5 Fakta Museum Dirgantara di Malang, Wisata Seru bagi Penggemar Dunia Penerbangan
Merdeka.com - Museum Dirgantara di Malang bisa menjadi pilihan wisata yang seru, khususnya bagi para penggemar dunia penerbangan. Melihat koleksi di Museum Dirgantara seperti menyusuri lika-liku dunia penerbangan. Berkunjung ke sana tentu menantang adrenalin sekaligus membuat ketar-ketir.
Museum Dirgantara diresmikan oleh Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Gutomo, pada tanggal 8 Mei 2013.
Peresmian itu hanya berselang beberapa bulan setelah museum dibangun. Letaknya hanya berkisar 200 meter dari pintu masuk Lanud Abdulrachman Saleh.
Penghargaan kepada Pilot yang Gugur

©2020 Merdeka.com/tni-au.mil.id
Museum ini didirikan dengan nama resmi Museum Dirgantara “A. Sulaksono”. Nama tersebut digunakan sebagai nama museum untuk mengenang sekaligus memberikan penghargaan kepada Almarhum Marsma TNI Anumerta Albertus Sulaksono.
Penerbang yang gugur dalam pelaksanaan tugas dengan menggunakan pesawat Cassa A-2106. Pesawat yang diterbangkannya itu jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, pada 26 Juni 2008 silam.
Pusat Dokumentasi Sejarah

©2020 Merdeka.com/tni-au.mil.id
Pembangunan museum yang terletak di seberang Stadion Dirgantara itu digagas oleh para perwira di Lapangan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh. Pada mulanya, Lanud yang memiliki tiga skuadron, yaitu Skuadron Udara 21, Skuadron 4, dan Skuadron Pemeliharaan 32 ini sudah mempunyai ruang dokumentasi sejarah masing-masing.
Museum Dirgantara kemudian difungsikan sebagai induk dari dokumentasi sejarah ketiga kuadron tersebut.
Pesawat Berkarakter Angry Bird

©2020 Merdeka.com/tni-au.mil.id
Di depan Museum Dirgantara, pengunjung akan disambut sebuah pesawat Cesna yang telah dimodifikasi dengan karakter Angry Bird. Anak-anak yang berkunjung ke museum ini pasti tertarik melihatnya. Masih di bagian depan museum, ada pula dua air gun yang sudah dicat warna warni.
Memasuki museum, pengunjung langsung disuguhi jejeran foto-foto tempo dulu dan hasil dokumentasi TNI AU Malang. Ada juga boneka manekin pilot yang mengenakan baju pilot berwarna oranye lengkap dengan helm pilot, masker udara dan peralatan pilot jet tempur.
Selain itu, di sisi sebelah timur ruangan terdapat replika-replika koleksi pesawat di Pangkalan Lanud Abdulrachman Saleh Malang.
Miniatur Pesawat Berukuran Besar

©2020 Merdeka.com
Museum Dirgantara terdiri dari delapan ruangan. Mulai dari ruang untuk Skuadron 4, Skuadron 32, Skuadron 21, Skuadron Teknik (Skatek), Batalyon Komando Paskhas 464, ruang Polisi Militer (POM) TNI AU, ruang Rumah Sakit dr. Munir dan Lanud Abdulrachman Saleh.
Di ruang untuk Skuadron 32, pengunjung akan menemui beberapa miniatur pesawat yang ukurannya cukup besar. Di sini merupakan salah satu spot foto favorit bagi para pengunjung.
Rumah Sakit Khusus Penerbangan

©2020 Merdeka.com
Ruangan yang paling menarik rasanya Rumah Sakit dr Munir. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat berbagai peralatan medis yang berhubungan dengan dunia penerbangan.
Salah satunya adalah sebuah kursi yang digunakan sebagai alat tes untuk personel yang akan masuk penerbangan. Alat ini dikenal sebagai Barrany Chair atau kursi berpusing.
Selain itu, pengunjung juga bisa melihat alat tes ketajaman mata dan alat tes ketajaman pendengaran. Dua alat ini sengaja dipamerkan di museum agar pengunjung lebih memahami, bahwa dibutuhkan kepekaan terhadap panca indera bagi mereka yang akan bergabung menjadi anggota TNI AU.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya