Koloid adalah Campuran Zat Larutan dan Suspensi, Ketahui Jenis-jenisnya

Sabtu, 28 November 2020 06:00 Reporter : Rakha Fahreza Widyananda
Koloid adalah Campuran Zat Larutan dan Suspensi, Ketahui Jenis-jenisnya Ilustrasi santan dan lemon. © www.healthiswealthofheart.com

Merdeka.com - Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya akan terletak di antara larutan serta suspensi (campuran kasar). Contoh dari keloid adalah lem, kanji, santan, dan jeli.

Analisis sistem koloid diawali oleh percobaan Thomas Graham. Thomas Graham menemukan bahwa berbagai larutan misalnya HCl dan NaCl mudah berdifusi, sedangkan zat-zat seperti kanji, gelatin, dan putih telur sangat lambat atau sama sekali tidak berdifusi

Istilah koloid berasal dari bahasa Yunani, yaitu “kolla” dan “oid”. Kolla berarti lem sedangkan oid berarti seperti. Dalam hal ini yang dikaitkan dengan lem adalah sifat difusinya, sebab sistem koloid mempunyai nilai difusi yang rendah seperti lem.

Jadi, koloid adalah campuran heterogen dan merupakan sistem dua fase. Dua fase ini meliputi zat terlarut sebagai partikel koloid atau yang sering dikenal dengan fase terdispersi serta zat yang merupakan fase kontinu di mana partikel koloid terdispersi yang disebut medium pendispersi.

Dilansir dari repository.upi.edu, berikut ini kami telah rangkum pengertian koloid serta jenis-jenisnya.

2 dari 4 halaman

Jenis Koloid

Koloid adalah suatu campuran heterogen yang bisa berupa zat padat, zat cair, ataupun gas. Berdasarkan pada fase terdispersinya, koloid sendiri dapat dikelompokkan menjadi beberapa, di antaranya:

1. Sol
Jenis koloid yang pertama adalah sol. Sol ini akan terbentuk dari fasa terdispersi berupa adanya padatan dan fasaga pendispersinya berupa cairan. Contoh yang dapat kita lihat secara langsung adalah sol emas, tinta, cat.
2. Sol Padat
Jenis-jenis koloid yang berikutnya adalah sol padat. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi yang berupa padatan dan fasa pendispersinya merupakan padatan. Contohnya adalah paduan logam, gelas berwarna serta intan.
3. Sol Cair
Sol cair sendiri terbentuk di dalam medium pendispersi cair. Contohnya adalah tepung dalam air, tanah liat.

3 dari 4 halaman

Jenis Koloid Secara Lengkap

4. Sol Gas
Jenis-jenis koloid yang ketiga adalah sol gas. Koloid ini terbentuk oleh fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa gas. Contoh seperti : asap dan debu.
5. Emulsi Padat (Gel)
Emulsi padat merupakan jenis-jenis koloid yang terbentuk dari fasa terdisfersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa padatan. Contoh seperti : Mutiara, keju, dan jelly.
6. Emulsi Cair
Jenis-jenis koloid yang keempat adalah emulsi cair. Sistem koloid ini akan terbentuk oleh fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya cairan. Contoh seperti : susu, santan, & minyak ikan.
7. Emulsi Gas
Emulsi gas merupakan sistem koloid yang terbentuk oleh fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa gas. Contoh seperti : kabut, awan, dan hair spray.
8. Buih Padat
Jenis koloid selanjutnya adalah buih padat. Sistem koloid ini terbentuk oleh fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa padatan. Contoh seperti : karet busa dan batu apung.
9. Buih Cair
Jenis-jenis koloid yang berikutnya adalah buih. Sistem koloid ini terbentuk oleh fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa cairan. Contoh seperti : buih sabun, putih telur yang dikocok, krim kopi.

4 dari 4 halaman

Sifat Koloid

1. Efek Tyndall
Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893) seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat ini disebut efek tyndall. Efek tyndall dapat digunakan untuk membedakan koloid dari larutan sejati, sebab atom, molekul atau ion yang membentuk larutan tidak dapat menghamburkan cahaya akibat ukurannya terlalu kecil. Efek tyndall (hamburan cahaya) oleh suatu campuran menunjukan bahwa campuran tersebut adalah suatu koloid, di mana ukuran partikel-partikelnya lebih besar dari ukuran partikel dalam larutan, sehingga dapat menghamburkan cahaya.
2. Gerak Brown
Koloid adalah suatu campuran zat dan suspensi dan juga memiliki sifat yang dinamakan dengan gerak brown. Gerakan acak partikel koloid dalam suatu medium disebut gerak Brown. Sesuai dengan nama seorang pakar botani Inggris, Robert Brown yang pertama kali melihat gejala ini pada tahun 1827.
Robert Brown tidak dapat menjelaskan mengapa partikel koloid dapat bergerak acak dan berliku. Akhirnya, pada 1905, gerakan seperti itu dijelaskan secara matematika oleh Albert Einstein. Einstein menunjukkan bahwa partikel yang bergerak dalam suatu medium akan menunjukkan suatu gerakan acak seperti gerak Brown akibat tumbukan antarpartikel yang tidak merata
3. Adsoprsi
Apabila partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Fenomena ini disebut adsorpsi. Beda halnya dengan absorpsi. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya, melainkan di dalam sol padat tersebut. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya, baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas.

[raf]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ragam
  3. Jatim
  4. Yogyakarta
  5. Ragam Konten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini