Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Keraton Surabaya, Menang Melawan Pasukan Mongol hingga Dihabisi Belanda

Cerita Keraton Surabaya, Menang Melawan Pasukan Mongol hingga Dihabisi Belanda Ilustrasi kota Surabaya. ©2015 Wonderful Indonesia

Merdeka.com - Tidak banyak yang tahu bahwasanya di Kota Surabaya, Jawa Timur pernah berdiri sebuah kerajaan. Bahkan, dalam buku pelajaran Sejarah keberadaan Keraton Surabaya tak diceritakan.

Meski demikian, keberadaan Keraton Surabaya ditandai dengan beberapa kampung yang berkaitan dengan Adipati Keraton Surabaya.

Menang Lawan Pasukan Mongol

Munculnya Keraton Surabaya ditandai dari kemenangan Raden Wijaya saat bertempur melawan pasukan Mongol. Selanjutnya, pada tahun 1293, Hujung Galuh berganti nama menjadi Curabhaya.

Kemasyhuran Keraton Curabhaya dan letaknya yang strategis sampai ke telinga Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Agung. Pasukan Kerajaan Mataram melakukan penyerbuan ke Curabhaya sejak tahun 1620 hingga 1624, namun selalu gagal. Akhirnya, Sultang Agung menyerang Sukadana (Kalimantan Selatan) dan Madura.

Kemudian, pada tahun 1625 Keraton Surabaya di bawah kepemimpinan Pangeran Pekik akhirnya menyerah dan dikuasai Kerajaan Mataram, seperti melansir liputan6.com (1/8/2021).

Dihabisi Belanda

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Surabaya Tempo Dulu (@surabayatempodulu)

 

Saat Belanda memasuki Kota Surabaya pada tahun 1755, sisa-sisa kejayaan Keraton Surabaya makin tak tampak. Pemerintah kolonial Belanda membabat habis kerajaan tersebut.

Meskipun tidak ada bukti sejarah yang berbentuk monumen, berbagai literatur karya sejarawan Surabaya dan Belanda memperkirakan Keraton Surabaya dahulunya meliputi kawasan Kebonrojo sebagai Taman Keraton, Tugu Pahlawan sebagai Alun-alun Utara dan Alun-alun Contong (Baliwerti – Bubutan) yang merupakan bagian dari Alun-alun Selatan.

Salah satu bukti keberadaan Keraton Surabaya yakni adanya Kampung Keraton yang terletak di antara Jalan Pahlawan dan Jalan Keramat Gantung. Kawasan ini disebut sebagai tempat berdirinya Keraton Surabaya.

Di ujung kampung ini terdapat gapura setinggi empat meter yang diyakini sebagai bagian dari gerbang Keraton Surabaya. Itulah satu-satunya bangunan Keraton Surabaya yang masih tersisa.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP