Niat Ganti Puasa Ramadhan karena Haid, Pahami Aturan Pelaksanaannya

Terdapat hukum mengganti puasa wajib di lain waktu ketika tidak mampu berpuasa selama sebulan penuh.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Niat Ganti Puasa Ramadhan karena Haid, Pahami Aturan Pelaksanaannya
Niat Ganti Puasa Ramadhan karena Haid, Pahami Aturan Pelaksanaannya (Merdeka.com)

Mengganti puasa Ramadhan wajib bagi umat muslim.

Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah wajib yang harus dijalankan oleh umat muslim. Kewajiban ini mulai dijalankan umat muslim setelah memasuki usia balig, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Sebagai ibadah wajib, tentu ada konsekuensi hukum yang harus ditaati ketika tidak dapat melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Salah satunya bagi kaum perempuan yang setiap bulan mempunyai siklus haid, maka terdapat hukum mengganti puasa wajib di lain waktu ketika tidak mampu berpuasa selama sebulan penuh.

Bagi perempuan yang ingin mengganti puasa, penting untuk membaca niat ganti puasa Ramadhan karena haid sebagai salah satu syarat sah. Selain mengetahui bacaan niatnya, Anda juga perlu memahami aturan pelaksanaan yang tepat menurut syariat Islam. Mulai dari aturan mengganti puasa secara berurutan, hukum ketika qadha puasa tertunda sampai Ramadhan berikutnya, hingga aturan jika lupa jumlah puasa yang harus dibayar. Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum bacaan niat ganti puasa Ramadhan dan aturan pelaksanaannya, bisa Anda simak.

Niat Ganti Puasa Ramadhan dan Caranya

Niat Ganti Puasa Ramadhan dan Caranya
Dok. Istimewa

Membaca niat ganti puasa Ramadhan karena haid menjadi salah satu syarat yang harus dilakukan. Mengingat niat menjadi salah satu syarat sah

yang harus dipenuhi ketika hendak mengerjakan suatu ibadah. Menurut aturannya, membaca niat ganti puasa Ramadhan perlu dilakukan di malam hari sebelum tiba waktu subuh. Berbeda dengan niat puasa sunah yang jika lupa, masih boleh dibaca sebelum waktu zuhur. Berikut bacaan niat ganti puasa Ramadhan karena haid yang perlu Anda ketahui: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Apakah Harus Berurutan?

Apakah Harus Berurutan?
Dok. Istimewa

Setelah mengetahui bacaan niat ganti puasa Ramadhan karena haid, berikutnya akan dijelaskan apakah puasa qadha ini harus dilakukan secara berurutan.

Dalam hal ini, terdapat dua perbedaan pendapat. Pendapat pertama, puasa qadha harus dilakukan secara berurutan sesuai jumlah puasa yang harus diganti. Ini karena puasa wajib di bulan Ramadhan juga dilaksanakan secara berturut-turutm sehingga aturan itu pula yang harus dilakukan jika ingin mengganti puasa. Pendapat kedua, mengatakan bahwa puasa qadha tidak harus diganti secara berurutan sebab tidak satu pun dalil yang dengan jelas mengatakan demikian. Menurut Surat Al Baqarah ayat 184m umat muslim hanya wajib mengganti puasa sebanyak jumlah hari yang tinggalkan, tanpa adanya penjelasan tentang pelaksanaan secara berurutan.

Hukum Jika Tertunda hingga Ramadhan Berikutnya

Hukum Jika Tertunda hingga Ramadhan Berikutnya
Dok. Istimewa

Setelah mengetahui bacaan niat puasa Ramadhan karena haid, selanjutnya akan dijelaskan hukum jika qadha puasa tertunda

hingga Ramadhan berikutnya. Menurut aturan, umat muslim perlu segera mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan sebelum masuk ke Ramadhan berikutnya. Namun, jika dengan alasan yang sah seperti sakit atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, hingga akhirnya qadha puasa menjadi tertunda, maka hal ini tidak akan memberikan konsekuensi dosa. Jika kondisi kesehatan sudah memungkinkan maka dianjurkan segera mengganti puasa.

Sedangkan, jika tertundanya qadha puasa karena alasan yang tidak sah seperti sikap gegabah, apatis, dan sengata mengabaikan, maka ini haram hukumnya. Orang yang melakukan ini juga mendapat konsekuensi dosa karena dengan sengaja lalai akan kewajiban.

Aturan Jika Lupa Jumlah Puasa yang Harus Dibayar

Aturan Jika Lupa Jumlah Puasa yang Harus Dibayar
Dok. Istimewa

Setelah mengetahui niat ganti puasa Ramadhan karena haid, terakhir akan dijelaskan aturan jika lupa jumlah puasa yang harus dibayar.

Tentu, ini menjadi masalah yang sering kali terjadi. Dalam hal ini, Islam memberikan solusi bagi umat muslim yang melebihi perkiraan jumlah puasa yang telah ditinggalkan. Misalnya, Anda memperkirakan jumlah puasa yang ditinggalkan 9 hari. Karena tidak begitu yakin, maka bisa menambahkan jumlah hari, baik sehari, dua hari, tiga hari, dan lainnya sesuai dengan pertimbangan pribadi. Sebab, lebih baik kelebihan hari dari pada qadha puasa yang dilakukan kurang dari jumlah yang semestinya.

Jumlah puasa yang lebih juga bisa menambah pahala kebaikan baik siapa saja yang melakukan. Dengan begitu, cara bijak yang bisa dilakukan dengan menambahkan jumlah hari dari yang diperkirakan. Selebihnya, berdoa agar ibadah puasa yang dilakukan bisa diterima oleh Allah sesuai dengan aturan yang diterapkan dalam Islam.

Rekomendasi