Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Efek Samping Waxing yang Perlu Diwaspadai, Jangan Lakukan Terlalu Sering

7 Efek Samping Waxing yang Perlu Diwaspadai, Jangan Lakukan Terlalu Sering Ilustrasi waxing. ©Indian Makeup and Beauty Blog

Merdeka.com - Meningkatnya popularitas perawatan diri dari rambut yang tidak diinginkan telah menyebabkan berkembangnya banyak perawatan penghilangan rambut atau waxing. Waxing dipilih lantaran kemampuannya memberikan hasil yang halus pada area berbulu dan mencegahnya tumbuh lagi untuk waktu yang lama.

Setiap metode penghilangan rambut memiliki beberapa efek samping potensial dan waxing pun tidak terkecuali. Namun waxing tetap populer karena menawarkan hasil yang cepat, murah, dan tahan lama dibandingkan krim cukur atau penghilang rambut biasa.

Waxing dapat diimplementasikan di sebagian besar bagian tubuh dan umum di antara pria maupun wanita saat ini. Selain menghilangkan rambut yang tidak diinginkan, waxing juga merupakan salah satu bentuk pengelupasan yang membantu Anda menyingkirkan sel-sel mati dan membuat kulit senantiasa lebih lembut dan sehat setelahnya.

Biasanya terdapat dua bentuk waxing, yaitu waxing panas dan dingin. Untuk menghilangkan rambut dari area tertentu, lilin lengket diberikan pada kulit, dan selembar kertas atau kain ditekan di atasnya. Kemudian dengan gerakan cepat, kain atau kertas tersebut dirobek berlawanan arah dengan tumbuhnya rambut. Cara ini menghilangkan folikel rambut langsung dari akarnya. Jika dilakukan secara rutin, waxing dapat mengurangi pertumbuhan rambut secara signifikan.

Meskipun ini adalah metode penghilangan rambut yang umum dan efektif, masih ada beberapa efek samping yang perlu dipertimbangkan dan diwaspadai sebelumnya. Umumnya, waxing sangat aman. Namun demikian, ada beberapa potensi masalah yang mungkin saja terjadi. Beberapa masalah ini sangat kecil, tetapi yang lain bisa menjadi cukup serius, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Penting untuk mempelajari tentang efek samping waxing sebelum Anda mencoba melakukan bentuk hair removal ini. Dalam kasus yang jarang terjadi, waxing harus dihindari sama sekali. Tapi, bagi kebanyakan orang, efek sampingnya bisa dikurangi atau dicegah dengan pengetahuan dan persiapan yang tepat.

Berikut ini adalah 7 efek samping waxing yang wajib Anda ketahui, mengutip dari colaz.co.uk.

7 Efek Samping Waxing

1. Kemerahan dan Iritasi

Ini adalah efek samping waxing yang paling umum terjadi. Kebanyakan orang akan melihat setidaknya beberapa kemerahan setelah menjalani prosedur waxing. Besarnya iritasi akan tergantung pada kepekaan kulit dan area yang dirawat.

Misalnya, bikini waxing biasanya menyebabkan lebih banyak kemerahan dibanding waxing alis. Kulit di area ini sangat sensitif dibandingkan dengan kulit di wajah Anda yang mengeras oleh cuaca dan lingkungan.

Tidak hanya rambut yang dihilangkan dari folikelnya, tetapi kulit Anda ditarik cukup keras saat strip kain dirobek. Tarikan ini bisa menyebabkan kemerahan dan bengkak ringan.

2. Hilangnya Elastisitas Kulit

Efek samping waxing yang berlebihan dapat menyebabkan kulit kehilangan sebagian kekenyalan dan elastisitasnya yang dapat menyebabkan munculnya kerutan.

3. Ruam, Pendarahan atau Memar

Jika Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, Anda mungkin akan mengalami sedikit ruam atau memar setelah melakukan perawatan waxing. Mungkin juga ada sedikit pendarahan dari beberapa folikel rambut di bagian tubuh yang lebih halus seperti area bikini sebagai efek samping waxing yang sedang Anda jalani.

4. Rambut Tumbuh ke Dalam

Ini adalah kemungkinan efek samping untuk berbagai bentuk penghilangan rambut, termasuk waxing. Saat rambut tumbuh kembali, kerapatannya menjadi berkurang dan dapat mengeriting hingga terperangkap di dalam. Ini disebut rambut yang tumbuh ke dalam atau ingrow hair.

Rambut yang tumbuh ke dalam dapat menyebabkan kemerahan, ruam, atau menjadi jerawat yang menyakitkan seperti bintik. Dengan waxing, rambut dihilangkan dengan arah pertumbuhan yang berlawanan. Ini memberikan hasil yang lebih halus, tetapi juga meningkatkan kemungkinan rambut tumbuh ke dalam. Orang dengan kulit sensitif mungkin lebih rentan terhadapnya.

5. Luka Bakar dan Perubahan Warna

Jika lilin yang dioleskan terlalu panas bagi kulit Anda, hal ini dapat menyebabkan luka bakar ringan. Ini dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, atau bahkan lecet sebagai efek samping waxing yang Anda lakukan. Selain itu, penggunaan lilin yang terlalu panas dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam di kulit. Ini disebut pigmentasi pasca inflamasi. Ini lebih sering terjadi pada jenis dan warna kulit tertentu. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan hingga satu tahun, agar pigmentasi ini memudar.

6. Infeksi

Terkadang, infeksi dapat berkembang di area di mana terjadi perdarahan atau banyak iritasi. Kadang-kadang, sepotong kulit bisa robek selama proses waxing dan ini bisa menjadi meradang. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi yang disebut folikulitis dapat terjadi. Ini terjadi ketika folikel rambut terinfeksi. Terkadang obat antibiotik diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Infeksi sangat jarang terjadi, namun dapat menyerang orang yang memiliki masalah kulit sensitif atau kesehatan seperti diabetes. Jika Anda rentan terhadap infeksi kulit, Anda mungkin lebih baik menghindari waxing. Infeksi juga dapat terjadi jika produk waxing tidak bersih atau terkontaminasi.

7. Reaksi Alergi

Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap bahan wax yang digunakan oleh teknisi kosmetik. Reaksi alergi dapat bervariasi dari sangat ringan hingga sangat parah, menjadi efek samping waxing yang perlu diwaspadai. Jika Anda baru mengenal waxing atau jika Anda mencoba produk baru, disarankan untuk menguji produk pada area kecil kulit terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Cara Mencegah Efek Samping Waxing

Meskipun masalah serius akibat waxing jarang terjadi, hampir semua orang mengalami kemerahan atau iritasi pada tingkat tertentu setelah melakukan prosedur waxing. Sebagian besar rasa sakit ini akan mereda beberapa jam setelah perawatan. Krim pelembab dan kompres dingin juga dapat membantu menenangkan area yang dirawat. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah sebagian besar masalah ini, yakni;

1. Bersihkan Kulit

Mencuci kulit Anda sebelum waxing dapat mengelupas kotoran, bakteri, dan sel-sel mati. Hal-hal tersebut dapat menyumbat pori-pori Anda selama proses waxing dan menyebabkan ruam atau iritasi lainnya.

2. Dapatkan Tes Patch

Uji area kecil kulit Anda terlebih dahulu untuk melihat bagaimana reaksinya terhadap lilin waxing. Selalu dapatkan tes wax patch jika salon yang Anda kunjungi menggunakan wax merek baru yang belum pernah Anda coba sebelumnya atau jika Anda belum pernah ke sana sebelumnya untuk perawatan waxing.

3. Hindari Matahari

Anda harus menjauhi sinar matahari langsung setidaknya selama 24 jam sebelum DAN setelah prosedur waxing. Jika tidak bisa menghindarinya, pastikan menggunakan tabir surya yang bagus. Penting untuk dicatat bahwa paparan sinar matahari dapat memperburuk banyak efek samping waxing yang disebutkan di atas.

4. Hanya Waxing Kulit yang Sehat

Jangan wax kulit yang sudah ada luka atau ruam di area tersebut. Anda hanya akan memperburuk kulit yang sakit. Waxing juga harus dihindari jika Anda mengalami sengatan matahari atau segala jenis infeksi kulit.

5. Hindari Waxing jika Anda Mengidap Diabetes

Penderita diabetes lebih rentan terhadap banyak efek samping waxing seperti yang dijelaskan di atas. Jika Anda memiliki kondisi medis ini, dapatkan saran dokter terlebih dahulu atau pilih bentuk perawatan penghilangan rambut yang lain selain waxing.

6. Periksa Suhu Lilin sebelum Menerapkannya ke Area Sensitif

Taruh sedikit lilin di punggung tangan Anda untuk memastikannya tidak terlalu panas. Sebagian besar salon akan menyimpan lilin pada suhu yang tepat, tetapi Anda dapat meminta untuk mengujinya terlebih dahulu jika khawatir. Jika melakukan waxing di rumah, penting untuk tidak membuat wax sendiri terlalu panas.

7. Terapkan Kompres Dingin atau Es setelah Waxing

Ini akan membantu menenangkan kulit dan mengurangi kemerahan atau iritasi. Anda juga bisa menggunakan lotion yang menenangkan kulit. Pilih pelembap yang tidak memiliki wewangian atau bebas pewangi karena pewangi buatan dalam krim dapat semakin mengiritasi area yang sakit.

8. Dapatkan Nasihat Profesional jika Anda Mengkonsumsi Obat-Obatan

Perawatan jerawat seperti Retin A, Differin, dan Accutane dapat membuat kulit Anda lebih sensitif dari biasanya. Juga, beri tahu dokter kosmetik jika Anda sedang menjalani terapi hormon atau antibiotik. Jika Anda menggunakan kit waxing DIY, pastikan untuk berbicara dengan dokter terlebih dahulu tentang kemungkinan reaksi. Obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kulit, dan dalam beberapa kasus, waxing harus dihindari.

9. Beritahu Dokter Anda tentang Perawatan Kulit Lain yang Anda Miliki

Botox, mikrodermabrasi, dan masker wajah dapat meningkatkan sensitivitas kulit. Pastikan untuk memberi tahu salon jika Anda pernah menjalani prosedur lain di area yang ingin Anda wax karena hal ini dapat mempengaruhi hasil.

10. Kenakan Pakaian Ringan setelah Waxing

Area yang halus akan sangat teriritasi. Pakaian yang bergesekan dengan kulit yang baru di-wax dapat meningkatkan kemungkinan efek samping waxing yang lebih serius.

11. Hindari Beberapa Produk

Selain losion yang menenangkan, sebaiknya hindari produk seperti riasan, parfum, atau deodoran yang akan semakin mengiritasi area yang terkena lilin pasca perawatan.

12. Gunakan Salon yang Berkualitas atau Bereputasi

Seorang profesional terlatih akan mampu meminimalkan kekurangan dan efek samping. Mereka juga akan memberi tahu Anda tentang apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah prosedur. Pastikan salon atau klinik yang Anda pilih bersih, profesional, dan berkualitas tinggi. Tanyakan tentang praktik higienis mereka dan tindakan pencegahan apa yang mereka ambil untuk melindungi klien mereka.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP