Burung walet termasuk jenis burung istimewa karena menghasilkan sarang yang harganya mahal. Sarang burung ini banyak dimanfaatkan untuk kuliner dan obat tradisional.
Advertisement
Sarang burung walet dibuat dari air liur yang membeku. Mengutip Instagram @indonesiago.id, sarang ini dikenal sebagai makanan mewah dan obat tradisional, terutama di Asia.
Burung walet membuat sarang burungnya dengan cara unik. Selain itu, sarang burung walet juga susah dijangkau, seperti pada tebing curam atau gedung tinggi. Hal ini menambah harga jual sarang walet.
Sarang walet menjadi salah satu komoditas alam yang paling berharga, serta simbol kemewahan dan kesehatan yang diakui di seluruh dunia.
Advertisement
Menariknya, Indonesia merupakan penyumbang terbanyak kebutuhan sarang walet dunia, angkanya mencapai 80 persen.
Sarang burung walet juga terkenal dengan istilah Kaviar dari Timur karena harganya sangat mahal. Harga sarang burung walet mencapai Rp5 juta hingga Rp30 juta per kilogram, tergantung kualitasnya.
Beberapa kali Indonesia mengekspor sarang burung walet ke Tiongkok dengan nilai triliunan rupiah.
Advertisement
Sarang burung walet memiliki bentuk beragam, ada yang oval, berbentuk patahan, mirip mangkuk, dan lain sebagainya.
Advertisement
Mengutip situs Alodokter, sarang burung walet memiliki beragam khasiat untuk kesehatan, yakni:
1. Mencegah flu
2. Mencegah tanda-tanda penuaan pada kulit
3. Mengobati diabetes
4. Mencegah obesitas
5. Menurunkan risiko penyakit jantung
6. Mencegah anemia
7. Mencegah fungsi otak
8. Memperbaiki pengeroposan tulang
9. Mengobati osteoarthritis
Advertisement
Sebuah perusahaan ternama asal Bojonegoro berhasil menguasai pasar olahan sarang burung walet dalam bentuk minuman kemasan. Menariknya, cikal bakal minuman sarang burung walet pertama di Indonesia ini muncul dari pengalaman pribadi sang pemilik perusahaan.
Pada tahun 2011 silam, pebisnis asal Bojonegoro, Edwin Pranata mengalami kesulitan mengolah sarang burung walet. Saat itu, ia sedang sakit di Amerika Serikat.
Ia pun melakukan riset dan eksperimen untuk menggali manfaat dan cara mempermudah konsumsi sarang burung walet. Ia berharap olahan sarang burung walet bikinannya bisa dinikmati lebih banyak orang.
Pada tahun 2012, Edwin kembali ke Indonesia dan memulai penelitian lebih serius. Mulai dari dapur rumah, sampai ke laboratorium pribadi.
Mengutip situs resmi Realfood, Edwin melakukan ribuan kali percobaan selama 4 tahun. Dibantu beberapa teman dan karyawan, produk pertama minuman sarang burung walet akhirnya diluncurkan dan dijual kepada masyarakat mulai 2016 silam.
Advertisement