Kisah Pilu Warga Kampung Miliarder Tuban, Banyak Jadi Pengangguran hingga Susah Makan
Merdeka.com - Sekitar awal 2021, Desa Wadung dan Sumuregeng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menggegerkan jagat maya karena warganya beramai-ramai membeli mobil mewah.
Bahkan, satu keluarga tidak hanya membeli sebuah mobil melainkan dua hingga tiga mobil setelah mendapat uang ganti rugi kilang minyak dari Pertamina. Kedua desa tersebut kemudian dikenal luas dengan sebutan Kampung Miliarder Tuban.
Kini, kondisi Kampung Miliarder di Kabupaten Tuban itu tidak semeriah tahun lalu. Bahkan, beberapa warga yang lahannya dibeli Pertamina mengaku susah memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Pasalnya, mereka tidak memiliki pekerjaan tetap.
Kesulitan Penuhi Kebutuhan
View this post on InstagramMusanam (60), warga Desa Wadung mengaku sedih. Ia tak menyangka di usia senjanya justru kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Tanah dan rumah di atas lahan seluas 117 meter persegi miliknya terdampak pembebasan lahan untuk keperluan kilang minyak Pertamina. Berbekal ganti rugi sebesar Rp500 juta, Musanam kemudian membeli rumah dan lahan baru di wilayah lain di Desa Wadung.
"Saya mau melepas tanah dan rumah untuk kilang karena dijanjikan dipekerjakan sebagai pembersih rumput di area kilang minyak. Pekerjaan itu masih mampu saya kerjakan meskipun usia sudah 60 tahun," tuturnya, dikutip dari Blok Tuban.
Kini, untuk makan sehari-hari ia mengandalkan pendapatan menantunya yang tinggal serumah. Bahkan, jumlah ternak sapi yang ia pelihara terus berkurang. Dari yang awalnya enam ekor, kini tersisa tiga ekor karena dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Jadi Pengangguran
Menantu Musanam pun harus gigit jari. Harapannya dipekerjakan di Kilang Minyak PT Pertamina di Tuban menjadi impian hampa.
Kini, sang menantu bergabung dengan paguyuban pemuda enam desa terdampak kilang minyak Pertamina.
Mereka melakukan demonstrasi di Kilang GRR Tuban untuk menagih janji Pertamina dipekerjakan di penyiapan lahan tahap 4 di tahun 2022.
Penyesalan
View this post on InstagramKeluarga Musanam bukan satu-satunya yang menyesal tekah menjual lahan kepada Pertamina. Mugi (60), nyaris tidak memiliki pekerjaan setelah menjual lahan seluas 2,4 hektare kepada PT Pertamina.
"Menyesal menjual lahan. Dulu saya ditanami jagung dan cabai. Setiap kali panen bisa meraup Rp40 juta, sekarang saya tak punya pendapatan lagi," ujarnya.
Saat itu, lahannya dibeli PT Pertamina seharga Rp2,5 miliar lebih. Uang ganti rugi tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ditabung.
"Petugas sering datang ke kebun. Mengiming-imingi pekerjaan untuk anak-anak tapi hanya bohong sekarang," imbuhnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya