Keindahan Pulai Kei, Kampung Halaman John Kei yang Memesona
Merdeka.com - Kepulauan Kei merupakan kepulauan indah yang secara administratif terletak di Kabupaten Maluku Tenggara. Pulau ini menyimpan banyak pesona indah yang tak kalah dari destinasi populer kelas dunia.
Dikutip dari pesonaindo.com, menjejakkan pantai di kepulauan ini bisa menghadirkan sensasi yang sungguh berlainan. Pasir sehalus tepung memanjakan kaki-kai para pelancong yang berkunjung ke sana.
Selain dikenal sebagai pulau yang indah, Kei juga dikenal sebagai kampung halaman John Kei. Ialah sosok preman yang katanya, paling ditakuti. Setelah dipenjara 12 tahun, John Kei bebas 2019 lalu. Sayangnya, kini ia kembali ditangkap bersama komplotannya.
Letak Geografis

©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Kepulauan yang beribukota di Langgur itu terletak antara 5⁰ – 6⁰ Lintang Selatan dan 131⁰ – 135,5⁰ Bujur Timur. Di sebelah utara, kepulauan ini berbatasan dengan Irian Jaya bagian selatan. Di sebelah selatan berbatasan dengan Laut Arafura, sebelah Barat dengan Laut Banda dan Kepulauan Tanimbar. Sementara di sebelah timur berbatasan dengan Kepulauan Aru.
Kabupaten Maluku Tenggara terdiri dari enam kecamatan, yakni Kei Kecil, Kei Besar, Kei Besar Selatan, Kei Besar Utara Timur, Kei Kecil Timur, dan Kei Kecil Barat. Secara keseluruhan, Maluku Tenggara terdiri atas 119 pulau kecil. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.
Pasir Sehalus Tepung

©2020 Merdeka.com/tualkota.go.id
Berbeda dengan pantai-pantai di seluruh Indonesia, pantai di Kepulauan Kei memiliki butiran sehalus tepung. Kombinasi air laut yang jernih, pasir pantai yang halus, dan indahnya panorama terbentang dengan megah.
Di kepulauan ini pula ada mata air unik, yakni mata air di tepi laut yang memiliki rasa tawar. Selanjutnya, ada pasir putih sepanjang 2 kilometer yang tampak membelah pulau. Wisatawan yang beruntung juga bisa menjumpai sekawanan pelikan Australia yang bermigrasi di Kepulauan Kei.
Gua Hawang dan Mata Air Evu

©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Gua Hawang terletak di kawasan Desa Letvuan. Gua Hawang sendiri sebetulnya merupakan kolam air tawar yang dikelilingi oleh hutan. Dikutip dari phinemo.com, kolam air ini sangat cantik saat diterpa pantulan cahaya matahari.
Para wisatawan bisa melihat ke dasar kolam dengan jelas. Lantaran airnya sangat jernih hingga tampak kebiru-biruan.
Gua Hawang ini terhubung dengan mata air Evu. Para wisatawan harus menyelam melalui sungai bawah tanah yang berada di antara dua liang Gua Hawang untuk menemukan mata air ini.
Bukit Mas Bait

©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Bukit Mas Bait terletak di Desa Kelanit, Pulau Nuro Roa. Bukit yang terletak sekitar 9 kilometer dari Kota Tual ini dapat ditempuh menggunakan mobil dalam waktu 15 menit.
Di puncak bukit tersebut ada patung Yesus Kristus. Patung itu terletak di atas bola bumi yang ditopang oleh tiang-tiang setinggi 7 meter. Bukit ini dipergunakan sebagai lokasi ziarah dan berdoa umat Katolik. Dari bukit ini, panorama Pulau Nuro Roa dan Pulau Dullah serta pulau-pulau kecil di sekitarnya bisa dinikmati dari ketinggian.
Tulisan Mistis di Dinding Gua

©2020 Merdeka.com/tualkota.go.id
Situs ini terletak di Desa Ohoidertawun atau sekitar 17 kilometer dari Kota Tual. Tulisan ini menyerupai simbol bergambar cicak, perahu Belang (perahu tradisional), dan telapak tangan manusia yang terdapat pada dinding gua di ketinggian 10 meter dari permukaan laut.
Tak satu pun masyarakat yang mengetahui kapan persisnya simbol-simbol ini dibuat serta untuk tujuan apa. Simbol (tulisan mistis) ini dapat ditemukan hingga sekarang.
Selain itu, di samping dinding gua bertulisan mistis itu ada goa lain yang dikeramatkan. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Vid Nit yang berarti pintu kematian.
Pasir Putih Terhalus di Dunia

©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Pantai Ngurbloat atau biasa disebut masyarakat sebagai Pantai Panjang merupakan pantai dengan pasir putih paling halus di dunia. Pantai ini cocok sebagai tempat olah raga pantai karena hamparan pasir putih yang indah, airnya yang jernih dan bebas dari sampah.
Setiap akhir pekan, pantai ini dipenuhi para wisatawan. Mereka berenang atak sekadar menikmati panorama indah di sepanjang pantai. Terletak di Desa Ngilngof atau sekitar 17 kilometer dari Kota Tual, pantai ini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit berkendara.
Pulau Menyerupai Kapal

©2020 Merdeka.com/tualkota.go.id
Di Desa Sathen, ada pulau kecil yang bentuknya menyerupai kapal. Dari desa setempat, pulau ini bisa dilihat dari jarak 300 meter.
Masyarakat setempat percaya bahwa kapal milik leluhur mereka yang karam berubah menjadi batu dan kini dikenal dengan sebutan Pulau Kapal. Di sisi kiri, terdapat batu yang menyerupai sekoci.
Pulau ini juga menjadi habitat kelelawar. Meski demikian, laut Pulau Kapal sangat ideal untuk snorkeling. Lautnya sangat kaya akan terumbu karang yang indah. Selain itu, airnya juga berwarna biru jernih.
Wisata di Puncak Gunung

©2020 Merdeka.com/tualkota.go.id
Di puncak gunung Desa Yamtimur ada sebuah objek wisata alam bernama Sisnowain. Di tempat ini terdapat 2 batu besar yang permukaannya penuh dengan jejak binatang.
Tidak jauh dari batu itu, ada air jernih yang mengalir langsung dari sumbernya. Tempat ini dapat dicapai dengan berkendara dari Desa Elat selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki dari Desa Yamtimur selama 90 menit.
Peninggalan Purbakala dari Zaman Megalitikum

©2020 Merdeka.com/tualkota.go.id
Ada situs purbakala bernama Gua Luvat di Ohoi Dertawun. Gua ini sangat fenomenal dan terkenal di kalangan para wisatawan. Lantaran keberadaan lukisan di dinding gua yang berbentuk matahari, panah, perahu, dan hewan.
Konon, lukisan-lukisan ini merupakan hasil peninggalan masa prasejarah. Tepatnya dari zaman Megalitikum atau zaman Batu Besar. Lukisan-lukisan tersebut menceritakan tentang pola hidup dan aktivitas masyarakat Megalitikum yang berkaitan dengan alam sekitar.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya