Rumah Pompa Tidak Bekerja Optimal, Begini Cara Pemkot Semarang Tangani Banjir Kaligawe

Wali Kota Semarang minta keseriusan BBWS Pemali Juana dalam menangani banjir Semarang.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Rumah Pompa Tidak Bekerja Optimal, Begini Cara Pemkot Semarang Tangani Banjir Kaligawe
Rumah Pompa Tidak Bekerja Optimal, Begini Cara Pemkot Semarang Tangani Banjir Kaligawe (Merdeka.com)

Wali Kota Semarang minta keseriusan BBWS Pemali Juana dalam menangani banjir Semarang.

Musim hujan baru dimulai, namun Kota Semarang sudah kewalahan menghadapi banjir. Banjir terjadi di daerah Kaligawe dan sebagian Genuk.

Sebenarnya kota itu punya dua rumah pompa untuk menyedot air yang menggenang.

Tapi faktanya dua rumah pompa, satu di Sungai Tenggang dan satunya lagi di Sungai Sringin tidak beroperasi secara optimal.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari enam pompa di Sungai Tenggang hanya tiga yang beroperasi. Sedangkan di Sungai Sringin dari lima pompa hanya satu pompa yang bisa beroperasi. 
Lantas bagaimana cara Pemkot Semarang menangani permasalahan banjir di Kaligawe dan Genuk?

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui bahwa hujan deras yang terjadi pada Selasa (14/11) malam membuat wilayah Jalan Kaligawe dan beberapa wilayah Genuk tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi mulai dari setinggi mata kaki hingga lutut.

“Saya cek Kali Tenggang ini pompa hanya nyala tiga dari enam dan itupun tidak maksimal. Yang tiga lainnya alasannya masih perbaikan. Dan di Kali Sringin yang harusnya lima, yang nyala hanya satu.”

kata Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Terkait hal tersebut Ita meminta BBWS Pemali Juana selaku pengelola dua rumah pompa tersebut secara serius memberikan perhatian terhadap masalah banjir di Semarang. Hal ini dikarenakan Pemkot Semarang sudah berupaya keras melakukan berbagai langkah.

“Pemkot Semarang sudah melakukan pengerukan sedimentasi dan Alhamdulillah di PJM Woltermongonsidi sudah tidak tergenang,” kata Ita dikutip dari ANTARA pada Rabu (15/11).

Sementara itu Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengerahkan pompa bergerak untuk mengurangi debit banjir.

Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana untuk mengecek dan melakukan perbaikan pompa rusak, termasuk di rumah-rumah pompa yang lain.

“Kami sudah koordinasikan ke BBWS Pemali Juana. Pompa yang ada sudah bekerja optimal. Sementara yang rusak sudah kami sampaikan ke BBWS untuk segera diperbaiki,” imbuh Endro.

“Kami sudah koordinasikan ke BBWS Pemali Juana. Pompa yang ada sudah bekerja optimal. Sementara yang rusak sudah kami sampaikan ke BBWS untuk segera diperbaiki,” imbuh Endro.
Dok. Istimewa
Rekomendasi