Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Kesenian Sintung Sumenep, Tarian dan Nyanyian yang hanya Ditujukan kepada Tuhan

Mengenal Kesenian Sintung Sumenep, Tarian dan Nyanyian yang hanya Ditujukan kepada Tuhan

Mengenal Kesenian Sintung Sumenep, Tarian dan Nyanyian yang hanya Ditujukan kepada Tuhan

Kesenian tradisional ini pertama kali dibawa oleh pedagang Gujarat (India)

Mengenal Kesenian Sintung Sumenep, Tarian dan Nyanyian yang hanya Ditujukan kepada Tuhan

Berbeda dengan kesenian tradisional lain, Tari Sintung merupakan salah satu ekspresi keimanan umat muslim di Kabupaten Sumenep kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kesenian tradisi bernapaskan Islam ini terdiri dari seni tari, seni musik, dan olah vokal.

Sejarah

Mengutip situs resmi Pemkab Sumenep, Tari Sintung ini berasal dari Asia Tengah, yaitu semenanjung Arabia.

Kesenian ini dibawa oleh para pedagang Gujarat (India), bersamaan dengan misi mereka menyebarkan agama Islam.

Dari arah Sumatra, tepatnya Aceh, perjalanan kesenian ini terus menuju ke arah timur pulau Jawa. Akhirnya sampai ke dataran Pulau Madura.

Lilik Rosida Irmawati, penulis buku berjudul Berkenalan dengan Kesenian Tradisi Madura, menuturkan bahwa kesenian ini diperkirakan sudah ada di Kabupaten Sumenep sejak ratusan tahun silam. 

Kesenian ini diperkirakan setua pesantren di kampung Parongpong, Kecamatan Rubaru. Pesantren yang didirikan sekitar abad XVIII.

Para santri di pesantren Parongpong, Kecamatan Rubaru ini diajarkan kesenian Sintung.

Kesenian Tradisional Sumenep

Tari Sintung

Tari Sintung

Kata Sintung merupakan akronim dari rangkaian kata “wang-awang sintung”, “wang-awang” mempunyai arti “mengangkat kaki”, dan kata “sin” berasal dari bahasa Arab, berarti bergembira ria. Sedangkan tung, merupakan kepanjangan dari kata settung (satu).

Sintung merupakan refleksi jiwa, ungkapan kegembiraan yang diekspresikan dengan cara mengangkat kaki, maupun bergembira ria sambil melompat-lompat disertai pembacaan selawat dan barzanji.

Gerak tarian dan nyanyian (shalawat dan barzanji) tersebut, hanya ditujukan kepada Tuhan yang Maha Esa.

"Lirik dalam Syair Sintung sangat sulit diterjemahkan, hampir semua kata mengandung unsur bunyi, seperti, Tanaka tapi ashala fi arbani bishudhadi qadazam sufi abra sihata tanakalu. Salatun wataslimun, waasha tahayyadi, alaman alaila hurobbus sama salam (4 kali). Lailatul iknii lailatul ikni (2 kali) ilmu dhawam, waufin lana Allah Allah ya sayyadi (2 kali) ilmu dhawam. Sadayung kembang malati, sukarang diruang-ruang (2 kali). Dari hulu berjanji mati, sukarang diruang-ruang (2 kali). Wang wailung bae janji mati, sukarang diruang-ruang (2 kali). Ahyat dunya dul dawang aladdawang (2 kali). Maulana (4 kali) dawam, ya nabi Muhammad al-Ibnu Abdillah. Dan seterusnya, " jelas Lilik.

Mengenal Kesenian Sintung Sumenep, Tarian dan Nyanyian yang hanya Ditujukan kepada Tuhan

Mengutip situs resmi Kemdiknud, gerakan Tari Sintung merupakan hasil modifikasi hadrah dan gambus dengan gerak rancak, dinamis dan hidup.

Pendidikan Karakter

Kesenian Sintung mengandung nilai pendidikan karakter, mencakup nilai religius, kerja keras, dan cinta tanah air.

Nilai religius tampak dari syair sintung wang-awang sintung yang memiliki makna menuju yang “satu” yaitu Allah. Menuju ke kesempurnaan hidup hanya bisa melalui jalan-Nya. Prinsip kesempurnaan hidup tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga batiniah.

Nilai kerja keras dalam Kesenian Sintung terwujud dalam gerakan tangan ke atas dan ke bawah yang mengibaratkan kehidupan bagaikan roda berputar. Pada saat di posisi atas tidak boleh sombong, sedangkan saat di bawah tidak boleh berkecil hati dan mudah menyerah. 

Rasa cinta tanah air bisa dilihat dari properti tong-tong yang dicat dengan warna merah putih sebagai simbol identitas negara. Hal ini menunjukkan bahwa Kesenian Sintung yang identik dengan kesenian religi tetap tidak memegah teguh rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. 

Mengenal Tari Kain, Kesenian Tradisional Mirip Gerakan Silat dari Pesisir Selatan Sumbar
Mengenal Tari Kain, Kesenian Tradisional Mirip Gerakan Silat dari Pesisir Selatan Sumbar

Tari Kain, kesenian tradisional yang mirip dengan gerakan-gerakan silat dan dimainkan oleh kaum pria di Pesisir Selatan.

Baca Selengkapnya
Mengenal Tari Sining, Kesenian Tradisional Asli Gayo yang Hampir Punah
Mengenal Tari Sining, Kesenian Tradisional Asli Gayo yang Hampir Punah

Tari Sining, seni tradisional asal Gayo yang saat ini sudah hampir punah termakan oleh zaman.

Baca Selengkapnya
30 Pantun Teka Teki dan Jawabannya Lucu Bikin Ngakak, Bisa Dilontarkan Saat Kumpul Bareng
30 Pantun Teka Teki dan Jawabannya Lucu Bikin Ngakak, Bisa Dilontarkan Saat Kumpul Bareng

Berikut pantun teka teki dan jawabannya lucu yang bisa dilontarkan saat kumpul bareng.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
40 Pantun Teka Teki Lucu dan Jawabannya, Bikin Mikir & Cocok Sebagai Hiburan
40 Pantun Teka Teki Lucu dan Jawabannya, Bikin Mikir & Cocok Sebagai Hiburan

Selain mengasah otak, pantun teka teki lucu dan jawabannya ini cocok sebagai hiburan saat kumpul bersama.

Baca Selengkapnya
Mengenal Tradisi Sarafal Anam, Kesenian Khas Bengkulu yang Kental dengan Nuansa Islam
Mengenal Tradisi Sarafal Anam, Kesenian Khas Bengkulu yang Kental dengan Nuansa Islam

Sebuah kesenian asli Bengkulu yang kental dengan agama Islam ini tak lepas dari sejarah kedatangannya Islam ke Kabupaten Kaur sejak ratusan tahun.

Baca Selengkapnya
Mengenal Tulak Bala, Tradisi Khas Masyarakat Pesisir Pantai Barat Aceh
Mengenal Tulak Bala, Tradisi Khas Masyarakat Pesisir Pantai Barat Aceh

Tulak Bala, tradisi menolak bala dari bencana maupun wabah khas masyarakat pesisir Pantai Barat Aceh.

Baca Selengkapnya
Mengenal Ngalungsur Geni, Tradisi Pembersihan Benda Pusaka di Kabupaten Garut
Mengenal Ngalungsur Geni, Tradisi Pembersihan Benda Pusaka di Kabupaten Garut

Ngalungsur Geni, tradisi turun-temurun pembersihan benda pusaka di Kabupaten Garut.

Baca Selengkapnya
Mengenal Keunikan Tradisi Megibung di Kampung Islam Kepaon Bali
Mengenal Keunikan Tradisi Megibung di Kampung Islam Kepaon Bali

Megibung merupakan tradisi buka puasa bersama khas kampung Islam Kepaon Bali

Baca Selengkapnya
Kini Mulai Tertelan Zaman, Ini Kisah Mbah Atmo Sang Pelestari Perajin Mainan Anak Tradisional di Bantul
Kini Mulai Tertelan Zaman, Ini Kisah Mbah Atmo Sang Pelestari Perajin Mainan Anak Tradisional di Bantul

Nenek berusia 86 tahun ini merupakan satu-satunya perajin mainan tradisional yang masih eksis bertahan hingga saat ini.

Baca Selengkapnya