Selama pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang sebelumnya dilakukan dengan tatap muka terpaksa harus ditiadakan. Sebagai gantinya, pemerintah mencanangkan program pembelajaran daring (online).
Meski demikian, dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring mendapat banyak tantangan. Yakni mengenai keterbatasan akses internet di daerah pedalaman dan pegunungan, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana lain.
Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menjalankan program Guru Berkunjung untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang selama ini menghambat kegiatan pembelajaran daring, seperti dilansir Antara, Sabtu (25/7). Pasalnya, pembelajaran tatap muka di sekolah memang belum memungkinkan untuk kembali dilakukan.
Advertisement
Keterbatasan Akses Internet
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengungkapkan permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar daring yang paling sering dikeluhkan yakni kesulitan akses internet. Selain itu juga ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran dari jarak jauh.
Masalah ketiadaan fasilitas dan akses internet biasanya dialami sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama swasta.
"Untuk sekolah di Kota Yogyakarta, khususnya negeri, sudah memiliki atau dilengkapi akses internet. Tinggal siswanya saja, ada yang kesulitan dan tidak," katanya di Yogyakarta, Sabtu (25/7).
Advertisement
Program Guru Berkunjung
Guna mengatasi permasalahan itu, pemerintah daerah akan menggerakkan para guru untuk berkunjung ke rumah siswa. Guru akan membantu siswa belajar di rumahnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Nanti akan dilakukan uji coba untuk model pembelajaran ini," lanjutnya.
Sampai berita ini ditulis, Pemerintah Kota Yogyakarta masih menerapkan model pembelajaran dari jarak jauh di seluruh jenjang pendidikan. Meskipun sebagian orang tua mengusulkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah kembali dijalankan.
Advertisement
Keinginan Orang Tua Siswa
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, sebanyak 46 persen orang tua ingin anak-anak mereka bisa kembali belajar di sekolah. Sementara sebesar 54 persen lainnya ingin kegiatan pembelajaran tetap dilakukan secara daring.
"Orang tua yang berkeinginan dilakukan pembelajaran langsung biasanya mengalami kesulitan untuk mengakses internet atau untuk memantau anaknya belajar dengan baik di rumah," ungkap Heroe.
Sedangkan orang tua yang ingin pembelajaran tetap dilakukan secara daring biasanya masih merasa takut atau khawatir terjadi penularan Covid-19 jika anaknya harus datang ke sekolah.
Advertisement
Sediakan WiFi Gratis
Sementara itu, lanjut Heroe, Pemerintah Kota Yogyakarta sudah menyediakan Wi-Fi di 211 area publik. Para siswa bisa mengakses internet secara gratis selama kegiatan pembelajaran daring berlangsung.
"Lokasinya ada di ruang-ruang publik yang tersebar di wilayah. Saya kira, ini bisa dimaksimalkan meskipun belum mampu meng-cover seluruh wilayah," pungkasnya.