4 Fakta Sejarah Legiun Mangkunegaran, Terinspirasi dari Tentara Napoleon Bonaparte

Legiun Mangkunegaran merupakan suatu kesatuan militer terbaik di Nusantara pada zamannya. Dibentuk oleh Mangkunegara II pada awal abad ke-19, kesatuan militer ini pernah terlibat dalam berbagai misi militer seperti Perang Jawa, Aceh, hingga Perang Dunia II.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
4 Fakta Sejarah Legiun Mangkunegaran, Terinspirasi dari Tentara Napoleon Bonaparte
Legiun Mangkunegaran. ©puromangkunegaran.com

Legiun Mangkunegaran merupakan suatu kesatuan militer terbaik di Nusantara pada zamannya. Kejayaan Legiun Mangkunegaran terlihat dari bangunan kavaleri artileri markas Legiun Mangkunegaran yang berada di sebelah timur Puro Mangkunegaran.

Dibentuk oleh Mangkunegara II pada awal abad ke-19, kesatuan militer Legiun Mangkunegaran selama berdirinya pernah terlibat dalam berbagai misi militer, sebut saja penumpasan bajak laut Bangka, pertempuran Tarakan, Aceh, Perang Jawa, hingga Perang Dunia II.

Pembentukan kesatuan inipun terinspirasi dari pasukan modern Grande Armee, angkatan darat terkuat di dunia saat itu yang dipimpin langsung oleh Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte.

Lalu seperti apa sepak terjang Legiun Mangkunegaran pada masanya? Berikut selengkapnya:

Terinspirasi dari Napoleon Bonaparte

Dikutip dari Puromangkunegaran.com, pembentukan Legiun Mangkunegaran tidak dilepaskan dari tradisi kemiliteran yang diletakkan oleh Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I. Para anggota Legiun Mangkunegara yang pertama-tama adalah mereka yang dulunya berjuang selama belasan tahun bersama Pangeran Sambernyawa.

Saat ia berkuasa sebagai Mangkunegara I, pasukan itu menjadi satuan militer Praja Mangkunegaran. Saat itu, pasukan itu punya 12 kesatuan berpengalaman dengan 22 unit infanteri, kavaleri, dan artileri yang masing-masing kesatuan terdiri dari 44 orang.

Saat Mangkunegara I meninggal dan digantikan oleh Mangkunegara II, Legiun Mangkunegara dibentuk sendiri oleh Mangkunegara II. Pembentukannya sendiri terinspirasi dari pasukan modern Grande Armee pimpinan Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte, yang saat itu merupakan yang terkuat di dunia.

Nama “legiun” juga mengadopsi organisasi militer Prancis yakni legionnaire yang berarti pasukan bala tentara. Tak hanya nama, Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi militer Prancis baik dari hal fisik, persenjataan, taktik, dan organisasi.

Pelatihan Kemiliteran Legiun Mangkunegaran

Dalam melatih para prajuritnya untuk berperang, Legiun Mangkunegaran mengadopsi kurikulum militer Eropa. Oleh karena itu, ia mengundang perwira-perwira militer Belanda, Inggris, dan Prancis yang profesional untuk melatih prajurit Legiun Mangkunegaran.

Saat itu, pasukan elite tersebut dilatih untuk mahir menggunakan berbagai senjata tajam seperti keris dan pedang. Mereka pun juga dilatih untuk menggunakan tombak, sumpit, panah, senjata api, hingga meriam.

Tak hanya itu, pasukan tersebut juga dilatih menggunakan kuda sehingga unsur infanteri, kavaleri, dan artileri tergabung di dalamnya. Selain itu, mereka juga dilatih untuk mampu menghadapi perang jangka panjang maupun perang gerilya.

Punya Pasukan Perempuan

Tak hanya beranggotakan para lelaki, Legiun Mangkunegaran juga punya pasukan perempuan yang terlatih. Selain mahir menggunakan senjata, pasukan perempuan itu juga mahir dalam bernyanyi dan memainkan alat musik. Pasukan ini pun ikut mengawal Mangkunegara dan menyambut tamu kehormatan.

Dari segi berbusana, seragam yang dikenakan merupakan perpaduan budaya Jawa dan barat. Penggunaan senjatanya juga perpaduan antara senjata tradisional seperti keris dan senjata modern seperti senapan. Tak hanya itu, strategi perang pun menggunakan perpaduan antara strategi yang diwariskan Pangeran Sambernyawa dan strategi militer barat.

Legiun Mangkunegaran Setelah Indonesia Merdeka

Setelah Indonesia merdeka, para anggota Legiun Mangkunegaran bergabung dalam laskar-laskar yang kemudian membentuk institusi yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada awal tahun 2000-an tepatnya pada tahun 2010, Legiun Mangkunegara Muda (LMM) dibentuk untuk mewarisi semangat perjuangan dari Pangeran Sambernyawa sebagai agen kebudayaan.

Tak hanya itu, organisasi ini juga dibentuk sebagai wadah bagi para keturunan Mangkunegaran. Pada tahun 2011, organisasi ini dibubarkan dan sebagai gantinya dibentuk organisasi baru dengan nama Garda Mangkunegaran.

Rekomendasi