Qada dan Qadar adalah Takdir dalam Islam, Pahami Perbedaannya

Iman pada qada dan qadar adalah hal penting dalam Islam.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Qada dan Qadar adalah Takdir dalam Islam, Pahami Perbedaannya
Qada dan Qadar adalah Takdir dalam Islam, Pahami Perbedaannya (Merdeka.com)

Iman pada qada dan qadar adalah hal penting dalam Islam.

Dalam agama Islam, kepercayaan kepada takdir adalah hal penting yang perlu dilakukan setiap umat muslim. Takdir merujuk pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk tindakan manusia, sudah ditetapkan dan diatur oleh Allah SWT sejak awal.

Konsep takdir ini mencakup berbagai macam aspek, seperti apa yang akan terjadi, kapan, bagaimana, dan mengapa suatu peristiwa terjadi. Dalam hal ini, Islam membedakan takdir menjadi dua konsep yaitu qada dan qadar. Meski sering diartikan sama, namun qada dan qadar sebenarnya memiliki konsep yang berbeda.

Sebagai salah satu rukun iman yang harus dipercaya, maka penting bagi umat muslim untuk mengetahui lebih jauh tentang qada dan qadar. Mulai dari perbedaan konsep antara qada dan qadar, kewajiban untuk beriman kepada qada dan qadar, manfaat beriman kepada qada dan qadar, hingga cara menghadapi qadarullah dengan sabar.

Ini menjadi hal penting yang perlu dipahami agar menjadi manusia yang lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan. Memahami penjelasan tentang qada dan qadar juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.

Dari berbagai sumber, kami merangkum berbagai penjelasan tentang qada dan qadar adalah sebagai berikut.

Perbedaan Qada dan Qadar

Perbedaan Qada dan Qadar
Dok. Istimewa

Pertama, akan dijelaskan terlebih dahulu perbedaan konsep antara qada dan qadar. Jika dilihat dari kata dan lafal, qada dan qadar memang tampak mirip, namun sebenarnya ini adalah dua konsep yang berbeda.

Meskipun keduanya memang membahas tentang takdir dalam Islam.

Qada adalah putusan Allah mengenai suatu hal yang akan menjadi apa kelak. Sedangkan qadar adalah realisasi atau bentuk nyata dari putusan Allah terhadap manusia sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan kata lain, qada adalah suatu kehendak Allah yang direncanakan, sedangkan qadar adalah bentuk realisasi dari kehendak yang telah ditetapkan Allah.

Sehingga, dapat dipahami bahwa qadar adalah suatu qada yang menjadi kenyataan sesuai dengan kehendak Allah. Dalam hal ini, jelas bahwa Allah memiliki kekuasaan untuk mengatur segala sesuatu, termasuk kehidupan bagi setiap makhluk-Nya.

Kewajiban Iman pada Qada dan Qadar

Kewajiban Iman pada Qada dan Qadar
Dok. Istimewa

Setelah mengetahui perbedaan konsep qada dan qadar, berikutnya akan dijelaskan perintah Islam untuk beriman pada dua hal ini.

Seperti diketahui, Allah telah mewajibkan setiap umat manusia untuk beriman kepada qada dan qadar, atau takdir Allah.

Dalam hal ini, Allah telah menetapkan takdir kehidupan setiap hamba-Nya dengan detail atau rinci. Ada yang mengatakan bahwa Allah menetapkan takdir di lauhul mahfudz 5000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.

Selain itu, ada pula yang menjelaskan bahwa Allah juga menetapkan takdir di waktu lain. Seperti takdir yang ditentukan ketika janin berada di rahim ibunya, takdir tahunan seperti munculnya malam Lailatul Qadar, maupun takdir harian yang ditetapkan setiap harinya.

Dari konsep penetapan takdir tersebut, setiap manusia harus percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berkuasa dalam mengatur segala sesuatu, baik di langit maupun di bumi. Bahwa setiap makhluk, alam, dan lingkungan yang diciptakan memiliki tujuan tertentu, yang dalam prosesnya diatur oleh Allah.

Manfaat Beriman pada Qada dan Qadar

Manfaat Beriman pada Qada dan Qadar
Dok. Istimewa

Setelah mengetahui konsep qada dan qadar serta kewajiban terhadapnya, selanjutnya akan dijelaskan manfaat beriman pada qada dan qadar.

Perlu diketahui, setiap perintah yang diberikan Allah tentu dilakukan agar seorang hamba bisa mendapatkan manfaat kebaikan darinya.

Termasuk perintah untuk beriman kepada qada dan qadar. Manfaat beriman kepada qada dan qadar tidak lain sebagai sarana penghibur ketika ditimpa suatu musibah.

Dengan mengimani qada dan qadar, hati menjadi lebih lapang bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah atas izin Allah SWT.

Dengan begitu, jika terjadi suatu kegagalan atau kesulitan dalam hidup, Anda bisa lebih mudah menerima hal tersebut. Tidak terus menerus menyalahkan keadaan. Karena, pada akhirnya manusia hanya bisa berencana dan berusaha, sedangkan Allah yang menentukan setiap takdir yang terjadi dalam kehidupan.

Iman kepada qada dan qadar juga mengurangi risiko stres, cemas, dan gangguan kesehatan mental lainnya. Dengan melepaskan segala sesuatu di luar kontrol, membuat Anda lebih mudah menjalani kehidupan. Jika saat ini sedang ditimpa musibah, tentu Allah memberikan kemudahan setelahnya. Hal yang tak kalah penting untuk dipercaya, bahwa Allah adalah sebaik-baik penentu takdir bagi setiap hamba-Nya.

Cara Menghadapi Ketetapan Allah

Cara Menghadapi Ketetapan Allah
Dok. Istimewa

Setelah mengetahui manfaat beriman pada qada dan qadar, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara menghadapi ketetapan Allah dengan sabar. Harus diakui, menghadapi segala sesuatu dengan sabar memang bukan suatu hal yang mudah.

Kemampuan untuk sabar pun perlu dilatih setiap waktu dalam berbagai macam keadaan.

Salah satunya dengan percaya kepada qada dan qadar. Di mana setiap umat muslim harus menanamkan dalam hati dan pikiran, bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Kuasa yang mengatur kehidupan. Meskipun manusia masih diberikan hak untuk memilih setiap pilihan dalam kehidupan, namun pada akhirnya Allah yang menentukan takdirnya.

Jika dihadapkan dengan suatu masalah atau musibah, percaya bahwa hal tersebut termasuk takdir yang telah diatur oleh Allah. Bahwa Allah yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui masa depan, sedangkan manusia tidak memiliki kemampuan sedikit pun. Sehingga setiap takdir yang terjadi, Allah sudah menakar dan selalu terdapat kebaikan di dalamnya.

Dengan begitu, hati menjadi lebih ikhlas dalam menerima setiap keadaan. Hati juga lebih sabar, ketika dihadapkan suatu masalah. Kesabaran ini perlu disertai dengan kepercayaan, bahwa sebuah kesabaran akan berbuah baik di kemudian hari, karena Allah akan selalu bersama dan memberikan kebaikan baik orang-orang yang sabar.

Kesimpulannya, berserah diri adalah satu-satunya cara menghadapi ketetapan Allah. Ini adalah sikap di mana seorang hamba menyerahkan segala perkara kepada Allah, sebaik-baik penentu takdir. Dengan usaha, doa, dan tawakal, maka Allah akan menjamin kebaikan dalam hidup seorang hamba-Nya.

Rekomendasi