Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tradisi Sambut Ramadan, Ini 5 Lokasi Favorit Warga Jogja Gelar Ritual Padusan

Tradisi Sambut Ramadan, Ini 5 Lokasi Favorit Warga Jogja Gelar Ritual Padusan Pantai Parangtritis. ©2020 Dok. Liputan6 & Brilio

Merdeka.com - Menjelang Bulan Ramadan, warga Jogja biasanya menggelar ritual khas yang dikenal dengan nama “Padusan”.

Melansir dari Indonesia.go.id, Padusan merupakan tradisi masyarakat Jawa untuk menyucikan diri dan membersihkan jiwa raga dalam menyambut datangnya bulan suci.

Para warga di Yogyakarta biasanya mendatangi tempat-tempat tertentu untuk menunaikan ritual itu. Mereka biasanya menggelar ritual tersebut secara beramai-ramai bersama teman ataupun keluarga tempat.

Lalu tempat mana saja yang menjadi lokasi favorit warga Jogja dalam mengadakan tradisi itu? Berikut selengkapnya.

Pantai Parangtritis

pantai parangtritis

©2020 Dok. Liputan6 & Brilio

Menjelang Ramadan tiba, biasanya Pantai Parangtritis yang ada di Kabupaten Bantul dipadati ribuan pengunjung yang ingin melaksanakan ritual Padusan. Biasanya, kepadatan pengunjung saat Padusan terlihat dari pukul 15.00 hingga pukul 18.00 di mana sinar matahari tidak terlalu terik.

Maka tak heran apabila pada saat itu jalan raya menuju kawasan Parangtritis dipadati kendaraan hingga menimbulkan macet. Bahkan kemacetan sudah terjadi dalam jarak 8-10 kilometer sebelum obyek wisata itu.

Namun sesungguhnya, melakukan Padusan di Pantai Parangtritis itu berbahaya. Apalagi ombak di pantai itu cukup tinggi dan terkadang pula ada serangan ubur-ubur. Oleh karena itu, tiap tradisi Padusan berlangsung, banyak personel keamanan dan SAR yang ditugaskan langsung untuk mengawasi jalannya tradisi itu.

Pantai Baron

pantai baron

©Instagram.com/condrowibowo

Selain Parangtritis, pantai lain yang menjadi tempat warga Jogja menjalankan ritual Padusan adalah Pantai Baron di Kabupaten Gunung Kidul. Namun berbeda dengan Pantai Parangtritis, di Pantai Baron ada wahana shower raksasa yang menjadi daya tarik wisatawan.

Dengan adanya wahana ini, wisatawan tidak perlu bermain air di pinggir laut untuk melaksanakan ritual Padusan. Apalagi, di sana juga ada muara sungai bawah tanah yang airnya tawar. 

Blue Lagoon

Selain pantai, warga Jogja juga bisa melakukan ritual Padusan di sebuah mata air yang cukup terkenal yang bernama “bule lagoon”. Berada di Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, mata air alami itu menawarkan lokasi Padusan yang sangat sejuk dan asri lengkap dengan pepohonan rindang serta air dalam kolam yang berwarna biru.

Di Blue Lagoon, terdapat dua sumber mata air, yaitu mata air yang bersumber dari kaki Gunung Merapi dan mata air dari bawah kolam yang berupa gelembung-gelembung. Tempat itu juga telah dilengkapi fasilitas seperti gazebo, pendopo kecil, musala, dan kamar bilas.

Umbul-Umbul di Kabupaten Sleman

Selain Blue Lagoon, di Kabupaten Sleman setidaknya terdapat empat lokasi yang biasa digunakan untuk melaksanakan tradisi “padusan” seperti Umbul Pajangan di Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sendang Klangkapan di Desa Margoluwih, Seyegan, dan Umbul Temanten di Desa Umbulharjo, Cangkringan.

“Bahkan yang datang tidak hanya masyarakat Sleman, namun juga dari kabupaten/kota di DIY maupun luar daerah seperti Kabupaten Magelang, Klaten, dan Kabupaten Purworejo,” kata Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Dinas Budaya dan Pariwisata Sleman, Wasita, mengutip dari ANTARA.

Jogja Bay Waterpark

tempat padusan di jogja

©travelpromo.com

Selain pantai atau kolam alami, tradisi Padusan juga bisa dilakukan di wahana wisata air buatan, salah satunya Jogja Bay Waterpark. Setiap menjelang Ramadan, pihak pengelola wisata menggelar event Padusan yang bisa dihadiri masyarakat umum.

Tak hanya sekedar membasahi tubuh dengan air, acara Padusan di sana diwarnai oleh hiburan musik serta acara kesenian lainnya.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP