Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Menghindari Takabur dan Pengertiannya, Simak Lebih Lanjut

Cara Menghindari Takabur dan Pengertiannya, Simak Lebih Lanjut Ilustrasi Berdoa. ©2022 Merdeka.com/pixabay

Merdeka.com - Takabur adalah salah satu sifat yang sangat berbahaya bagi manusia dan juga membahayakan orang lain. Orang yang memiliki sifat takabur terkadang tidak merasa telah melakukan perbuatan yang sangat tercela. Hal ini sangat berbahaya bagi dirinya sendiri.

Tak sedikit perbuatan yang didasari sifat takabur menjadi penyulut terjadinya permusuhan di antara manusia. Dalam hubungan kemanusiaan, sifat takabur dapat menjauhkan seseorang dari pergaulan hidupnya dengan orang lain.

Sifat takabur umumnya muncul karena disulut oleh adanya keberhasilan dalam hidup seseorang. Orang yang memegang jabatan tinggi, orang kaya, dan orang yang sukses, akan mudah terjangkit sifat takabur. Namun, tidak sedikit juga orang yang tidak memiliki harta, orang kecil, dan orang-orang yang tidak berhasil memiliki sifat ini.

Pada akhirnya sifat takabur sering menjadi bagian atau watak dari seseorang. Hal ini tak akan membawa dampak yang baik, karena orang takabur biasanya tak akan hidup dengan tenang. Sehingga, penting bagi kita semua untuk mengetahui bagaimana cara menghindari takabur sesegera mungkin.

Pengertian Takabur

Menurut pengertian bahasa, takabur berarti sombong. Sombong adalah sifat manusia yang menganggap dirinya lebih baik daripada orang lain. Ketika orang merasa bangga dengan apa yang dimilikinya (ujub) dan menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya, maka hal itu disebut sombong atau angkuh.

Takabur atau sombong merupakan salah satu bentuk akhlak tercela yang sangat berbahaya bagi seseorang, khususnya seorang Muslim. Karena itu sifat takabur harus dijauhkan dari kehidupan seorang Muslim. Sifat takabur bisa muncul dalam diri seseorang karena merasa bangga dengan ilmu yang dimilikinya, atau bisa juga karena harta, kecantikan, kedudukan, dan lain sebagainya.

Sifat takabur dapat tercermin dalam tindakan-tindakan seseorang baik secara lahir maupun batin. Tindakan lahir misalnya melakukan kezaliman terhadap orang lain, terutama yang menjadi lawannya, dan juga tindak tanduknya yang menunjukkan kesombongannya. Adapun tindakan batinnya misalnya adalah dengki terhadap orang lain yang tidak disenangi, sehingga pada akhirnya menimbulkan rasa dendam dan berusaha untuk menjatuhkan orang tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari sifat takabur dapat terlihat dalam bentuk aktivitas seperti berikut;

  • Riya’ (pamer), suka memuji diri, dan membanggakan dirinya.
  • Meremehkan orang lain.
  • Suka mencela dan menjatuhkan orang lain.
  • Memalingkan muka ketika bertemu orang lain.
  • Berlebihan dalam berpakaian dan berpenampilan.
  • Dan sebagainya.
  • Dampak Negatif Takabur dalam Hidup

    Mengutip Dr. Marzuki, M.Ag dalam bukunya, takabur dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu takabur kepada Allah, takabur kepada Rasulullah, dan takabur kepada sesama manusia.

    Takabur kepada Allah dapat berupa sikap tidak mau memedulikan ajaran-ajaran Allah, memandang enteng ancaman Allah, dan lain sebagainya. Dampak yang diperoleh dari sikap takabur terhadap Allah dijelaskan dalam al-Quran surat al-Mu’min (40) ayat 60 yang artinya:

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dengan hina dina”. (QS. al-Mu’min (40): 60).

    Dampak negatif lainnya adalah tidak disukai oleh Allah (QS. an-Nahl (16): 22-24), mendapatkan azab yang hina (QS. al-An’am (6): 93), dan lain sebagainya.

    Takabur kepada Rasulullah dapat berupa keengganan mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah dan mengabaikan pesan-pesan dari hadis-hadis Nabi. Takabur kepada Rasulullah sama hukumnya dengan takabur kepada Allah.

    Akibat negatif yang akan diterima seseorang yang bersikap takabur kepada Rasulullah di antaranya tidak akan diakui sebagai umat Nabi. Rasulullah Saw. bersabda:

    “Barang siapa yang mengangkat senjata melawan kami, maka tidak termasuk golongan kami, dan barang siapa yang menipu (membenci) kami, maka tidak termasuk golongan kami”. (HR. Muslim).

    Adapun takabur terhadap sesama manusia biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti yang tercermin dalam bentuk-bentuk tindakan seperti disebutkan di atas, misalnya riya’, merendahkan orang lain, berjalan dengan angkuh, dan lain-lainnya. Dalam salah satu ayat al-Quran Allah berfirman:

    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Luqman (31): 18).

    Dalam hadis juga ditegaskan, bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda:

    “Tidak dapat masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sedikit saja takabur (sombong). Seorang laki-laki berkata: “Sesungguhnya seorang laki-laki ingin pakaiannya bagus dan sandalnya bagus”. Nabi bersabda: “Allah itu indah dan Dia menyukai keindahan, sombong itu menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain”. (HR. Muslim).

    Jadi, orang yang memiliki sifat sombong tidak akan dicintai oleh Allah dan akan terganggu jalannya untuk masuk ke surga. Dengan demikian, sifat takabur dalam bentuk apa pun sangat membahayakan bagi seorang Muslim. Secara umum bahayanya adalah sebagai berikut:

  • Takabur membuat seseorang menjadi rendah dalam pandangan Allah dan makhluk-Nya.
  • Orang yang merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain (sombong), maka akan sulit mencapai derajat dalam bidang keilmuan dan kearifan. Sebaliknya dia akan tersungkur dalam kebodohan yang berlipat-lipat, sebab dia sulit berkonsultasi dengan orang lain. 
  • Takabur juga akan merusak pergaulan manusia serta merenggangkan tali silaturahmi dan tolong-menolong.
  • Cara Menghindari Takabur

    Setelah memahami bahaya sifat takabur dan dampak negatifnya, maka sudah seyogyanya sifat takabur ini dihindari. Adapun cara menghindari takabur yang dapat ditempuh adalah:

    1. Ketahui Jati Diri

    Seseorang harus berpikir siapakah dia sebenarnya. Bagaimana dia dulunya, sekarang, dan yang akan datang. Dengan menyadari bahwa dia dulunya berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah, serta keberadaannya sekarang juga masih banyak memiliki kelemahan, apakah patut dia itu takabur?

    2. Baca Ayat Al-Quran dan Hadit

    Seseorang yang takabur harus banyak membaca ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis Nabi yang mengutuk sifat takabur dan menjelaskan akibat buruknya bagi manusia.

    3. Ingat-Ingat Bahayanya

    Seseorang yang takabur harus selalu mengingat bahayanya yang sangat buruk, sehingga penyakit takabur ini benar-benar dijauhkan dari kehidupannya.

    4. Perangi Selalu Sifat Ini

    Seseorang yang sudah terjangkit sifat takabur harus benar-benar berusaha untuk memeranginya, meskipun harus melakukan hal-hal yang tidak disukainya, sehingga sifat takabur itu sedikit demi sedikit akan hilang dari dirinya.

    (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP