Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyakit Gula Kering dalam Dunia Medis, Ketahui Agar Tak Salah Paham

Mengenal Penyakit Gula Kering dalam Dunia Medis, Ketahui Agar Tak Salah Paham Diabetes. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Anda mungkin pernah mendengar istilah penyakit gula kering dan penyakit gula basah yang beredar di antara masyarakat Indonesia. Penyakit gula, atau yang juga dikenal dengan nama diabetes sebenarnya tidak memiliki penggolongan kering dan basah seperti itu.

Penyakit gula kering dan basah adalah penggolongan diabetes yang diciptakan oleh masyarakat awam berdasarkan karakteristik luka luar yang dimiliki oleh penderita. Biasanya, penderita penyakit gula yang memiliki luka luar dan cepat sembuh dikategorikan sebagai pemilik penyakit gula kering.

Sementara, penderita yang memiliki luka luar namun lama sembuh dan malah menjadi borok yang parah dikategorikan sebagai pemilik penyakit gula basah. Padahal, dalam kamus dunia medis kedua hal ini tidak pernah ada. Penyakit gula yang diakui oleh pakar kesehatan hanya terdiri dari 4 jenis yakni diabetes tipe 1, tipe 2, gestasional, dan insipidus.

Penderita penyakit gula yang luka luarnya cepat sembuh sehingga disebut sebagai penyakit gula kering adalah penderita yang kadar gula darahnya terkontrol dengan baik. Hal ini bisa terjadi jika penderita mengonsumsi obat diabetes secara rutin dan teratur memeriksakan diri ke dokter.

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai penyakit gula yang perlu diketahui agar terhindar dari kesalahpahaman atau mispersepsi penggolongan penyakit gula kering dan basah yang beredar di masyarakat.

Sekilas Tentang Penyakit Gula atau Diabetes

Penyakit gula atau diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu membuat insulin, atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas, yang bertindak seperti kunci untuk membiarkan glukosa dari makanan yang dikonsumsi mengalir dari aliran darah ke sel-sel di tubuh untuk menghasilkan energi.

Semua makanan berkarbohidrat dipecah menjadi glukosa di dalam darah. Insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel. Tidak dapat memproduksi insulin atau menggunakannya secara efektif menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (dikenal sebagai hiperglikemia). Dalam jangka panjang, kadar glukosa tinggi dikaitkan dengan kerusakan tubuh dan kegagalan berbagai organ dan jaringan.

Jenis-Jenis Penyakit Gula atau Diabetes

Dalam kacamata dunia medis, penyakit diabetes yang diakui terbagi ke dalam 4 kategori yakni diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional, dan diabetes insipidus. Organisasi profesi yang berhubungan dengan penyakit Diabetes Mellitus (DM) seperti American Diabetes Association (ADA) telah membagi jenis diabetes berdasarkan penyebabnya, yakni:

1. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah penyakit gula yang  terjadi karena kerusakan atau destruksi sel beta di pankreas. Kerusakan ini berakibat pada keadaan defisiensi insulin yang terjadi secara absolut. Penyebab dari kerusakan sel beta antara lain autoimun dan idiopatik.

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Ketika Anda menderita diabetes tipe 1, tubuh akan memproduksi sangat sedikit atau tidak sama sekali insulin, yang berarti Anda memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kadar glukosa darah terkendali.

2. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin. Insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tidak dapat bekerja secara optimal sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi di dalam tubuh. Defisiensi insulin juga dapat terjadi secara relatif pada penderita diabetes tipe 2 dan sangat mungkin untuk menjadi defisiensi insulin absolut.

Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan menyumbang sekitar 90% dari semua kasus diabetes. Ketika Anda menderita diabetes tipe 2, tubuh tidak memanfaatkan insulin yang diproduksi dengan baik. Landasan pengobatan diabetes tipe 2 adalah gaya hidup sehat, termasuk peningkatan aktivitas fisik dan pola makan sehat. Namun, seiring waktu, sebagian besar penderita diabetes tipe 2 akan membutuhkan obat oral dan/atau insulin untuk menjaga kadar glukosa darah mereka tetap terkendali.

3. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terdiri dari glukosa darah tinggi selama kehamilan dan dikaitkan dengan komplikasi pada ibu dan anak. Diabetes gestasional biasanya menghilang usai kehamilan. Tetapi, wanita yang terkena dan anak-anak mereka berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

4. Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh mengalami ketidakseimbangan cairan. Diabetes yang langka ini disebabkan oleh kelainan hormonal antidiuretik yang bernama vasopresin. Selain rasa haus yang ekstrem dan sering buang air kecil, gejala lain dari penyakit diabetes insipidus adalah bangun di malam hari untuk buang air kecil, atau mengompol. Bergantung pada bentuk gangguannya, perawatan untuk penyakit ini termasuk terapi hormon, diet rendah garam dan minum lebih banyak air.

Perbedaan Penyakit Gula Kering dan Basah

Meski telah dijelaskan sebelumnya bahwa penggolongan penyakit gula kering dan penyakit gula basah tidak ada di dalam dunia medis, namun penyakit ini pada dasarnya akan menimbulkan komplikasi pada penderitanya. 

Contoh yang paling umum adalah ketika penderita penyakit gula mengalami luka atau cedera pada kulit, hal ini akan sulit untuk disembuhkan. Kemunculan luka dan rentang waktu penyembuhannya inilah yang lantas menimbulkan persepsi mengenai penyakit gula kering dan penyakit gula basah.

Dalam pemahaman masyarakat awam, penderita penyakit gula kering adalah mereka yang jika mengalami luka atau cedera luar pada kulit akan mengalami proses penyembuhan yang relatif cepat. Luka yang dialami penderita penyakit gula kering juga tidak sampai bernanah, menandakan bahwa penderita mampu mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya dengan baik.

Sementara, penderita penyakit gula basah adalah mereka yang mengalami luka luar dengan proses penyembuhan yang lama. Luka ini juga nantinya disertai nanah yang nampak basah dengan parah seiring waktu, terlebih jika tidak segera diobati secara profesional karena luka akan mudah terinfeksi bakteri.

Hal ini menandakan bahwa penderita tidak mampu menjaga kadar gula darah dalam tubuhnya dengan stabil. Sehingga, menyebabkan rusaknya pembuluh darah, menurunkan daya tahan tubuh, dan menyebabkan kerusakan di ujung-ujung saraf.

Cara Mencegah Luka pada Penderita Penyakit Gula

Jika telah diketahui bahwa Anda menderita penyakit gula, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah mengetahui cara mencegah timbulnya luka dan menghentikan tingkat keparahan kondisinya. Hal paling utama dan wajib yang perlu dilakukan adalah menjaga kadar gula darah agar tetap dalam batasan normal.

Jika Anda terlanjur memiliki luka terbuka pada kulit, maka Anda harus merawatnya dengan baik dan teratur. Karena, luka pada tubuh penderita penyakit gula rentan dan berisiko menjadi infeksi. Pada kasus terburuk, penderita penyakit gula yang lukanya terinfeksi parah bahkan harus menjalani amputasi.

Untuk itu, jika Anda sebagai penderita penyakit gula dan tiba-tiba mengalami luka terbuka di kulit, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat bantuan profesional dalam perawatan luka terbuka tersebut agar tidak memburuk.

Penting bagi penderita penyakit gula untuk menjaga tubuhnya agar tak mengalami goresan atau luka di kulit.Disarankan bagi Anda untuk tidak melakukan atau terlibat dalam aktivitas fisik yang berisiko memberikan benturan pada anggota tubuh.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan beberapa langkah pencegahan agar tidak terluka fisik seperti misalnya mengenakan alas kaki dan kaus kaki yang nyaman ketika beraktivitas atau bepergian, gunakan pelembap agar kulit tidak kering dan gatal, hindari menggaruk kulit hingga lecet, berhati-hati saat menggunting kuku dan selalu mengecek keadaan kaki dan anggota tubuh lainnya setiap hari.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP