Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria Pekerja Honorer Puskesmas Ini Tunjukkan Gaji, Jumlahnya Jadi Sorotan

Pria Pekerja Honorer Puskesmas Ini Tunjukkan Gaji, Jumlahnya Jadi Sorotan Pekerja Honorer Puskesmas. ©2023 Merdeka.com/Tik Tok ajirahmanhdt

Merdeka.com - Nasib malang pekerja honorer di tanah air seolah tak pernah berkesudahan. Beban kerja yang setara dengan pegawai negeri sangat tidak sebanding dengan gaji bulanan yang nominalnya ala kadarnya.

Sebuah video berdurasi singkat milik akun Tik Tok ajirahmanhdt menunjukkan bagaimana tenaga kesehatan di puskesmas dihargai dengan upah begitu rendah. Berlatar di sebuah puskesmas, Aji yang diketahui berprofesi sebagai perawat awalnya sangat bersemangat menerima amplop gajinya selama sebulan.

Di hadapan kamera, Aji berusaha menunjukkan berapa banyak gaji yang didapatnya selama satu bulan bekerja. Namun setelah amplop dibuka, netizen justru merasa iba dengan gaji pekerja honorer seperti Aji yang tak seberapa.

Buka Amplop dengan Semangat

pekerja honorer puskesmas

©2023 Merdeka.com/Tik Tok ajirahmanhdt

Tak banyak bicara, Aji hanya tersenyum sumringah sambil menunjukkan amplop putih yang diterimanya sebagai gaji.

Jika dilihat dari penampakannya, amplop tersebut berukuran sangat tipis. Ia secara hati-hati membuka amplop tersebut sambil mengeluarkan uang yang ada di dalamnya.

Hanya Berisi Rp200 Ribu

pekerja honorer puskesmas

©2023 Merdeka.com/Tik Tok ajirahmanhdt

Sesuai dengan penampakan amplopnya, uang dalam amplop Aji hanya berisi 2 lembar Rp 100 ribu berwarna merah. Seolah ingin mengoreksi ulang, Aji membuka lebar amplopnya dan tetap saja tak ditemui uang lain selai uang tersebut.

Raut wajah laki-laki berbaju putih tersebut tampak tak bisa berbohong memendam kekecewaan. Namun, dirinya berusaha agar tetap bersyukur dengan pendapatan yang tak seberapa.

"Alhamdulillah masih bisa bersyukur. Semoga bisa berubah," tulisnya penuh harap.

Sontak unggahan Aji banjir simpati. Banyak orang akhirnya mengetahui alasan pelayanan puskesmas tak sebaik rumah sakit, pasalnya memang tenaga kesehatan tak dihargai secara layak.

"Makanya orang yg kerja d puskesmas mah sak sakke wudellll priksa kehamilan aj sambil telpon telpin," tulis netizen.

"Penghargaan yg tdk sepadan dgn resiko pekerjaan," imbuh netizen lain.

"Sekolahnya mahal lho," tandas netizen lain.

(mdk/vna)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP