Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Bahaya Konsumsi Telur Setiap Hari, Salah Satunya Picu Kolesterol Tinggi

5 Bahaya Konsumsi Telur Setiap Hari, Salah Satunya Picu Kolesterol Tinggi Ilustrasi telur. © Pixabay

Merdeka.com - Telur merupakan bahan yang dianggap sebagai favorit banyak orang. Tidak hanya rasanya yang enak, telur juga bisa diolah menjadi berbagai macam masakan dan memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Namun, di balik kelezatannya, bagi sebagian orang, mengonsumsi telur juga dapat menaikkan kolesterol. Tingginya kolesterol bisa memicu berbagai macam penyakit. Untuk itu, para ahli di seluruh dunia menyarankan untuk tidak mengonsumsi telur lebih dari dua butir per harinya.

Ada batasan dalam mengonsumsi telur agar tidak mengganggu kesehatan. Kamu diperbolehkan mengonsumsi telur hingga empat telur seminggu. Bagi kamu yang tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi, diabetes, atau kelainan jantung, boleh makan sampai enam telur per minggunya. Apabila berlebihan, maka akan mengganggu kesehatan.

Agar lebih mengerti mengenai apa saja bahaya konsumsi telur terlalu banyak, berikut ini kami telah rangkum 5 bahaya konsumsi telur setiap hari, yang dilansir dari Liputan6.com:

Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Bahaya konsumsi telur setiap hari yang pertama adalah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Banyak data yang mengatakan bahwa mengonsumsi telur secara rendah hingga sedang, tidak terkait dengan meningkatnya risiko serangan jantung dan diabetes.

Hal ini dikarenakan pada satu butir telur saja paling tidak mengandung 186 miligram kolesterol. Oleh karena itu, jika mengonsumsinya secara brelebihan bisa berisiko terkena gangguan pada kesehatan.

sehat

©www.canadianliving.com

Sebuah penelitian merekomendasikan bahwa kamu sebaiknya mengonsumsi telur tidak lebih dari dua butir per harinya. Studi lainnya juga menemukan adanya bahaya di balik memakan telur secara berlebihan.

Seseorang boleh mengonsumsi hingga empat telur seminggu. Bagi kamu yang tidak memiliki kolesterol tinggi, diabetes, atau kelainan jantung, kamu boleh makan sampai enam telur per minggu.

Tingkatkan Kolesterol

Bahaya konsumsi telur setiap hari yang berikutnya adalah dapat meningkatkan kolesterol. Pada satu butir telur mengandung sekitar 186 miligram kolesterol. Mengonsumsi enam butir telur dalam seminggu, merupakan batas maksimal yang dianjurkan. Namun jumlah ini harus diimbangi dengan aktivitas olahraga.

010 magang

©2017 istock.com

Kamu perlu menjaga tingkat kolesterol di bawah 200 miligram per harinya. Apabila kamu terlalu banyak makan telur, kamu akan mengalami kelebihan kolesterol. Hal ini akan mengakibatkan tubuh mengalami peningkatan kolesterol dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Timbulkan Jerawat

Bahaya konsumsi telur setiap hari yang ketiga adalah dapat menimbulkan jerawat. Walaupun tidak menyebabkan munculnya jerawat secara langsung, namun telur dapat membuat jerawat pada sebagian orang semakin memburuk.

Pola makan yang tinggi daging dan produk daging termasuk telur, biasanya mengandung karbohidrat olahan dan makanan olahan yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

ilustrasi jerawat

©Shutterstock

Peradangan ini akan membuat laju produksi kelenjar minyak makin meningkat sehingga membuat kulit berminyak, mengundang bakteri dan memicu munculnya jerawat di kulit.

Kelebihan Berat Badan

Bahaya konsumsi telur setiap hari berikutnya adalah dapat memicu masalah berat badan. Pada telur mengandung 75 kalori per butirnya.

Tingginya kalori dalam telur dapat membuat berat badan kamu semakin naik. Selain itu, kandungan lemak yang tinggi pada telur juga bisa membuat berat badan kamu bertambah.

badan

© elembarazo.net

Apabila ingin lebih sehat, dianjurkan untuk mengonsumsi telur 2 – 3 hari sekali untuk perempuan yang merasa kelebihan berat badan.

Risiko Kematian

Sebuah penelitian telah mengungkapkan bahwa seseorang yang mengonsumsi tujuh atau lebih telur dalam seminggu, memiliki hampir 25 persen peningkatan risiko kematian dibandingkan dengan konsumsi telur yang rendah.

ilustrasi makan

©Pixabay

Bagi penderita diabetes, risiko kematian dua kali lipat dibandingkan dengan penderita yang mengonsumsi paling sedikit telur. Bahaya konsumsi telur dapat dicegah dengan membatasi konsumsi dan disesuaikan kebutuhan nutrisi tubuh.

(mdk/raf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP