Pemilu 2024 telah berlalu, tapi dampaknya masih berlangsung hingga sekarang. Berdasarkan data KPU per Jumat (23/2/2024), ada 90 petugas TPS meninggal dunia akibat kelelahan saat Pemilu. Sementara itu, sebagian petugas TPS mengalami stres berat.
Advertisement
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Andri Nurdianasari mengatakan, setidaknya ada 10 orang yang terdiri dari timses dan panitia Pemilu (KPPS/PPS/PPK) di Ponorogo yang terindikasi stres berat. Mengutip Liputan6.com, stres ditandai gejala mual, pusing, hilang nafsu makan hingga sulit tidur.
Para pasien ini ada yang datang ke lokasi praktik pribadi Andri Nurdianasari maupun ke RSUD Ponorogo. Mereka datang untuk konsultasi kondisi psikis yang dialami usai pencoblosan. Beberapa pasien berlatar timses bahkan ada yang mengalami gejala paranoid, yakni ditandai dengan munculnya rasa khawatir berlebihan hingga mengarah pada munculnya rasa takut. Adapun dari hasil diagnosis dan konsultasi yang dilakukan, mayoritas pasien mengalami insomnia (tidak bisa tidur), kehilangan nafsu makan, sakit perut, mual, dan pusing.
Advertisement
Penyebab stres berat yang dialami timses dikarenakan hasil Pemilu tidak sesuai harapan mereka. Sementara itu, penyebab stres berat pada KPPS dilatarbelakangi beban kerja berat yang mereka emban.
Advertisement
Andri Nurdianasari menuturkan, apa yang dialami para timses dan panitia Pemilu di Ponorogo termasuk stres kategori sedang. Biasanya untuk pengobatan harus melakukan rawat jalan hingga rawat inap sesuai kondisi masing-masing.
Mayoritas pasien stres usai Pemilu yang ditangani dr. Andri Nurdiana hanya menjalani rawat jalan dan minum obat.
"Masuk kategori sedang, tidak sampai yang teriak teriak atau di luar kendali," jelas sang dokter.
Advertisement
Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menyatakan, sebanyak 60 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan 30 orang petugas ketertiban TPS meninggal dunia saat mengawal Pemilu 2024. Total ada 90 petugas TPS yang meninggal dunia pasca pesta demokrasi berlangsung.
Hasyim mengungkapkan, KPU telah memberikan santunan kepada 20 orang petugas KPPS yang meninggal. Sementara 70 orang sisanya masih dalam proses.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI meminta KPU memberi masa istirahat kepada petugas pemungut suara di lapangan dan tidak membebani tugas terlalu berat demi menjaga kondisi kesehatan mereka.
"KPU harus memberikan keleluasaan kepada petugas pemilu mengambil waktu istirahat dan mengimbau agar petugas pemilu tidak segera melakukan aktivitas fisik berat," terang Wakil Ketua Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi saat ditemui di kantor Komnas HAM, Rabu (21/2/2024).
Menurut Pramono, penyebab banyaknya petugas jatuh sakit hingga meninggal saat menjalani tugas karena porsi kerja terlalu banyak. Selain itu, banyak anggota KPPS yang tidak dalam kondisi fit saat menjalankan tugas di TPS.
"Kami juga mendorong agar petugas pemilu menjalani pemeriksaan kesehatan, baik oleh Dinkes maupun instansi lain, misalnya oleh kepolisian," kata dia.
Upaya tersebut diharapkan mencegah adanya KPPS jatuh sakit hingga meninggal dunia selama masa Pemilu 2024.
Advertisement