Doa rutin setelah sholat dhuha bisa dilafalkan dan dibaca oleh setiap muslim. Doa rutin setelah sholat dhuha bisa jadi pelengkap ibadah.
Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan ketika matahari terbit hingga terasa panas atau menjelang sholat zuhur. Jumlah rakaat sholat dhuha minimal dua rakaat, sebaiknya dilaksanakan empat rakaat.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha Bahasa Arab Latin Serta Artinya
Melansir dari NU Online, pelaksanaan sholat dhuha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat siang. Dengan kata lain, dianjurkan dilaksanakan seperempat kedua dalam satu hari, atau sekitar pukul sembilan pagi. Dianjurkan membaca doa rutin setelah sholat dhuha usai melaksanakan ibadah.
Membaca doa rutin setelah sholat dhuha ini memiliki banyak keutamaan yang baik untuk setiap muslim. Berikut doa rutin sesudah sholat dhuha dan keutamaannya yang Merdeka.com lansir dari NU Online:
Advertisement
Doa Rutin Setelah Sholat Dhuha
Setelah menunaikan ibadah sholat dhuha, umat muslim dianjurkan untuk membaca dan mengamalkan sejumlah doa. Adapun doa rutin setelah sholat dhuha dan artinya adalah sebagai berikut:
• Membaca istiqhfar sebanyak 33 kali
Astaghfirullahal’ adziim.
Artinya: "Ampunilah aku Ya Allah, Dzat Yang Maha Agung."
• Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali
• Membaca surat Al-Falaw sebanyak 3 kali
• Membaca surat An-Naas sebanyak 3 kali
• Membaca Tasbih sebanyak 33 kali
Subhanallah
Artinya: “Maha Suci Allah.”
• Membaca tahmid sebanyak 33 kali
Alhamdulillah
Artinya: "Allah Dzat yang Maha Besar."
• Membaca Tahlil
Laa ilaaha illallaahu
Artinya:"Tidak ada Tuhan selain Allah."
Setelah membaca dzikir, umat muslim juga dianjurkan untuk mengamalkan doa rutin setelah sholat dhuha. Adapun doa rutin setelah sholat dhuha, yang bisa dibaca adalah sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
"Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal 'ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu'siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba'idan fa qoribhu, bihaqqidhuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita 'ibaadakash shoolihiin."
Artinya :
"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih."
Advertisement
Keutamaan Sholat Dhuha
Bukan Orang yang Lalai
Salah satu keutamaan sholat dhuha, yaitu tak akan dianggap sebagai orang lalai. Maka dari itu, dalam mencari rahmat Allah hendaknya umat muslim senantiasa mengerjakan sholat dhuha agar terlepas dari sifat lengah dan lalai. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis, artinya:
“Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lali,” (HR. Al-Baihaqi dan An Nasa’i)
Diampuni Dosa-dosanya
Keutamaan sholat dhuha selanjutnya, yaitu akan diampuni dosa-dosanya. Siapa pun yang mengerjakan sholat dhuha secara rutin, dosanya akan diampuni oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, artinya:
“Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dicukupkan Urusan di Akhir Siang
Keutamaan lain dari sholat dhuha dijelaskan dalam hadis dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, Ad Darimi).
Mendapat Pahala Haji dan Umrah
Seseorang yang mengerjakan sholat dhuha akan mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umroh. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi).
Sebagai Sedekah
Shalat dhuha juga dapat dijadikan sebagai sedekah. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadis berikut, yang artinya:
"Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at." (HR Muslim).
Keutamaan sholat dhuha berikutnya, yaitu membawa kecukupan rezeki. Setiap muslim yang menunaikan ibadah sunnah ini, akan diberi kecukupan rezeki. Sebagaimana yang tercantum hadis riwayat Ahmad berikut, artinya:
"Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, 'Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu'."