Gunung Lawu Kebakaran, Begini Kondisi Terkini Mbok Yem dan Warungnya

Menjadi pemilik warung tertinggi di Indonesia, begini kondisi Mbok Yem dan warungnya di Gunung Lawu.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Gunung Lawu Kebakaran, Begini Kondisi Terkini Mbok Yem dan Warungnya
Gunung Lawu Kebakaran, Begini Kondisi Terkini Mbok Yem dan Warungnya (Merdeka.com)

Dalam beberapa hari terakhir, kawasan hutan Gunung Lawu dilanda kebakaran. Kebakaran hutan pertama dilaporkan terjadi pada 8 September 2023, kemudian disusul sekitar dua minggu setelahnya, dan terbaru pada Jumat kemarin, 29 September 2023. 

Kebakaran pertama telah melahap sekitar 8 hektare hutan. Sementara kebakaran kedua menghabiskan 3 hektare lahan lainnya di Gunung Lawu petak 39 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul, Bagian Kesatuan Pengelola Hutan (BKPH) Lawu Utara, Jogorogo, Ngawi. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari berbagai unggahan di media sosial, dilaporkan api membesar dan membuat langit di sekitar gunung menyala berwarna merah. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seperti diketahui, di Gunung Lawu itulah Mbok Yem membuka warung dan berjualan pada para pendaki. Lalu seperti apa kondisi Mbok Yem dan warungnya di tengah kebakaran yang melanda Gunung Lawu?

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @explorekabkaranganyar pada Senin (2/9), tampak dalam dokumentasi sebuah video Mbok Yem dalam kondisi selamat.

Selain itu, warungnya juga tidak mengalami kebakaran. 

Video tersebut dikirim oleh rekan-rekan Ubaloka (Unit Bantu Pertolongan Pramuka) Kwarcab Karanganyar, yang melakukan kegiatan kemanusiaan turut serta memadamkan kebakaran di Gunung Lawu. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Alhamdulillah mas, diparingi kuat. Selamat warung e,” kata Mbok Yem dalam rekaman video tersebut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berdasarkan keterangan akun Instagram @lawumountain, warung sebelah Mbok Yem terbakar separuh. 

"Mbok Yem Alhamdulillah sehat wal afiat dan warungnya tidak terbakar. Yang terbakar separoh adalah warung pak Giyar yg berada di dekatnya warung mbok Yem" tulis @lawumountain pada Senin (2/10).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Enggan Turun Gunung

Beredar kabar Mbok Yem turun gunung akibat peristiwa ini. Namun, faktanya Mbok Yem enggan dievakuasi. 

Pemilik warung tertinggi di Indonesia ini dan 3 anggota keluarganya masih berada di puncak Lawu. 

"Informasi  menyebutkan jika warung mbok yem terbakar dan mbok yem sudah dibawa turun gunung itu TIDAK BENAR. Fakta ini diberikan oleh Relawan Gunung Lawu yang langsung merekam kondisinya pada 2 oktober dan meminta keterangan Mbok Yem," 

tulis @antihoaxkaranganyar

Terkait kebakaran hutan di Gunung Lawu, BPBD Jatim akan melakukan operasi pemadaman kebakaran menggunakan metode pengeboman air. Sebelum hal itu dilakukan, mereka akan melakukan pemetaan terlebih dahulu untuk memudahkan upaya pemadaman dari udara.

Air untuk operasi pemadaman itu akan diambil dari Telaga Sarangan dan akan diangkut dengan sarana berkapasitas 1.000 liter sebanyak 50 kali. 

Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah siap mengoperasikan satu helikopter untuk melakukan pengeboman air di Gunung Lawu.

"Insya Allah upaya water boming (pengeboman air) akan dilakukan Selasa pagi sekitar jam 09.00 WIB," kata Gatot.  

Rekomendasi