Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat mengungkapkan sepanjang November 2022 kemarin, cukup banyak aksi evakuasi sarang tawon yang mereka lakukan.
Ia memperkirakan potensi yang sama akan tetap tinggi hingga puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun hingga awal 2023. Ditambah lagi potensi serangan reptil seperti ular yang jelas-jelas bisa mengancam nyawa.
“Meskipun tawon hewan kecil, tapi bisa cukup membahayakan keselamatan hingga nyawa manusia jika diganggu dan kemudian menyerang,” kata Octo dikutip dari ANTARA pada Selasa (13/12).
Berikut selengkapnya:
Advertisement
Alasan Tawon Bangun Sarang di Rumah Warga
Octo mengatakan, potensi evakuasi sarang tawon saat puncak musim hujan banyak terjadi di bangunan atau bagian tertentu dari rumah warga, bukan di pohon atau area luar ruangan. Menurutnya, hal ini dikarenakan tawon memilih tempat yang lebih terlindung dari hujan dengan alasan lokasinya dianggap lebih aman.
“Biasanya tawon membuat sarang di pohon-pohon besar. Tetapi karena musim hujan dan kondisi lingkungan pemukiman di perkotaan yang minim pohon, maka banyak tawon yang kemudian membuat sarang di rumah warga,” kata Octo.
Advertisement
Aksi Evakuasi Tawon
Octo mengatakan, sarang tawon yang paling banyak dievakuasi adalah jenis tawon vespa affinis atau lebih dikenal sebagai tawon ndas bagi warga lokal.
Warga biasanya langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan evakuasi sarang tawon karena proses evakuasi juga harus dilakukan dengan aman.
Saat melakukan evakuasi, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta mengenakan pakaian khusus sebagai alat pelindung diri.
“Biasanya evakuasi sarang tawon memang dilakukan malam hari. Ini ditunjukkan untuk memastikan seluruh tawon sudah kembali ke sarangnya,” ungkap Octo.
Advertisement
Aksi Penyelamatan Damkar Jogja Tahun 2022
Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, hingga November 2022 ini Damkar Jogja telah melakukan 459 aksi penyelamatan di mana 209 di antaranya merupakan evakuasi sarang tawon.
Aksi penyelamatan yang dilakukan pada Bulan November merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2022 yaitu sebanyak 60 kali, diikuti aksi penyelamatan pada Bulan Januari dengan 58 kali penyelamatan.
Selain evakuasi sarang tawon, potensi evakuasi yang cukup besar pada musim hujan adalah penangkapan ular dan hewan lain termasuk biawak. Sepanjang tahun 2022, sudah ada 83 kali penangkapan ular dan biawak yang masuk ke rumah warga.