalianget

2020 Merdeka.com/eastjava.com

Pemilihan Kalianget sebagai pusat perekonomian Belanda di Pulau Madura bukan tanpa sebab. Pasalnya, Kalianget merupakan bandar pelabuhan paling sibuk di Selat Madura. Letaknya yang strategis membuat kawasan ini menjadi jalur lalu lintas utama perdagangan.

Dikutip dari berbagai sumber, sebenarnya cikal bakal Kota Tua Kalianget sebagai penyokong utama kegiatan ekonomi penjajah sudah dimulai oleh VOC. Namun, seiring dibubarkannya kongsi dagang tersebut, Pemerintah Hindia Belanda di Madura mengambil alih cita-cita pembangunan kota modern itu.

Kota Tua Kalianget dengan Pabrik Garam Briket Modern-nya berperan besar menyumbang perekonomian Pemerintah Hindia Belanda di Madura melalui komoditas garam.

Kota Modern Pertama di Madura

kota tua kalianget

2020 Merdeka.com/sumenepkab.go.id

Kawasan Kota Tua Kalianget merupakan kota modern pertama di Pulau Madura. Bangunan-bangunan berarsitektur Eropa membentang di kawasan ini. Keberadaan Pelabuhan Tua Kalianget di kawasan yang sama menambah kesan kemodernan sebuah kota.

Kendatipun bukan pelabuhan pertama di Madura, tetapi Pelabuhan Tua Kalianget menjadi pelabuhan tersibuk di Selat Madura. Letaknya yang strategis membuat pelabuhan ini menjadi jalur utama lalu lintas perdagangan.

Dibangunnya Pabrik Garam Briket Modern serta berbagai fasilitas yang melengkapinya menjadikan kawasan Kalianget sebagai pusat produksi sekaligus distribusi garam yang tak tertandingi. Hal inilah yang kemudian mengesahkan Pulau Madura mendapat julukan sebagai Pulau Garam.

Wisata Sejarah

kota tua kalianget

2020 Merdeka.com/steemit.com

Dikutip dari 1001indonesia.net, kini lahan Kota Tua Kalianget menjadi hak milik PT Garam (Persero). Sejak tahun 2009, PT Garam bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep menjalin komunikasi mengenai kemungkinan menjadikan Kota Tua Kalianget sebagai kawasan wisata sejarah.

Sampai saat ini beberapa bagian bangunan Pabrik Garam Briket Modern itu masih tersisa, mulai dari gedung pembangkit listrik, pintu gerbang, jam tua, hingga cerobong asap pabrik. Di kawasan Kota Tua Kalianget, juga bisa dijumpai berderet-deret bangunan berarsitektur Eropa yang masih tampak megah.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP