Unik Banget, RW di Solo Punya Kendaraan Dinas Hasil Perkawinan Motor dan Onthel
Merdeka.com - Kendaraan unik ini dijuluki dengan “Mio G” atau “Mio Genjot. Perpaduan antara tubuh motor Yamaha Mio dengan sepeda kayuh Jengki kuno. Mio Genjot ini menjadi kendaraan dinas harian Aris Joko Saraswo yang juga menjabat sebagai Ketua RW di kampung Dawung Wetan, Serengan, Solo. Tak hanya dia saja, Istrinya yang diamanahi sebagai ketua PKK juga dibuatkan satu unit Mio Genjot.
Sekilas, motor ini tak ada bedanya dengan kendaraan umum yang ada di jalanan. Tapi jangan salah, akan tertipu jika hanya melihat dari depannya saja. Mengintip ke belakang, tubuh kendaraan ini terbuat dari sepeda onthel. Perpaduan antara rangka motor dan sepeda onthel menjadikan alat transportasi ini menarik perhatian.

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Beberapa kali pengujian akhirnya Mio Genjot buatan Aris mengaspal di jalanan. Bodi motor yang masih mulus memang menyamarkan tampilan sepeda onthel butut. Seperti namanya, Mio Genjot ini beroperasi layaknya sepeda onthel pada umumnya. Pedal sepeda kanan dan kiri harus dikayuh untuk menjalankannya secara lancar di jalanan.
Untuk menyalakan sistem kelistrikan juga butuh sebuah kunci layaknya sepeda motor normal. Ban depan menggunakan ban motor asli, sedangkan ban belakang begitu mungil. Sangat kontras ukurannya tubuh depan yang besar dan ramping di belakang.
Jika tekanan angin pas, mengayuh Mio Genjot ini tidaklah berat. Tanpa menggunakan mesin, beban terberat hanya berada pada tubuh bagian depan. Yang terbuat dari rangka sepeda motor.

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Tak butuh waktu lama baginya untuk merangkai Mio Genjot. Rangka depan motor dan rangka belakang sepeda onthel mampu diselesaikan dalam jangka waktu 3 hari saja. Dengan penyempurnaan penggerak kayuh hingga kelistrikan.
Aris dibantu beberapa anak SMK Otomotif membuat karya kreatif ini. Kedua bekas motor Mio ini mesinnya telah dibeli sebagai alat peraga. Lantas menyisakan rangka bagian depannya saja. Sedangkan bodi sepeda onthelnya dibeli dalam kondisi bekas di Pasar Klithikan Solo.
Untuk menghidupkan lampu hingga klakson, dibutuhkan satu buah aki berdaya 12 volt. Mengusung tema ramah lingkungan, aki yang digunakan juga dapat diisi ulang jika sudah habis.

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Sensasi berkendara motor namun tak meninggalkan manfaat mengayuh sepeda. Untuk menambah segi keamanan, Mio Genjot juga dibekali dengan sistem rem cakram di bagian depan. Sedangkan rem belakang murni dari sistem sepeda onthel. Kaca spion kanan kirinya juga sangat membantu untuk memantau posisi pengendara lain tanpa harus menoleh ke belakang.
Uniknya lagi, layaknya sepeda motor sungguhan Mio Genjot punya lampu depan yang memudahkan untuk dikendarai di malam hari. Selain itu, indikator berbelok juga berfungsi dengan normal. Begitupula suara klakson yang masih bisa dinyalakan dengan lantang.

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Dengan bahan bekas yang sudah ada, Aris dan timnya hanya mengeluarkan dana Rp 1 juta. Itupun sudah menghasilkan dua Mio Genjot yang siap dikendarai dengan nyaman. Nantinya, Motor Dinas Ketua RW dan Motor Dinas Ibu RW ini akan digunakan keliling kampung. Guna memberikan pelayanan hingga sosial kemasyarakatan.
Selain menjabat sebagai Ketua RW, Aris juga menjadi Kepala Pos Pelayanan Teknologi (Pos Yantek) di desanya. Ia menjembatani dan menginovasi warganya untuk memanfaatkan barang bekas menjadi teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih lagi bisa mencuri perhatian Walikota Solo Gibran, terhadap mobilitas Ketua RW di kota Solo. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya