Korban berhasil mempertahankan motornya, namun ia dilarikan ke IGD Rumah Sakit
Advertisement
Advertisement
Peristiwa ini bermula saat Usul, warga Kelurahan Pakistaji Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo pulang dari rumah temannya mengendarai motor. Sesampainya di jalur selatan Probolinggo, ia dipepet tiga orang pengendara motor.
Para pelaku berupaya merampas motor dan melukai Usul dengan senjata tajam hingga terluka. Namun korban terus melawan, ia melempari para pelaku dengan pasir campur batu. Perlawanan korban membuat para pelaku akhirnya tancap gas kabur meninggalkan lokasi kejadian.
(Foto: liputan6.com)
Advertisement
Akibat serangan senjata tajam, korban mengalami sejumlah luka bacok di tubuhnya. Saat itu juga, ia langsung dilarikan ke IGD RSUD Muhammad Saleh Kota Probolinggo.
Amran, seorang saksi mata menceritakan ulang peristiwa mengerikan yang terjadi di Kelurahan Kedung Galeng Kota Probolinggo itu. Menurut saksi mata, pelaku dan korban sama-sama mengendarai motor dari arah barat. Sesampainya di lokasi para pelaku menyerang korban dengan senjata tajam. Korban melawan melempari para pelaku dengan kerikil dan pasir.
(Foto: Liputan6.com)
Advertisement
Kasus tiga begal menyerang pria paruh baya di Kota Probolinggo itu telah sampai ke kepolisian setempat. Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami kasus serta mengejar para pelaku.
Advertisement
Begal memiliki tujuan merampas barang orang lain agar mendapat harta dan benda sesuai ekspektasi. Kejahatan pencurian ini biasanya disertai kekerasan.
Mengutip dari ejournal.warmadewa.ac.id, pada dasarnya begal melakukan aksinya dengan berkelompok atau bekerja sama, di mana setiap pelaku memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya.
Faktor pendorong seseorang melakukan aksi begal antara lain kondisi ekonomi sulit, tidak mendapatkan pendidikan baik dalam keluarga, tertekan dengan lingkungan sekitar, hingga akibat kecanduan obat-obat terlarang.
Advertisement