Mengunjungi Kampung Nagog yang Terpencil di Cilacap, Konon Banyak Warganya Tidak Betah Tinggal di Sini

Akses yang sulit membuat warga yang tinggal di sana sulit pergi ke mana-mana

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Mengunjungi Kampung Nagog yang Terpencil di Cilacap, Konon Banyak Warganya Tidak Betah Tinggal di Sini
Mengunjungi Kampung Nagog yang Terpencil di Cilacap, Konon Banyak Warganya Tidak Betah Tinggal di Sini (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di perbatasan antara Kabupaten Cilacap dan Banyumas, tepatnya di Desa Telaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, terdapat sebuah desa terpencil bernama Kampung Nagog.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain terpencil, kampung ini terbilang sepi. Hanya ada 7-9 rumah saja di sini. Konon banyak warga kampung itu yang tidak betah tinggal di sana. Buktinya kini hanya tersisa satu keluarga yang tinggal di sana.

Beberapa waktu lalu, kanal YouTube Tedhong Telu menjelajahi kampung tersebut. Ada dua jalan menuju Kampung Nagog, pertama melewati Desa Sidamulya, Kecamatan Karangpucung, Cilacap, lalu jalan yang kedua melewati Desa Telaga, Kecamatan Gumelar, Banyumas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kedua jalan itu punya kesamaan, yaitu sama-sama sulit dilalui dan sama-sama jauh jarak tempuhnya. Pengunjung harus melewati jalan setapak tanah kurang lebih 1,5 kilometer untuk bisa sampai di Kampung Nagog.

Rumah-rumah di Kampung Nagog berada di sebuah sungai kecil. Untuk bisa sampai ke kampung ini, warga harus menyebrangi sungai itu tanpa ada jembatan penghubung.

Air sungainya sangat jernih, asri, khas kampung-kampung yang berada di pelosok hutan dan pegunungan. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Banyak rumah di Kampung Nagog yang terbengkalai. Di salah satu rumah terbengkalai itu, ada dua buah makam yang menambah kesan horror bagi siapapun yang datang berkunjung.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Walaupun sudah banyak warga yang pergi, keluarga Pak Wartoyo tetap setia memilih tinggal di kampung itu. Pak Wartoyo mengatakan, walau di siang haripun kampung itu tetap menyeramkan.

Ia mengatakan waktu jam 3 siang ia pernah melihat sesosok penampakan berambut panjang yang muncul dari dalam kolam.

“Kalau malam ya paling ada suara-suara saja, kayak suara kunti ketawa, hahahaha, seperti itu,” kata Pak Wartoyo dikutip dari kanal YouTube Jejak Bang Ibra.

Di rumahnya, Pak Wartoyo melakukan berbagai aktivitas usaha seperti beternak ikan lele, bercocok tanam, beternak ayam, mengumpulkan kayu, dan sebagainya.

Pak Wartoyo sendiri baru tinggal 9 tahun di desa itu, menempati rumah warisan milik keluarga istrinya, Sarmini. 

Pak Wartoyo mengatakan, warga di sana mulai meninggalkan kampung tersebut sekitar tahun 2013. Mereka terpaksa pindah karena akses jalannya yang susah. Apalagi mereka harus menyekolahkan anak, bekerja, dan lain sebagainya.

“Walau tak ada orang tinggal di sini, tapi saya tidak takut. Justru pengen tahu,” ujar Pak Wartoyo. 

Rekomendasi