Dulu Miskin Tak Punya Rumah, Pria Kediri Ini Sukses Jadi Juragan Tabulampot Pembelinya dari Seluruh Indonesia

Ia memberdayakan masyarakat sekitar untuk hidup sejahtera bersama-sama

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Dulu Miskin Tak Punya Rumah, Pria Kediri Ini Sukses Jadi Juragan Tabulampot Pembelinya dari Seluruh Indonesia
Dulu Miskin Tak Punya Rumah, Pria Kediri Ini Sukses Jadi Juragan Tabulampot Pembelinya dari Seluruh Indonesia (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Agus Joko Susilo dulunya punya kehidupan kurang baik. Pria asal Kediri ini tak punya rumah memadai untuk tinggal. Bahkan, sang anak harus mengenakan helm saat tidur untuk mengantisipasi genteng jatuh. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kehidupan Agus sekeluarga mulai berubah saat dirinya berprofesi sebagai tukang stek tanaman keliling. Keberhasilannya menghasilkan buah-buah unik membuat namanya terkenal. 

(Foto: YouTube PecahTelur)

Agus mengaku dulunya ia merupakan salah satu orang paling miskin di lingkungan tempat tinggalnya. Ia baru bisa membeli motor bekas seharga Rp1 jutaan pada tahun 2004 silam. Motor itu jadi modal utamanya menjalani profesi tukang stek tanaman keliling. Ia dan keluarganya tinggal di rumah warisan orang tua yang kondisinya sudah tidak layak. 

"Anak saya kalau tidur saya kasih helm biar tidak kejatuhan genteng," ungkap Agus.

Awalnya Hobi
Dok. Istimewa

Sebelum menekuni dunia perkebunan, Agus menggembala kambing. Pada tahun 2004 setelah membeli motor bekas, ia mulai menjalani profesi sebagai tukang stek keliling. Ia mengaku kemampuannya menyetek tanaman adalah hobi.

Sejak menjadi tukang stek keliling, kondisi ekonomi keluarganya mulai terangkat. Selain menyetek keliling, Agus juga mencoba membuat bibit aneka tanaman seperti kelengkeh, mangga, hingga alpukat. Ciri khasnya adalah menanam buah dalam pot (tabulampot). Banyak orang menyangsikan percobaan Agus menanam tanaman buah yang terkenal tumbuh tinggi di tanah justru ditanam di dalam pot. Setelah bibit-bibit tanaman dalam pot itu berhasil berbuah, baru orang lain memuji usaha Agus.

Petani Alpukat
Dok. Istimewa

Agus memutuskan memilih mengembangkan alpukat karena buah ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan diminati masyarakat.

"Alpukat salah satu superfood untuk masyarakat Indonesia. Saat ini sudah banyak orang diet meninggalkan nasi, ganti konsumi alpukat," terang Agus, dikutip dari YouTube PecahTelur. 

Awalnya Agus mengembangkan alpukat lokal. Kemudian berkembang menanam alpukat aligator hingga menemukan alpukat kelud.

Eksistensi Agus sebagai petani alpukat dikenal saat ia berhasil membuat alpukat sebagai tabulampot. Pohon alpukat yang ia tanam di dalam pot sudah bisa berbuah saat tinggi pohonnya sekitar satu meter. 


Tabulampot Indonesia
Dok. Istimewa

Agus memberi nama usaha perkebunannya sebagai Tabulampot Indonesia. Ia punya harapan khusus terkait nama ini.

Kini, konsumen alpukat maupun bibit tanaman buah usaha Tabulampot berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap hari, nyaris selalu ada kunjungan wisatawan ke lahan  perkebunannya di Desa Jambu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Bahkan, Agus pernah menerima kunjungan dari Malaysia. Salah satu produk unggul di perkebunan milik Agus adalah alpukat kelud. Ia memberi nama sendiri jenis alpukat ini dengan mengambil nama gunung di Kediri yakni Gunung Kelud. 

Ajak Masyarakat
Dok. Istimewa

Menariknya, Agus tak mau menikmati keberhasilannya sendiri. Ia mengajak masyarakat di lingkungannya untuk lebih berdaya. Salah satunya dengan menyediakan bibit tanaman. Selanjutnya, bibit tanaman itu dijualkan oleh Agus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Agus berprinsip, menjalankan usaha secara bersama-sama dengan masyarakat akan memberikan keuntungan lebih besar untuk mereka semua. 

(Foto: Dok. Agus Joko Susilo)

Agus mencetuskan program Mendadak Kaya untuk masyarakat. Pada praktiknya, masyarakat diminta membuat bibit tanaman, lalu pihak Agus lah yang mencarikan konsumennya.

Selain perkara bisnis, Agus punya mimpi menanam banyak pohon untuk kelestarian alam di daerahnya. 

Rekomendasi