Mengenal Jenis-jenis Angin, Ketahui Sifat dan Proses Terjadinya

Selasa, 19 Januari 2021 08:15 Reporter : Edelweis Lararenjana
Mengenal Jenis-jenis Angin, Ketahui Sifat dan Proses Terjadinya Ilustrasi angin kencang. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara disekitarnya. Angin adalah udara yang bergerak (berpindah) dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan lebih rendah atau dari daerah yang memiliki suhu/temperatur rendah ke wilayah bersuhu tinggi.

Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan perbedaan tekanan udara, dan mengakibatkan udara terus-menerus mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Bila terjadi perbedaan di antara pusat tekanan (yakni suhu atmosfer) terlalu tinggi, arus udara (yakni angin) menjadi sangat kuat.

Pergerakan angin memiliki energi kinetik, oleh karena itu energi angin dapat dikonversi menjadi energi lainnya seperti energi listrik dengan menggunakan kincir angin atau turbin angin. Angin juga terdiri dari berbagai jenis. Jenis-jenis angin misalnya adalah angin lokal dan angin musim. Berikut penjelasan selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Energi Angin

Pada dasarnya, angin terjadi karena ada perbedaan suhu antara panas dan udara dingin. Di daerah khatulistiwa yang panas, udaranya menjadi panas, mengembang dan menjadi ringan, naik ke atas dan bergerak ke daerah yang lebih dingin misalnya daerah kutub.

Sebaliknya, di daerah kutub yang dingin, udaranya menjadi dingin dan turun ke bawah. Dengan demikian terjadi suatu perputaran udara, berupa perpindahan udara dari kutub. Perpindahan udara seperti ini di kenal sebagai angin pasat.

Selain angin pasat terdapat juga angin-angin yang lain, misalnya angin musim (angin muson), angin pantai dan angin lokal lainnya. Prinsipnya adalah bahwa angin terjadi karena adanya perbedaan suhu udara di beberapa tempat di muka bumi, mengutip publikasi oleh umm.ac.id.

3 dari 4 halaman

Proses Terjadinya Angin

Angin terjadi dikarenakan adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pada suatu daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar, akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah.

Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih rendah dengan yang menerima energi panas yang besar. Akibatnya, terjadi aliran udara pada daerah tersebut yang menghasilkan angin. Kondisi aliran angin dipengaruhi oleh permukaan bumi yang dilalui oleh aliran dan perbedaan temperatur permukaan bumi.

Syarat dan kondisi kecepatan angin dapat diukur dengan alat pengukur kecapatan dan arah angin. Selain dengan alat pengukur dapat juga diukur atau diperkirakan menggunakan tabel Skala Beaufort. Berikut tingkatan kecepatan angin menurut table Skala Beaufort.

4 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Angin

Jenis-jenis angin ternagi menjadi dua, yakni jenis-jenis angin musim dan angin lokal. Angin darat, laut, lembah dan jatuh merupakan beberapa jenis angin lokal. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai jenis-jenis angin, mengutip publikasi oleh umy.ac.id;

1. Angin Gunung dan Angin Lembah

Jenis-jenis angin yang pertama adalah angin gunung dan angin lembah. Perbedaan pemanasan suhu juga terjadi dikawasan pegunungan dengan kawasan lembah. Saat matahari terbit merupakan waktu di mana angin lembah terjadi. Daerah yang mendapatkan energi panas pertama kali adalah puncak gunung dan proses tersebut berlangsung sepanjang hari.

Lembah mendapatkan energi panas lebih rendah dibandingkan lereng gunung. Sehingga terjadi perbedaan suhu antara lembah dan lereng gunung. Udara dingin dari lembah menggantikan udara panas pada lereng gunung yang naik, akibatnya terjadi aliran udara dari lembah menuju gunung yang dinamakan dengan angin lembah.

Sedangkan pada sore hari puncak gunung yang mendingin akan mengalirkan udara ke lembah dan lembah akan melepas energi panas. Aliran udara tersebut dinamakan angin gunung.

2. Angin Ribut atau Angin Puyuh

Jenis-jenis angin yang kedua adalah angin ribut atau angin puyuh. Angin ribut atau angin puyuh biasa juga disebut sebagai angin puting beliung, yaitu angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat gerak seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan hilang dalam waktu singkat (3 – 5 menit).

Dengan kecepatan angin rata-rata berkisar antara 30 – 40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus (CB) yaitu awan yang bergumpal berwarna abu-abu gelap dan menjulang tinggi.

3. Angin Fohn

Jenis-jenis angin yang ketiga adalah angin Fohn. Angin Fohn adalah angin yang bersifat kering dan panas, yang turun dari lereng pegunungan. Angin ini terjadi karena turunnya kelembapan udara yang mendapatkan pemanasan secara dinamis. Sehingga udara panas dan keringlah yang mengalir ke daratan.

Selain itu, jenis angin selain angin lokal merupakan angin yang bertiup dengan kawasan yang lebih luas seperti angin musim atau angin monsoon. Ada dau jenis angin monsoon yang terjadi di Indonesia, yaitu monsoon barat dan monsoon timur. Angin monsoon disebabkan oleh perbedaan tekanan udara pada benua yang menggapit Indonesia, yaitu Benua Autralia dengan udara kering dan Benua Asia dengan udara yang relatif lembap.

4. Angin Monsun Barat

Jenis-jenis angin yang keempat adalah angin monsun barat. Pada bulan Oktober hingga April adalah bulan di mana angin monsoon barat terjadi. Pada bulan tersebut, belahan bumi bagian selatan tepat berada di bawah matahari, yang mengakibatkan suhu pada belahan bumi bagian selatan lebih tinggi dibandingkan dengan suhu bumi bagian utara, sehingga angin bertiup ke bumi bagian selatan.

5. Angin Monsun Timur

Jenis-jenis angin yang kelima adalah angin monsun timur. Pada bulan April hingga Oktober adalah bulan di mana angin monsoon timur terjadi. Pada saat itu, bumi bagian utara berkedudukan tepat di bawah matahari. Menyebabkan benua Australia mengalami musim dingin sehingga bertekanan tinggi. Sedangkan benua Asia lebih panas, sehingga tekanannya rendah.

6. Angin Laut dan Angin Darat

Jenis-jenis angin yang keenam adalah angin laut dan angin darat. Angin darat merupakan angin yang bertiup mengalir dari darat ke lautan, sedangkan angin laut merupakan angin yang bertiup dari laut ke daratan. Adanya perbedaan sifat antara lautan dan daratan mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut. Lautan menyerap dan melepas energi panas lebih lama daripada daratan.

[edl]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jatim
  3. Ragam
  4. Angin
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini