Adhitya Kreshna, seniman asal Tulungagung, Jawa Timur menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku. Ia pernah jadi pengangguran dan mencoba berbagai cara untuk bangkit. Usahanya tak sia-sia, Adhitya akhirnya menemukan ide unik dalam dunia kesenian.
Advertisement
Pada tahun 2013, Adhitya tak punya pekerjaan. Di tengah keterpurukannya, ia nekat membuka warung kopi. Setiap hari, Adhitya melihat ampas kopi tersisa di cangkir para konsumennya. Saat itulah, ide membuat lukisan dengan ampas kopi muncul.
Pada tahun 2015, Adhitya mencoba mengimplementasikan idenya. Awalnya ia melukis di atas kertas, sebelum kemudian menggunakan media kanvas. Pada tahun 2017, ia diajak rekan senimannya untuk berpartisipasi pada pameran di Amerika Serikat.
Saat itu, panitia pameran tidak menyediakan biaya transportasi dan akomodasi. Adhitya yang saat itu tak punya uang sempat kebingungan apakah akan berangkat ke Amerika atau mengurungkan niat.
Tak disangka, mendekati hari keberangkatan ada seorang kenalannya yang ingin membantu keberangkatan Adhitya ke Amerika.
Orang tersebut mentransfer sejumlah uang yang saat itu cukup untuk membeli tiket pesawat. Masalah tak berhenti di situ, saat tiket pesawat sudah terbeli, Adhitya masih bingung bagaimana biaya hidupnya selama di Amerika. Beruntung, ia punya beberapa teman di Amerika yang siap menampung selama pameran berlangsung.
Advertisement
Advertisement
Ide awal melukis menggunakan ampas kopi muncul karena keinginan Adhitya mengenalkan budaya cethe Tulungagung, memisahkan kopi dengan ampasnya kepada publik yang lebih luas.
Advertisement
Berbeda dari kebanyakan seniman, Adhitya tidak menekuni satu genre tertentu dalam dunia lukis.
"Saya nggambar semau saya sendiri. Menurut saya genre membatasi apa yang mau saya bicarakan," ungkapnya.
Advertisement
Kini, selain aktif mengikuti pameran seni di berbagai daerah, Adhitya juga menerima pesanan lukisan dari konsumen. Harga lukisannya dibanderol mulai Rp3 juta rupiah
Advertisement
Adhitya mengaku bangga menjadi orang Jawa. Setiap petuah Jawa selalu ada keseimbangan dengan alam.
"Semua kalau saling mendukung untuk circle kehidupan besar maka akan seimbang," ujarnya, dikutip dari YouTube PecahTelur.
Advertisement