Manfaat Defisit Kalori untuk Tubuh, Tingkatkan Sensitivitas Insulin

Defisit kalori banyak dipraktikkan untuk menurunkan berat badan, namun ada manfaat lain yang dimilikinya.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Manfaat Defisit Kalori untuk Tubuh, Tingkatkan Sensitivitas Insulin
Manfaat Defisit Kalori untuk Tubuh, Tingkatkan Sensitivitas Insulin (Merdeka.com)

Pada orang-orang yang hendak menurunkan berat badan, praktik defisit kalori adalah hal yang umum dilakukan. Sebab untuk menurunkan berat badan, Anda perlu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar oleh tubuh. Hal inilah yang disebut defisit kalori.

Pada orang-orang yang hendak menurunkan berat badan, praktik defisit kalori adalah hal yang umum dilakukan. Sebab untuk menurunkan berat badan, Anda perlu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar oleh tubuh. Hal inilah yang disebut defisit
Dok. Istimewa

Jika Anda mengonsumsi lebih dari kalori daripada yang dibakar, maka Anda tidak mengalami defisit kalori dan tidak akan kehilangan berat badan.

Meningkatkan defisit kalori sendiri dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan mengubah apa dan berapa banyak yang dimakan, dan berolahraga.

Kebanyakan dokter dan ahli gizi pasti akan menyarankan kombinasi keduanya untuk proses penurunan berat badan yang sehat. Namun selain untuk menurunkan berat badan, tahukah Anda bahwa ada manfaat defisit kalori yang lainnya?

Manfaat defisit kalori ini baik untuk tubuh. Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan selengkapnya.

<b>Mengenal Apa Itu Defisit Kalori</b>
Dok. Istimewa
Defisit kalori adalah praktik mengonsumsi makanan yang memiliki kalori lebih sedikit daripada yang dibakar oleh tubuh setiap harinya.

Kalori adalah unit energi yang didapatkan dari makanan dan minuman. Ketika Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar oleh tubuh Anda, maka itu artinya Anda sedang mempraktikkan defisit kalori. Hal tersebut, biasanya dilakukan dengan berbagai cara seperti mengurangi porsi makan, mengonsumsi makanan rendah kalori, atau memperbanyak aktivitas fisik.

Kalori yang dibakar atau keluarkan setiap hari, yang juga dikenal sebagai pengeluaran kalori, mencakup tiga komponen berikut:

1. Pengeluaran energi istirahat (REE).

REE mengacu pada kalori yang digunakan tubuh saat istirahat untuk fungsi yang membuat Anda tetap hidup, seperti pernapasan dan sirkulasi darah.

2. Efek termis dari makanan.

Ini melibatkan kalori yang dikeluarkan tubuh untuk mencerna, menyerap, dan memetabolisme makanan.

3. Pengeluaran energi aktivitas.

Ini mengacu pada kalori yang dikeluarkan selama olahraga dan aktivitas terkait non-olahraga, termasuk saat melakukan pekerjaan rumah tangga.

Jika tubuh diberi lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan untuk mendukung ketiga komponen pengeluaran kalori ini, maka yang terjadi adalah tubuh menjadi masuk ke dalam situasi defisit kalori. Melakukannya secara konsisten untuk waktu yang lama diketahui dapat menghasilkan penurunan berat badan.

Sebaliknya, berat badan akan bertambah jika Anda secara teratur memberikan tubuh lebih banyak asupan kalori daripada yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi-fungsi ini. kondisi kelebihan kalori seperti ini disebut surplus kalori.

<b>Manfaat Defisit Kalori</b>
Dok. Istimewa

Namun di balik itu, ada beberapa manfaat defisit kalori lainnya yang terbukti secara ilmiah dan menarik untuk Anda ketahui.

Ya, penelitian menunjukkan bahwa praktik pembatasan kalori meskipun dalam level moderat dapat mengurangi total lemak tubuh dan risiko kesehatan lainnya. Defisit kalori tanpa malnutrisi dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker, dan gangguan saraf pada manusia.

Dilansir dari laman Healthline dan Medical News Today, manfaat defisit kalori di antaranya adalah:

1. Kurangi Peradangan

Saat mengalami defisit kalori, Anda cenderung menghindari makanan tidak sehat dan lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur.

Mengonsumsi makanan sehat tidak hanya mendetoksifikasi sistem tubuh, tetapi juga memastikan asupan makanan yang dilakukan mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan penting yang membantu membuang racun, sehingga mengurangi peradangan.

Hal ini akan meningkatkan laju metabolisme Anda juga. Hal baik lainnya tentang makan buah-buahan dan sayur-sayuran saat menjalani defisit kalori adalah kandungan seratnya yang tinggi, yang membantu mengatasi sembelit.
2. Tingkatkan Sensitivitas Insulin

Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh pankreas yang mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh, dan alasan tubuh menyimpan begitu banyak lemak adalah karena insulin tidak efisien.

Akibatnya, setiap kali Anda mengonsumsi karbohidrat, kadar insulin meningkat. Fungsi normal hormon insulin adalah mentransfer karbohidrat dari darah ke hati. Namun, pada orang dengan resistensi insulin, otot dan hati menolak kerja insulin, sehingga tubuh harus memproduksi lebih banyak untuk mempertahankan kadar glukosa darah normal.

Jadi, ketika Anda menjalani defisit kalori, asupan karbohidrat Anda berkurang yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
3. Tingkatkan Kadar Gula Darah

Saat mengalami defisit kalori, pertama-tama Anda akan disarankan untuk menghindari makanan manis dan tinggi karbohidrat.

Ketika Anda makan lebih sedikit makanan manis, kadar insulin dalam tubuh akan turun, memungkinkan Anda mempertahankan tingkat gula darah yang sehat.

Terlebih lagi, jika kadar gula darah Anda terkendali, peluang Anda terkena penyakit jantung pun menurun.
<b>Risiko Defisit Kalori</b>
Dok. Istimewa

Pertama-tama, Anda harus menghindari untuk mengurangi terlalu banyak asupan kalori harian. Memotong sekitar 500 kalori setiap hari adalah kisaran yang baik untuk dicapai. Sebab jika Anda mengurangi terlalu banyak kalori dan tidak mendapatkan cukup nutrisi yang diperlukan, Anda dapat mengalami beberapa masalah kesehatan.

Tubuh membutuhkan jumlah kalori minimum agar dapat berfungsi dengan baik. Memotong terlalu banyak kalori dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, antara lain:

  • tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, yang dapat mengganggu perolehan atau pemeliharaan massa tulang
  • merampas energi yang diperlukan otak
  • penurunan metabolisme
  • meningkatkan risiko berkembangnya batu empedu.

Beberapa gejala kekurangan kalori antara lain:

  • sering sakit
  • tidak bisa menurunkan berat badan
  • mengalami perubahan negatif dalam suasana hati atau perilaku
  • mengalami kesulitan tidur
  • mengalami sembelit

Sebelum menjalani defisit kalori, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, mungkin memerlukan diet khusus untuk membantu mengelola kondisinya.
Rekomendasi