Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiga Ruas Jalan di Jogja Akan Dibuat Searah, Ini Alasannya

Tiga Ruas Jalan di Jogja Akan Dibuat Searah, Ini Alasannya Jalan Malioboro Yogyakarta. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam rangka mengatur ulang lalu lintas di seputaran Kawasan Malioboro, Yogyakarta, tiga ruas jalan yang berdekatan dengan kawasan tersebut akan dibuat searah. Dilansir dari Antaranews, peraturan baru ini dikarenakan Jalan Malioboro ditutup bagi kendaraan bermotor untuk kawasan pedestrian, terjadi penumpukan kendaraan, salah satunya di Jalan Letjen Suprapto.

Jalan Letjen tersebut terletak di sebelah barat Jalan Malioboro. Apabila Jalan Malioboro ditutup, kendaraan yang biasanya melintasi jalan ini akan teralihkan di Jalan Suprapto. Sayangnya, jalan itu terlalu sempit untuk jadi pengalihan jalan. Selain itu, jalan itu masih dibuat dua arah.

Oleh karena itulah, dalam rangka menata kawasan Malioboro sebagai kawasan pedestrian, perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu. Pemerintah Provinsi Yogyakarta menyebut, uji coba itu pertama kali dilakukan pada Hari Selasa Wage, 1 Oktober 2019. Berikut adalah tiga ruas jalan di Yogyakarta yang akan dibuat searah.

Jalan Pasar kembang

jalan pasar kembang

2020 Merdeka.com

Jalan Pasar Kembang (Sarkem) adalah salah satu jalan legendaris di Kota Yogyakarta. Di jalan ini terdapat banyak penginapan dan menjadi pintu utama untuk masuk ke dalam Stasiun Besar Yogyakarta.

Jalan itu nantinya akan dibuat searah dalam rangka penataan kawasan Malioboro. Nantinya, jalan itu akan dibuat searah dari timur ke arah barat.

Jalan Mataram

jalan mataram

2020 brilio.net

Jalan Mataram merupakan juga menjadi jalan legendaris di Kota Yogyakarta. Di jalan ini terdapat banyak sekali kios-kios yang menjual sepatu murah. Wisatawan atau warga lokal yang ingin berburu sepatu murah bisa mampir ke jalan ini.

Jalan Mataram yang terletak di sebelah timur Jalan Malioboro nantinya juga akan dibuat satu arah ke utara. Selama ini, Jalan Mataram memiliki ruas dua arah yang menghubungkan daerah Kotabaru dan kawasan parkir Malioboro di Jalan Abu Bakar Ali dengan Daerah Gondomanan.

Jalan Letjen Suprapto

Apabila di Malioboro diberlakukan kawasan semi pedestrian, maka beban kendaraan akan teralihkan di jalan ini.

"Dari beberapa kali penutupan Malioboro untuk kendaraan bermotor, sebagian besar volume kendaraan beralih ke jalan Letjen Suprapto, terutama yang mengarah ke selatan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho seperti dikutip Antaranews.com pada Selasa (18/2).

Kepadatan lalu lintas biasanya terjadi pada sore hari di saat jam pulang kantor dan pulang sekolah. Untuk mengurai kemacetan di ruas jalan yang masih dua arah itu, durasi lampu hijau di Perempatan Ngabean ditambah dari 35 detik menjadi 45 detik. Oleh karena itu, jalan ini rencananya akan dibuat searah menuju ke selatan.

Bundaran Besar

tantri setyorini

Instagram/malioboro_insta

Ada rencana lain terkait pengaturan lalu lintas di kawasan Malioboro dengan menjadikan Jalan Malioboro sebagai pusat dari bundaran besar dan jalan di sekelilingnya dibuat searah. Ruas Jalan Suryotomo dan Jalan Mataram akan dibuat searah ke utara, Jalan Pasar Kembang searah ke barat, serta Jalan Gandekan Lor dan Jalan Bhayangkara searah ke arah selatan.

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta sendiri sudah melakukan permodelan apabila nantinya Jalan Malioboro ditetapkan sebagai bundaran besar.

"Dari permodelan itu diketahui arus lalu lintas akan cenderung lancar. Namun nantinya akan ada penambahan volume kendaraan di Jalan Ahmad Dahlan karena ruas jalan tersebut masih menjadi ruas jalan dua arah," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Windarto, pada Rabu (5/2).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP