Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arti Qodarullah dan Waktu Pengucapannya yang Tepat, Umat Muslim Wajib Tahu

Arti Qodarullah dan Waktu Pengucapannya yang Tepat, Umat Muslim Wajib Tahu Ilustrasi Berdoa. ©2022 Merdeka.com/pixabay

Merdeka.com - Arti qodarullah dalam Islam adalahketetapan atau qadar dari Allah SWT, sehingga tidak perlu lagi dipertanyakan atau disesali atas apa yang terjadi. Arti qodarullah menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta memang merupakan kehendak Allah SWT. Sementara,secara bahasa arti qodarullah adalah hukum, perintah, kehendak, atau ketetapan.

Arti qodarullah bahkan termasuk ke dalam salah satu rukun iman kepada Allah, seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist berbunyi: "Iman ialah engkau percaya kepada Allah, Malikat-Malaikat-Nya, kitab-kitabnya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir, dan engkau percaya kepada qadar Allah, yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim).

Istilah qodarullah pasti sudah tak asing lagi di telinga para umat muslim karena seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ada waktu atau kesempatan tertentu untuk menggunakan kata ini dengan tepat. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai arti qodarullah yang patut diketahui.

Arti Qodarullah

Dalam Islam, qodarullah tak hanya merupakan sebuah kata atau istilah untuk diketahui, melainkan juga wajib untuk diimani. Sebab, meyakini qadarullah adalah salah satu indikator sempurnanya keislaman seseorang. Seperti yang telah disebutkan di atas,  arti qodarullah dalam Islam adalah ketetapan atau qadar dari Allah SWT, sehingga tidak perlu dipertanyakan atau disesali.

Qodarullah menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah kehendak Allah SWT semata. Oleh sebab itu, semua makhluk harus tunduk dan taat kepada apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Karena apapun yang akan terjadi maupun yang sudah terjadi seluruhnya akan dikembalikan kepada kehendak dan ketetapanNya.

Seorang muslim wajib memiliki rasa optimistis dan menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi pada dirinya merupakan kehendak takdir Allah atau qodarullah. Dengan meyakini qodarullah, maka akan timbul rasa bersyukur ketika ia mengalami hal-hal yang membahagiakan dan akan muncul sikap sabar ketika ia tertimpa musibah.

Waktu Pengucapan Qodarullah

Dalam hidup, terkadang manusia memang memiliki harapan atau ekspektasi yang terlalu tinggi atas suatu hal. Akibatnya, akan sulit bagi mereka untuk menerima kenyataan ketika mendapat hasil yang tak sesuai dengan harapan-harapan tersebut.

Sehingga pada akhirnya, mereka akan merasakan semacam rasa sesal atau berandai-andai. Misal, andai tidak begini, itu pasti tidak akan terjadi, dan semacamnya.

Padahal, pernyataan dan perasaan sesal seperti itu menunjukkan ketidakpercayaan seorang muslim terhadap rencana Allah SWT. Mereka menyangsikan bahwa segala sesuatu yang telah terjadi, baik atau buruk merupakan kehendak Allah SWT yang tidak bisa dihindari maupun dilawan.

Pada momen-momen seperti inilah Anda sebagai seorang muslim sebaiknya mengucapkan 'qodarullah', untuk mengingatkan diri sendiri akan kebesaran Allah SWT dalam menetapkan takdir hambaNya. Dilansir dari liputan6.com, Nabi Muhammad dalam sebuah hadis Riwayat Muslim bersabda:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: "Seandainya aku lakukan demikian dan demikian." Akan tetapi hendaklah kau katakan: "Ini sudah jadi takdir Allah (Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi." Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan." (HR Muslim).

Menyelipkan kata qodarullah dalam percakapan rencana kehidupan sehari-hari sangat dianjurkan sebagai bentuk keimanan seorang muslim kepada Allah SWT. Karena, seburuk-buruknya takdir yang menimpa pasti akan ada hikmah di baliknya yang bisa diambil dan dipetik sebagai pelajaran untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi.

Hukum dan Hikmah Pengucapan Qodarullah

Setelah mengetahui arti qodarullah beserta kapan waktu-waktu yang tepat untuk mengucapkan, hal selanjutnya yang patut diketahui adalah hukum dan hikmah dari qodarullah.

Kata qodarullah termasuk kalimat yang baik atau kalimah thayibah, sebagaimana tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.  Pengucapannya dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari saat Anda sebagai umat muslim tengah menghadapi sebuah kenyataan apa pun, pahit ataupun manis.

Ungkapan qodarullah merupakan bentuk keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Seperti pernyataan hadis berikut ini:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: "Seandainya aku lakukan demikian dan demikian." Akan tetapi hendaklah kau katakan: "Ini sudah jadi takdir Allah (Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi." Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan." (HR Muslim).

Sementara itu, hikmah dari pengucapan qodarullah yang bisa Anda petik dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut;

  1. Mampu menghilangkan perasaan putus asa dalam diri seseorang jika sedang mengalami cobaan atau musibah dalam hidupnya.
  2. Tidak akan membuat seseorang untuk bersikap sombong dan lupa diri saat meraih kesuksesan dan kegembiraan.
  3. Selalu merasa dekat dengan Allah sehingga menimbulkan kedamaian dan ketenangan hati.
  4. Selalu berprasangka baik (husnuzan) terhadap segala takdir dan keputusan yang Allah tetapkan.
  5. Sebagai pengingat bahwa manusia hanyalah hamba-Nya yang lemah dan tidak ada apa-apanya di hadapan Allah.

Konsep Qadarullah dalam Kehidupan

Bagaimana ucapan qadarullah berpengaruh dalam kehidupan?

Konsep qadarullah memiliki dampak yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa cara bagaimana keyakinan ini memengaruhi kita:

  • Ketawakal dan Reda: Memahami bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah membantu kita untuk ketawakal (mengandalkan Allah sepenuhnya) dan merasa reda (menerima dengan lapang dada) terhadap apa pun yang terjadi. Kita berusaha sebaik mungkin, tetapi akhirnya kita percaya bahwa hasilnya ada di tangan-Nya.
  • Kesabaran dan Syukur: Ketika menghadapi tantangan, kita bisa bersabar dan mengingat bahwa ini adalah bagian dari rencana Allah. Kita juga lebih cenderung bersyukur atas nikmat-Nya, baik yang besar maupun yang kecil.
  • Tidak Takut pada Masa Depan: Keyakinan pada qadarullah membantu kita mengatasi kekhawatiran tentang masa depan. Kita tahu bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu dengan bijaksana dan bahwa kita hanya perlu berusaha sebaik mungkin.
  • Tidak Menyalahkan Orang Lain: Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, kita tidak menyalahkan orang lain atau keadaan. Sebaliknya, kita mengakui bahwa ini adalah bagian dari ketetapan Allah.
  • Bekerja dengan Ikhlas: Keyakinan pada qadarullah mengajarkan kita untuk bekerja dengan ikhlas, tanpa mengharapkan pujian atau hasil yang instan. Kita tahu bahwa hasil akhir ada di tangan-Nya.
  • Ingatlah bahwa qadarullah bukan alasan untuk pasif atau berhenti berusaha. Sebaliknya, ini adalah landasan yang kuat untuk menghadapi hidup dengan ketenangan dan kepercayaan pada rencana-Nya.

    (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP