Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tenggelam saat Tidur Lelap, Ini Kisah Nelayan Rembang Bertahan Hidup 15 Jam di Laut

Tenggelam saat Tidur Lelap, Ini Kisah Nelayan Rembang Bertahan Hidup 15 Jam di Laut Kisah Nelayan Rembang bertahan hidup di tengah laut. ©YouTube/Musyafa Musa

Merdeka.com - Kamis dini hari, 24 Juni 2021, seorang nelayan asal Rembang bernama Mukhlisin (39) tengah berada dalam perjalanan pulang selepas mencari ikan di Perairan Masalembo. Di tengah perjalanan, ia berbaring di atas jaring yang berada di bagian sebelah kiri kapalnya. Tanpa sengaja, ia terlelap dalam tidur nyenyak.

Dalam tidurnya, Mukhlisin bermimpi seakan ia didorong cukup keras oleh seseorang hingga terjatuh. Saat terbangun dari mimpi buruk itu, ia baru tersadar telah tercebur ke tengah laut di tengah gelapnya malam.

Seketika pula, ia dihadapkan antara hidup dan mati. Ia pun berusaha berenang dengan sisa kekuatan yang dimilikinya. Saat badan sudah lemas dan napasnya hampir habis, Mukhlisin menemukan sepotong bambu sepanjang lima meter. Bambu itulah yang terus ia pegang demi bisa bertahan hidup di tengah lautan.

“Setelah itu, saya berenang dengan bambu itu. Kalau capek saya dudukin, terus lanjut berenang lagi,” kata Mukhlisin dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa.

Lalu bagaimana nasib Mukhlisin selanjutnya? Apa yang membuatnya selamat setelah bertahan hidup di tengah laut itu? berikut selengkapnya:

Terus Menyebut Nama Allah

kisah nelayan rembang bertahan hidup di tengah laut

©YouTube/Musyafa Musa

Di tengah laut itu, Mukhlisin terus membayangkan istri dan dua anaknya di rumah. Ia pun tak henti menyebut nama Allah SWT dan nama Sunan Bonang. Di saat itulah ia hanya bisa berharap saat gelombang laut dan angin kencang terus membawanya ke suatu titik.

Saat terombang-ambing di laut, Mukhlisin sebenarnya sempat melihat ada kapal nelayan yang ia duga sedang mencari keberadaannya. Mengetahui hal itu, ia sebenarnya sudah melambai-lambaikan tangan namun para nelayan di kapal itu sepertinya tidak melihat keberadaannya.

Datangnya Pertolongan

kisah nelayan rembang bertahan hidup di tengah laut

©YouTube/Musyafa Musa

Sekitar pukul 2 siang, Mukhlisin akhirnya melihat sebuah kapal tongkang Palembang-Lamongan yang kebetulan melintas. Pada saat kapal tongkang melintas, Mukhlisin berenang sekuat tenaga untuk lebih mendekati kapal itu. Namun kamal tongkang itu hanya lewat begitu saja dan tidak mengetahui keberadaannya. Hal ini membuat Mukhlisin hampir menyerah.

Namun ternyata, seorang anak buah kapal itu ada yang melihat keberadaannya. Setelah tahu ada manusia terombang-ambing di laut, nahkoda kapal itu putar haluan untuk menyelamatkan Mukhlisin.

“Alhamdulillah Wa Syukurillah, saya masih bisa selamat hingga saya masih dikaruniai panjang umur,” ungkap Mukhlisin dikutip dari YouTube Musyafa Musa.

Pulang ke Rumah

kisah nelayan rembang bertahan hidup di tengah laut

©YouTube/Musyafa Musa

Oleh kapal penolong itu, Mukhlisin dititipkan di Dermaga Karimunjawa, Jepara. Ia kemudian dijemput oleh keluarga dan tiba di Sarang, Rembang pada 26 Juni 2021.

Setelah kembali ke Rembang, Mukhlisin banyak menghabiskan waktu untuk istirahat di rumah. Ia yang sudah lama bekerja sebagai nelayan sebenarnya masih trauma atas kejadian itu. Namun ia berjanji tetap akan melaut lagi karena sudah sebagai mata pencahariannya untuk menghidupi keluarga.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP