Advertisement
Tersedia tembakau dengan berbagai varian rasa.
Advertisement
Harga cukai rokok terus mengalami kenaikan. Hal ini berdampak pada naiknya harga jual rokok kemasan. Namun kondisi sulit ini dijadikan peluang oleh Fajar Abdul Aziz. Pria asal Temanggung yang kini tinggal di Magelang ini memanfaatkan keadaan tersebut dengan membuka kios tembakau.
Dengan menyewa sebuah kios berukuran 2,5x3 meter persegi, ia memajang berbagai macam jenis tembakau. Ada 50 jenis tembakau murni atau orisinal yang dijual di kiosnya. Kiosnya memang tidak terlalu besar. Namun berbagai peralatan melinting tembakau juga tersedia di kios tersebut. Bahkan beberapa merek kopi dari hasil industri rumahan bisa dibeli di sana. Sumber foto: IG @toko_sepodo
Advertisement
Sepodo memiliki arti “dari sesama”. Harapannya nama tersebut dapat merepresentasikan kios tembakau tersebut yang hadir untuk semua kalangan serta menghadirkan tembakau berkualitas dengan harga yang terjangkau. Kepuasan pelanggan adalah tujuan utamanya.
Advertisement
Ada 30 jenis tembakau rasa yang ia jajakan. Dalam sehari ada 70 pembeli yang datang.
Advertisement
Kios tembakau yang buka sejak tahun 2021 ini tidak cuma menyediakan tembakau murni yang berasal dari daerah sekitar Temanggung dan Wonosobo. Namun juga ada yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara. “Yang paling laris tembakau orisinal, yang dari Temanggung,” kata Aziz. Harga jual tembakau murni untuk setiap ons-nya mulai dari Rp20 ribu. Paling mahal adalah jenis sepetung yang dibanderol dengan harga Rp80 ribu. Dalam sebulan ia mampu menjual tembakaunya antara 50 sampai 60 kilogram.
Prospek bisnis tembakau ini rupanya menjanjikan. Dalam sebulan omzetnya rata-rata mencapai Rp18-22 juta. Berkat penghasilan itu, Aziz mampu membuka cabang di Tempuran, lalu di daerah Saragan, Kabupaten Magelang. “Karena masih baru, hasilnya rata-rata per bulan dari dua kios itu antara Rp10 sampai Rp12 juta,” pungkasnya dikutip dari Liputan6.com