Cara Penjual Al-Qur'an di Makkah saat Tawarkan ke Orang Indonesia, Pakai Bahasa Sunda

Penjual tersebut terlihat berkomunikasi dengan para jemaah asal Indonesia. Sedangkan untuk menarik pembeli, penjual tersebut menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa lokal tanah air.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Cara Penjual Al-Qur'an di Makkah saat Tawarkan ke Orang Indonesia, Pakai Bahasa Sunda
Cara Penjual Alquran di Makkah saat Tawarkan ke Orang Indonesia, Pakai Bahasa Sunda. Tik Tok - rinabilqis

Ketika menunaikan ibadah haji, tak hanya pengalaman spiritual yang dibawa kembali para jemaah. Buah tangan untuk para orang tersayang, tentunya juga tak ketinggalan.

Buah tangan itu bisa dibeli di kota-kota para jemaah menunaikan rukun islam ke-5 itu. Bahkan para pedagang oleh-oleh itu sudah mengerti karakteristik orang Indonesia.

Jadi, para jemaah tak kesulitan untuk bertransaksi dengan para pedagang lokal tersebut. Seperti yang dilakukan oleh pedagang Al-Qur'an yang mengerti bahasa Sunda ini.

Berbahasa Sunda

Seperti informasi yang dilansir dari video yang diunggah di akun TikTok @rinabilqis, penjual tersebut terlihat berkomunikasi dengan para jemaah asal Indonesia. Sedangkan untuk menarik pembeli, penjual tersebut menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa lokal tanah air.

Penjual yang menjajakan dagangannya di jalanan Kota Makkah itu terlihat lancar menggunakan bahasa Sunda. Sehingga para jemaah yang juga fasih berbahasa Sunda akan tertarik dengan penjual tersebut.

"Kadie-kadieu kumaha damang A?" ujar pedagang tersebut daalam video.

Tanya Daerah Asal

Tak hanya sekadar saja, yang mengagetkan, penjual tersebut juga bisa lebih detail dalam mengucapkan kata dalam bahasa Sunda. Seperti kita, penjual tersebut menanyakan daerah asal para jemaah yang berasal dari Indonesia.Kini, momen itu sudah ditonton sebanyak 914 ribu kali lebih penayangan."Timana, orang Jawa bukan? orang Cianjur?," ujar pedagang tersebut.

Respons Warganet

Setelah viral dan menjadi perbincangan, warganet memberikan berbagai tanggapan unik. Dari para warganet yang bangga menjadi orang Sunda karena bahasanya mendunia, sampai warganet yang meresponsnya dengan kocak."sunda emang mendunia," tulis salah satu warganet."ini orang Arab yg punya saham di daerah Puncak bogor," warganet lainnya berkomentar."dia itu mantan kenek bus primajasa jurusan cianjur-mekkah," warganet lain menimpali.

Rekomendasi