Sabtu (17/9) menjadi momen penting bagi 110 wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Pandanaran Yogyakarta. Setelah sekian tahun melalui lika-liku dunia perkuliahan yang penuh perjuangan, akhirnya mereka berhak atas gelar sarjana. Bahkan 6 di antara mereka lulus dengan predikat sebagai penghafal 30 jus Alquran.
Para wisuda itu tersebar dari berbagai prodi yaitu: Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 25 orang, Prodi Ilmu Tasawuf (IT) sebanyak 21 orang, Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) sebanyak 38 orang, prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 15 orang, dan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sebanyak 11 orang. Dengan jumlah 110 pada periode ke-6 ini, jumlah wisudawan STAI Sunan Pandanaran terus mengalami peningkatan pada setiap periodenya.
“Wisuda periode ke-6 ini ada 110 wisudawan, wisuda periode ke-5 ada 91 wisudawan. Periode ke-4 ada 76, periode ke-3 ada 47, periode ke-2 ada 47, dan periode pertama ada 30,” terang Ketua STAI Sunan Pandanaran, Dr KH Imaduddin Sukamto.
Advertisement
Pesan Ketua STAI Sunan Pandanaran
Dalam sambutannya, Kiai Imaduddin menyampaikan harapan dan doa agar para lulusannya siap untuk menekuni, memperdalam, serta mengembangkan ilmu masing-masing demi kemaslahatan umat di manapun mereka tinggal. Ia juga berpesan agar menjadi orang yang kuat dan memberi manfaat pada orang lain.
Selain itu, dalam mengabdi demi umat, Kiai Imaduddin berpesan agar jangan khawatir soal rezeki dan terus bertawakal pada Allah SWT.
“Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah melakukan apa pun yang bermanfaat, mohon pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah, juga jangan berkecil hati,” ujarnya.
Advertisement
Definisi Keberhasilan
Dalam sambutannya, Kiai Imaduddin berkata bahwa Sayyidina Ali berpesan bahwa seorang manusia harus berbuat baik kepada siapapun dan jangan meminta-minta selain pada Allah. Ia juga memberi motivasi kepada para wisudawan agar punya semangat tinggi dalam perjuangan di masa depan.
“Orang Berhasil bukanlah orang yang tak pernah gagal. Orang yang berhasil adalah orang yang ketika gagal, lalu bangkit lagi. Gagal bangkit lagi. Gagal bangkit lagi. Sampai benar-benar bangkit,” ujarnya.
Wisuda kali ini dihadiri pengasuh Pesantren Sunan Pandanaran, Dr KH Mu’tashim Billah, dan Ketua Senat Prof. Dr. Gunadi. Hadir juga Wakil Ketua I, Dr. Rima Ronika, Wakil Ketua II Dr. Najmu Tsaqib Ahda, Wakil Ketua III H. Muhammad Nahdhy, M.Pd, para Ketua Program Studi, dosen, wali mahasiswa, dan tamu undangan.