Mengunjungi Kaimana Papua Barat, Kota Senja Terindah yang Punya Kerang Lezat Mirip Sashimi

Kabupaten Kaimana berhadapan langsung dengan Laut Arafuru.

Rizka Nur Laily Muallifa
Mengunjungi Kaimana Papua Barat, Kota Senja Terindah yang Punya Kerang Lezat Mirip Sashimi
Mengunjungi Kaimana Papua Barat, Kota Senja Terindah yang Punya Kerang Lezat Mirip Sashimi (Merdeka.com)

Kabupaten Kaimana berhadapan langsung dengan Laut Arafuru.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Pemkab Kaimana

Kabupaten Kaimana di Provinsi Papua Barat layak dijuluki sebagai surga kecil di dunia. Daerah yang sebagian besar berupa wilayah perairan ini memiliki berbagai potensi alam yang menakjubkan, mulai dari senja hingga kerang ajaib.

Kota Senja
© 2024 merdeka.com/Kemenparekraf RI

Kabupaten Kaimana berhadapan langsung dengan Laut Arafuru. Hal ini membuat senja Kaimana begitu eksotis karena letaknya  langsung mengarah ke barat, tempat matahari terbenam.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Keindahan senja Kaimana diabadikan melalui lagu berjudul “Senja di Kaimana” gubahan Surni Warkiman dan dipopulerkan penyanyi Alfian pada era 1960-an. Mengutip Instagram @kemenparekraf.ri, Kaimana pun terkenal dengan sebutan Kota Senja.

Kaimana juga menyimpan jejak peradaban masa lalu masyarakat asli Papua.

Mengutip laman Pemkab Kaimana, sejumlah lukisan primitif ditemukan di sini. Lukisan-lukisan tersebut tergambar di dinding-dinding Karst yang berada 5-25 meter di atas permukaan air laut dan sangat sulit dijangkau.

Puluhan lukisan berwarna merah dengan motif primitif tersebut memuat beragam gambar. Seperti manusia, ikan, sejenis kadal, matahari, rahim perempuan, dan telapak tangan.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Kemenparekraf RI

Lukisan primitif ini tidak hanya ada di satu tempat, namun tersebar di beberapa tempat  sekitar pulau-pulau kecil di perairan Kaimana. Antara lain ada di sekitar Maimai, Teluk Triton, hingga Pulau Namatota.

Laporan Tim Survei Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2014, menyebut lukisan tersebut adalah ciri dari peradaban zaman epipaleolitik atau zaman batu tua akhir yang berlangsung 12.000 – 5.000 tahun sebelum masehi. Lukisan-lukisan tersebut menjadi bukti bahwa peradaban manusia telah hidup di Kaimana sejak beribu-ribu tahun silam.

Kerang Kima
© 2024 merdeka.com/Jagad Tani

Berkunjung ke Kaimana tak lengkap rasanya tanpa mencicipi kuliner khasnya, yakni Kerang Kima. Kima adalah sejenis kerang-kerangan berukuran besar yang biasanya menghuni perairan laut hangat.

Delapan dari dua belas spesies kima di dunia adalah penghuni lautan Indonesia. Besarnya Kima dapat mencapai ukuran 1,5 hingga 2,5 meter dengan berat 250 kilogram.

Mengutip Liputan6.com, Kima mengandung protein tinggi. Kerang ini menjadi bahan makanan yang sangat mahal dan dijadikan menu khusus di restoran mewah.

Kerang Kima sering disebut memiliki cita rasa lezat yang mampu menandingi sashimi.

Rekomendasi