Cara Unik Sinden di Tuban Mempercantik Diri, Begini Ritual yang Dilakukan
Merdeka.com - Para sinden di Kabupaten Tuban, Jawa Timur rutin mengikuti Siraman Waranggono. Siraman yang dilakukan di Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban itu dipercaya bisa menambah kecantikan pada diri para sinden.
Ritual siraman tersebut juga dipercaya dapat menyucikan secara lahir batin. Serta memberikan keselamatan kepada para sinden, seperti dikutip dari budayajawa.id.
Sejak dilakukan pertama kali pada tahun 2003, ritual ini rutin digelar setiap tahunnya. Namun, tahun ini berbeda. Guna menghindari kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19, ritual Siraman Waranggono tahun ini ditiadakan.
Pelaksanaan Ritual

©2020 Merdeka.com/tubankab.go.id
Ritual Waranggono dilaksanakan pada tanggal 1 November di setiap tahunnya. Waktu penyelenggaraan ini tidak pernah berubah sejak semula.
Ritual ini diawali dengan kirab sesaji dari halaman pemandian dan diakhiri dengan berjalan di air mengelilingi sendang widodaren. Ritual ini dipercaya bisa mempercantik diri para pesinden yang turut serta dalam ritual. Selain itu, juga membuat mereka suci lahir batin serta terjaga keselamatannya.
Agenda Pemerintah Setempat
Dikutip dari tubankab.go.id, Siraman Waranggono menjadi salah satu agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tuban. Khususnya termasuk agenda Hari Jadi Tuban.
Ritual Siraman Waranggono sendiri diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi seni budaya di Kabupaten Tuban. Ritual itu sudah menjadi ciri khas kota berjuluk Bumi Wali itu.
Penguat Ekonomi Kreatif

©2020 Merdeka.com/tubankab.go.id
Kesenian tayub sendiri dianggap penting sebagai warisan budaya leluhur. Selain itu, kesenian budaya pada umumnya juga menjadi penguat ekonomi kreatif suatu daerah. Seperti disampaikan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein.
Dalam hal ini, lanjut Wabup, penguatan dari segi kualitas pelaku seni menjadi penting. “Harus dikuatkan, kalau kita sepakat pariwisata yang berbasis seni sebagai penguat ekonomi kreatif, harus benar benar diperhatikan dari berbagai aspek, selain satpras juga kualitas senimannya,” tuturnya.
Variasi Pelaksanaan

©2020 Merdeka.com/tubankab.go.id
Pada 2019 lalu, pelaksanaan ritual Siraman Waranggono tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika di tahun-tahun sebelumnya, ritual hanya difokuskan di pemandian Bektuharjo, di tahun 2019 dikembangkan dengan adanya kirab peserta ritual dari Alun-alun kabupaten menuju pemandian Bektiharjo, seperti dilansir bloktuban.com (6/11/2019).
"Tahun ini ada da yang berbeda dibanding tahun lalu, kalau tahun lalu kirabnya hanya di pemandian. Sekarang kirab dimulai dari Alun-alun hingga ke pemandian, jadi setiap tahun dikembangkan," terang Wakil Bupati Tuban, H. Noor Nahar Hussein.
Peserta Siraman Waranggono

©2020 Merdeka.com/tubankab.go.id
Diketahui, Siraman Waranggono merupakan ritual yang harus dilakukan oleh para waranggono junior untuk naik tingkat ke level senior, atau dari waranggono amatir menjadi waranggonoo profesional.
Wakil Bupati Tuban itu berharap keberadaan Siraman Waranggono bisa meningkatkan potensi wisata dan kebudayaan di daerah setempat.
"Semoga seni tayub Tuban ini bisa berkembang, serta kreativitas dan keterampilan-keterampilan waranggono junior juga bisa lebih dikembangkan," ungkapnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya