Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Fakta Masker Hidung yang Wajib Diketahui, Perhatikan Cara Memasang dan Melepasnya

4 Fakta Masker Hidung yang Wajib Diketahui, Perhatikan Cara Memasang dan Melepasnya cara penggunaan masker yang benar untuk cegah corona. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Persebaran kasus virus corona terus meluas ke berbagai negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Selasa (02/03) diketahui dua warga Indonesia telah positif terjangkit COVID-19 atau Coronavirus. Kabar tersebut kemudian membuat sebagian warga Indonesia panik.

Untuk menghindari serangan virus corona, masyarakat pun membeli dan menggunakan masker. Masyarakat menjadi latah untuk menimbun masker.

Tak boleh asal pakai, penggunaan masker ternyata ada aturannya. Berikut fakta tentang penggunaan masker yang hanya boleh digunakan untuk siapa saja dan dalam kondisi bagaimana.

Masker untuk Orang Sakit

sakit

2016 Merdeka.com

Akibat perubahan cuaca dapat mengakibatkan daya tahan tubuh menurun. Kondisi tersebut juga membuat tubuh mudah terkena flu, batuk dan pilek.

Menggunakan masker adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular terutama COVID-19 atau Coronavirus. Sesuai dengan himbauan Kemenkes dan WHO masker ternyata hanya digunakan untuk orang yang membutuhkan atau orang yang sedang sakit.

Masyarakat yang masih sehat atau belum ada indikasi gejala penyakit, tak perlu memakai masker. Hal ini untuk menghindari masyarakat agar tidak menimbun masker yang dapat berujung pada kelangkaan masker.

Cara Memakai Masker yang Benar

Cara pemakaian masker yang keliru justru akan menjadi bumerang. Pengguna wajib mengetahui cara menggunakan masker dengan benar.

Meski terlihat mudah, cara menggunakan masker tak boleh sembarangan. Dirangkum dari hellosehat.com, berikut cara menggunakan masker hidung yang benar:

  1. Pastikan ukuran masker pas dengan wajah.
  2. Cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh masker dan memasangnya.
  3. Cari bagian luar masker. Sisi luar masker biasanya berwarna hijau. Warna putih pada masker yang menempel langsung dengan kulit.
  4. Tentukan sisi atas masker. Sisi atas biasanya ditandai dengan garis kawat hidung.
  5. Pastikan masker bagian bawah menutup mulut hingga dagu.
  6. Setelah masker menempel, cubit bagian kawat mengikuti lekuk hidung. Hal ini agar masker lebih tertutup rapat.
  7. Hindari menyentuh masker ketika sudah terpasang dengan benar.

Wajib diperhatikan, penggunaan masker hidung hanya boleh digunakan sekali pakai. Beberapa sumber menyatakan bahwa masker hanya efektif digunakan selama 3-4 jam pemakaian atau setidaknya maksimal 1 hari.

Perhatikan Cara Membuang Masker

dari jerman

2018 Merdeka.com/Imam Buhori

  1. Sebelum melepas masker, pastikan telah mencuci kedua tantang dengan sabun.
  2. Hindari untuk menyentuh bagian depan masker karena di sana tempat kuman bersarang.
  3. Lepas masker hanya dengan menyentuh bagian tali dari arah atas ke bawah. Jika menggunakan masker tali karet yang menempel di telinga, cukup pegang kedua karet lalu melepasnya.
  4. Setelah masker terlepas segera buang ke tempat sampah.
  5. Setelah membuangnya segeralah mencuci tangan dengan sabun hingga bersih.

Jenis-jenis Masker

Terdapat dua jenis masker yang digunakan untuk mencegah penyebaran virus. Penggunaan masker yang tepat bisa meminimalkan risiko terjangkit virus.

1. Masker Bedah

warga memakai masker di stasiun palmerah

2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Masker bedah banyak digunakan masyarakat untuk masker antipolusi. Padahal sebenarnya masker bedah memiliki lapisan yang lebih sedikit daripada simple mask (masker polusi).

Fungsi dari masker bedah yang sebenarnya adalah untuk menghambat penyebaran infeksi, bukan penyaring udara. Masker bedah membantu memblokir butiran partikel besar dan percikan dari mulut dan hidung pemakai.

Masker bedah juga bisa mengurangi paparan air liur dan sekresi pernapasan dari pemakai ke orang lain. Umumnya masker bedah yang digunakan masyarakat adalah masker yang berwarna hijau muda dengan bagian dalam berwarna putih.

2. Masker Respirator (N95)

masker n95

2020 Merdeka.com

Masker N95 ini dibuat khusus untuk pernapasan. Masker Respiratorini berbeda dengan masker bedah meski sama-sama didesain untuk mencegah penyebaran virus atu bakteri.

N95 dilengkapi dengan alat yang efisien untuk menyaring partikel berbahaya. Masker ini bisa menyaring partikel PM 2.5 (Particulate matter) hingga 95 persen.

Masker Respirator ini biasanya dipakai untuk para peneliti atau tenaga medis yang menangani kasus serius seperti corona.

Meski N95 lebih unggul dari masker bedah, masyarakat umum yang ingin melakukan pencegahan dari tertularnya corona cukup menggunakan masker bedah.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal di National Center for Biotechnology Information, U.S - National Library of Medicine menyatakan baik masker bedah maupun N95 tetap layak digunakan untuk mencegah penularan virus.

(mdk/mif)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP