Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Penyebab Telat Haid Selama 2 Bulan, Tak Hanya Karena Hamil

7 Penyebab Telat Haid Selama 2 Bulan, Tak Hanya Karena Hamil Ilustrasi haid. ©2017 i.huffpost.com

Merdeka.com - Penyebab telat haid selama 2 bulan bisa terjadi karena adanya beberapa faktor. Telat haid bisa menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Normalnya wanita akan mengalami menstruasi setiap 28 hari. Siklus menstruasi yang sehat dapat berkisar dari setiap 21 hingga 35 hari.

Jika menstruasi telah melebihi rentang waktu tersebut, kondisi ini biasanya akan disebut dengan telat haid. Beberapa kondisi biasanya akan mempengaruhi dan menjadi penyebabnya. Biasanya memang terjadi karena kehamilan. Namun, masih banyak faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut.

Penyebab ini juga bisa didasari oleh berbagai kondisi. Beberapa kondisi tidak begitu mengkhawatirkan dan dapat diatasi dengan mudah. Namun, beberapa kondisi lain memerlukan tindakan lebih lanjut. Penyebab telat haid selama 2 bulan yang paling umum adalah penyebab alami, faktor gaya hidup, dan ketidakseimbangan hormon.

Untuk mengetahui secara lebih rinci, berikut kami rangkum 7 penyebab telat haid selama 2 bulan, yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Adanya Perubahan Berat Badan Secara Drastis

badan

© elembarazo.net

Adanya penambahan atau penurunan yang ceoat dari sejumlah besar berat badan dapat menjadi penyebab ketidakseimbangan hormon. Adanya hal tersebut dapat menjadi penyebab telat haid bagi wanita. Kondisi ini bisa diselesaikan seiring waktu. Perubahan berat badan dapat dipicu penyakit, pengobatan, atau perubahan pola makan.

Obesitas dapat memengaruhi estrogen dan progesteron dan bahkan dapat mengakibatkan penurunan kesuburan. Indeks massa tubuh yang sangat tinggi dikaitkan dengan telat haid. Sementara itu, menjadi sangat kurus juga bisa mengganggu siklus menstruasi. Ketika tubuh kekurangan lemak dan nutrisi lain, ia tidak dapat menghasilkan hormon seperti yang seharusnya.

Dengan menerapkan pola hidup sehat merupakan cara yang paling tepat untuk penanganan penyebab telat haid 2 bulan. Coba untuk konsumsi banyak air putih dan sayuran hijau untuk menstabilkan hormon.

Stres

012 tantri setyorini

©Ilustrasi stres

Stres yang terjadi secara berkepanjangan akan dapat menjadi penyebab telat haid yang selanjutnya. Stres jangka panjang atau intens akan dapat mempengaruhi bagian otak yang mengontrol hormon reproduksi.

Stres mendalam akan mengubah produksi hormon pelepas gonadotropin (GnRH), mengganggu ovulasi dan penyebab telat datang bulan. Inilah hal yang dapat menyebabkan berhentinya ovulasi dan menstruasi.

Seiring berjalannya waktu, stres akan dapat menyebabkan penyakit, kenaikan atau penurunan berat badan secara drastis yang semuanya akan berdampak pada siklus menstruasi. Jika Anda merasa stres, ada baiknya cobalah untuk berlatih teknik relaksasi, mengubah gaya hidup. Setelah stres hilang, siklus menstruasi akan kembali seperti semula.

Olahraga yang Berlebihan

011 tantri setyorini

©2018 Merdeka.com/Pexels

Olahraga yang dilakukan secara berlebihan akan dapat menjadi penyebab telat haid bagi seorang wanita, terutama bagi seseorang yang memiliki berat badan rendah atau sedikit lemak di tubuh. Olahraga secara ekstrem akan dapat menyebabkan perubahan hormon hiposifis dan hormon tiroid, yang dapat mengakibatkan perubahan ovulasi dan menstruasi.

Sebaiknya, lakukan olahraga secukupnya dengan mempertahankan nutrisi yang optimal. Bila Anda ragu, konsultasikan pada dokter mengenai waktu dan durasi olahraga yang tepat.

Menyusui

011 yoga tri priyanto

© boldsky.com

Prolaktin merupakan hormon yang biasanya diproduksi oleh tubuh manusia selama dalam masa menyusui. Hormon ini dapat menjadi penyebab telat haid pada seorang wanita dan merupakan alasan mengapa sebagian besar wanita menyusui tidak mengalami menstruasi.

Pada orang yang tidak menyusui, keluarnya susu dari puting susu dapat menandakan bahwa tubuh membuat jumlah prolaktin yang tinggi secara tidak normal. Dokter dapat mengobati produksi prolaktin yang berlebihan dengan obat-obatan tertentu.

Masalah Tiroid

Kelenjar tiroid yang bekerja terlalu aktif atau kurang aktif bisa menjadi penyebab telat haid atau terlewat. Tiroid akan bekerja mengatur sistem metabolisme tubuh, sehingga kadar homron reproduksi dapat juga menjadi terpengaruh. Masalah tiroid ini biasanya dapat diobati dengan obat-obatan khusus.

Tanda-tanda lain dari masalah tiroid biasanya dapat berupa kelelahan ekstrim dalam waktu lama, rambut rontok, kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, dan selalu merasa kedinginan atau hangat.

Untuk itu, agar bisa mengetahui penyebabnya secara cepat, Anda akan perlu mempelajari secara dini untuk mendeteksi penyebabnya secara cepat

Adanya Penyakit dan Pengobatan Tertentu

012 farah fuadona

Reuters

Kondisi kronis yang dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda termasuk penyakit tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), tumor hipofisis, penyakit kelenjar adrenal, kista ovarium, disfungsi hati, dan diabetes.

Selain itu, nyakit akut, seperti radang paru-paru, serangan jantung, gagal ginjal, atau meningitis, dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat dan kekurangan nutrisi atau disfungsi hormon. Hal inilah yang juga menjadi penyebab haid pada wanita

Beberapa obat, seperti antidepresan, antipsikotik, obat tiroid, antikonvulsan, dan beberapa obat kemoterapi, dapat menyebabkan menstruasi terlambat. Alat kontrasepsi tertentu juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Telah Memasuki Masa Menopause

Penyebab telat haid lainnya ialah menopause. Seseorang yang telah memasuki masa menopause adalah ketika mereka belum menstruasi setidaknya selama 12 bulan. Usia rata-rata orang yang memasuki masa menopause antara 51 tahun.

Transisi menuju menopause biasa disebut perimenopause. Salah satu gejala perimenopause adalah haid yang tidak teratur atau terlambat.

Sebagian besar wanita mulai menopause antara usia 45 hingga 55. Wanita yang mengalami gejala sekitar usia 40 atau lebih awal dianggap memiliki peri-menopause dini. Kondisi ini terjadi karena reproduksi sudah tidak berovulasi lagi.

 

Tips Mengatasi PMS Telat 2 Bulan

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi PMS (Premenstrual Syndrome) yang telat hingga dua bulan:

1. Konsultasi dengan Dokter atau Ahli Kesehatan

Jika menstruasi terlambat hingga dua bulan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan. Hal ini penting untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan hormon, kehamilan, atau masalah reproduksi lainnya. Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan saran perawatan yang sesuai.

2. Perbaiki Pola Makan

Nutrisi yang baik dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan mengurangi gejala PMS. Pastikan asupan makanan seimbang, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein. Hindari makanan olahan yang tinggi gula atau garam, karena dapat memperburuk gejala PMS. Mengonsumsi makanan kaya zat besi, kalsium, dan magnesium juga dapat membantu meredakan gejala PMS yang muncul.

3. Kelola Stres dengan Baik

Stres berlebihan dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan memperburuk gejala PMS. Lakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan untuk membantu mengurangi stres. Mengatur jadwal tidur yang teratur dan cukup juga penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan mental.

4. Rutin Berolahraga

Olahraga teratur dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan meredakan gejala PMS. Lakukan olahraga ringan hingga sedang seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda. Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah dan melepaskan endorfin yang membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi nyeri atau kram.

5. Hindari Kafein dan Alkohol

Konsumsi kafein dan alkohol dapat memperburuk gejala PMS, seperti rasa cemas, nyeri payudara, atau kembung. Sebaiknya hindari atau kurangi asupan minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda, serta minuman beralkohol untuk menjaga keseimbangan hormon.

6. Konsumsi Suplemen jika Diperlukan

Beberapa suplemen seperti vitamin B6, kalsium, dan magnesium dapat membantu meredakan gejala PMS. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen untuk memastikan dosis yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan.

7. Pantau Siklus Menstruasi Secara Teratur

Catat setiap perubahan siklus menstruasi dan gejala PMS yang muncul. Dengan memantau siklus, Anda dapat lebih memahami pola menstruasi dan mengidentifikasi perubahan yang tidak biasa. Ini juga akan memudahkan dokter dalam menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

8. Pertimbangkan Terapi Hormon

Jika PMS parah atau siklus menstruasi yang tidak teratur disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, dokter mungkin akan menyarankan terapi hormon. Penggunaan pil KB atau terapi hormon lainnya dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon dan mengatur siklus menstruasi.

Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat membantu mengatasi PMS dan mengembalikan siklus menstruasi yang teratur. Namun, selalu utamakan konsultasi dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(mdk/raf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP