Kondisi stres memang menjadi ancaman tersendiri bagi setiap orang. Dalam hal ini, kondisi stres dapat dipicu oleh berbagai macam faktor. Mulai dari banyaknya tugas pekerjaan yang harus diselesaikan, rutinitas harian yang monoton, kondisi hubungan dengan keluarga, teman, maupun pasangan, hingga berbagai faktor pemicu stres lainnya.
Meskipun termasuk kondisi umum yang sering terjadi pada siapa saja, namun stres tidak boleh disepelekan begitu saja. Stres yang tidak dapat diatasi dengan baik dan dibiarkan terlalu lama, akan memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan fisik. Salah satunya berpengaruh bagi kesehatan punggung.
Sebagian dari Anda mungkin mengalami sakit atau nyeri di bagian punggung ketika sedang dalam kondisi stres. Ini termasuk risiko bahaya stres yang perlu diwaspadai. Jika dibiarkan begitu saja, maka kondisi stres dapat membuat otot tubuh semakin menegang sehingga dapat mengganggu aktivitas keseharian.
Penting bagi Anda untuk memahami seperti apa bahasa stres bagi kesehatan dan berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit punggung terkait stres. Dengan melakukan beberapa cara yang direkomendasikan, Anda bisa mengurangi risiko sakit punggung akibat stres dengan lebih baik. Dilansir dari Verywell Mind, berikut penjelasan bahaya stres bagi kesehatan punggung dan cara mencegahnya, bisa disimak.
Advertisement
Nyeri Punggung Bawah dan Nyeri Panggul Kronis
Bahaya stres bagi kesehatan punggung yang pertama bisa menyebabkan nyeri punggung bagian bawah dan nyeri panggul kronis. Perlu dipahami, saat Anda mengalami stres maka tubuh merespon stres tersebut melalui hormon. Seperti hormon norepinefrin, epinefrin, dan kortisol dilepaskan untuk meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan laju pernapasan.
Selain itu, perubahan hormon ini akan memengaruhi kinerja pupil yang membesar dan produksi keringat yang lebih banyak dari biasanya. Bahkan, stres juga memengaruhi kinerja otot yang menjadi tegang dan kaku.
Respons stres juga sering menyebabkan lonjakan kortisol pada tubuh. Kondisi kortisol yang melonjak ini mengakibatkan berbagai peradangan pada tubuh. Mulai dari gangguan rheumatoid arthritis, fibromyalgia, nyeri punggung bawah kronis, linu panggul, dan nyeri panggul kronis.
Advertisement
Memengaruhi Sistem Saraf
Bahaya stres bagi kesehatan punggung berikutnya dapat mempengaruhi sistem saraf. Stres kronis juga dapat membuat sistem saraf menjadi overdrive. Adalah neuron, sel saraf yang mengendalikan gerakan otot akan terstimulasi secara berlebihan sehingga menimbulkan beberapa gangguan pada tubuh.
Gangguan akibat stimulasi neuron ini seperti otot tubuh berkedut, nyeri pada bagian tubuh, hingga terjadi ketegangan otot yang akan menghambat gerakan tubuh. Lebih parah lagi, bahaya stres bagi kesehatan punggung dapat memberikan risiko tubuh kejang.
Jika dibiarkan begitu saja, tentu bahaya stres bagi kesehatan ini akan memberikan banyak efek buruk bagi tubuh, termasuk fisik dan kesehatan Anda. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik dan rajin berolahraga agar risiko gangguan fisik dapat diminimalisir.
Advertisement
Cara Mencegah Sakit Punggung Akibat Stres
Setelah memahami berbagai bahaya stres bagi kesehatan punggung, terakhir akan dijelaskan hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit punggung akibat stres. Dalam hal ini, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko sakit punggung akibat stres. Mulai dari olahraga teratur, melakukan peregangan, hingga meditasi.
Berikut beberapa cara mencegah sakit punggung akibat stres yang bisa diterapkan:
Berolahraga secara teratur: Lakukan latihan fisik olahraga secara teratur untuk membantu menjaga otot Anda tetap sehat dan kuat. Anda bisa memilih latihan khusus yang dapat membantu memperkuat otot inti dan punggung bagian bawah untuk mencegah nyeri punggung.
Latihan peregangan: Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk sepanjang hari, jadwalkan istirahat reguler untuk melakukan peregangan. Sekedar jalan-jalan di sekitar kantor, atau melakukan gerakan-gerakan peregangan khusus yang dapat membantu meredakan otot tubuh yang tegang.
Makan makanan seimbang: Konsumsi makanan bergizi agar tubuh dalam kondisi optimal untuk melawan stres. Hindari makanan tinggi lemak dan gula tinggi, karena ini dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak dan membuat Anda merasa lebih stres.
Meditasi: Meditasi telah terbukti membantu mengurangi stres dengan baik. Ada beragam metode yang bisa dicoba. Salah satunya dengan mindfulness, yaitu menghentikan apa yang Anda lakukan dan luangkan waktu sejenak untuk memusatkan perhatian pada indera, termasuk apa yang dilihat, dengar, kecap, cium, dan sentuh.