Cara Mengatasi Anxiety Disorder, Lengkap Beserta Gejala dan Penyebabnya

Anxiety disorder adalah perasaan cemas menetap atau memburuk hingga akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang yang menderita gangguan mental ini akan merasa gugup dan khawatir secara terus menerus dan berulang.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Cara Mengatasi Anxiety Disorder, Lengkap Beserta Gejala dan Penyebabnya
ilustrasi cemas. ©2012 treatpanicattacknow.com

Anxiety disorder adalah perasaan cemas menetap atau memburuk hingga akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang yang menderita gangguan mental ini akan merasa gugup dan khawatir secara terus menerus dan berulang. Selain itu, penderita juga akan mengalami berbagai gejala fisik, seperti berkeringat, pernapasan cepat atau dangkal dan sulit tidur.

Melansir dari Healthline, seseorang yang mengalami anxiety disorder akan mengalami rasa khawatir yang berlebihan. Biasanya, penderita akan mengalami kondisi ini sepanjang waktu selama minimal 6 bulan. Keluhan dan gejala tersebut, akan menyebabkan gangguan dalam beraktivitas.

Cara mengatasi anxiety disorder perlu diketahui setiap orang. Sebab, jika gangguan ini tidak segara diatasi, akan meningkatkan risiko gangguan mental lainnya. Berikut cara mengatasi anxiety disorder yang merdeka.com lansir dari Healthline:

Gejala Anxiety Disorder

Salah satu gejala anxiety disorder adalah perasaan khawatir yang terus menerus dan memengaruhi kehidupan sehari. Kondisi ini biasanya akan menyebabkan penderita mengalami perubahan perilaku dan sangat mengganggu pikiran. Selain itu, ada beberapa gejala anxiety disorder lainnya, di antaranya sebagai berikut:

• Mengalami gangguan tidur.

• Merasa gelisah, tidak bersemangat, dan merasa tersudut.

• Detak jantung cepat atau dangkal.

• Sering merasa pusing.

• Sulit berkonsentrasi.

• Mudah tersinggung.

• Sering merasa lelah.

Mengenal Penyebab Anxiety Disorder

Penyebab anxiety disorder hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, ada berbagai faktor yang diduga memicu munculnya anxiety disorder, salah satunya adalah memiliki riwayat trauma atau pernah mengalami peristiwa yang membuat stres.

Melansir dari Healthline, stres adalah reaksi tubuh saat seseorang menghadapi ancaman. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami tekanan atau suatu perubahan pikiran yang membuat gugup, marah, tidak bersemangat, dan putus asa. Selain itu, situasi tersebut juga dapat memicu reaksi tubuh, baik secara fisik maupun mental.

Selain memiliki riwayat trauma dan stres, ada beberapa kondisi yang diduga kuat menyebabkan gangguan kecemasan. Berikut beberapa penyebab anxiety disorder yang perlu diwaspadai:

• Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan umum.

• Penggunaan obat-obatan terlarang atau kecanduan minuman keras.

• Gangguan pada sistem saraf.

Cara Mengatasi Anxiety Disorder

Anxiety disorder bisa terjadi pada siapa saja, namun paling sering terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun. Umumnya, penderita tidak bisa menjelaskan kenapa ia merasa cemas atau khawatir yang berlangsung secara terus menerus.

Salah satu cara mengatasi anxiety disorder adalah melakukan terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini dapat membantu penderita agar tidak mengubah suatu pikiran biasa menjadi pikiran yang negatif dan mampu melihatnya secara lebih realistis. Untuk mendapatkan hasil optimal, penderita perlu meluangkan 1 jam setiap minggu untuk menjalani satu sesi terapi CBT selama 3-4 bulan.

Selain itu, ada sejumlah cara mengatasi anxiety disorder lainnya, di antaranya:

Istirahat yang Cukup

Cara mengatasi anxiety disorder yang pertama, yaitu istirahat yang cukup. Dengan mendapatkan tidur yang cukup, maka seseorang dapat siap menjalani hari yang akan datang dan mengurangi resiko kecemasan terjadi.

Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, disarankan bagi orang dewasa untuk tidur 7 hingga 9 jam setiap hari. Selain itu, menghindari penggunaan gadget sebelum tidur juga dapat memperbaiki kualitas tidur menjadi lebih baik.

Meditasi

Salah satu cara mencegah dan mengatasi ciri-ciri stres berat adalah ialah rutin melakukan meditasi. Kegiatan relaksasi ini dapat menumbuhkan pikiran positif dan membangkitkan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Pasalnya, pikiran negatif yang sering muncul dapat menyebabkan seseorang menjadi cemas, stres, bahkan mengalami depresi obsesif.

Oleh karena itu, berpikir positif diperlukan untuk menghindari gangguan mental yang bisa terjadi. Pasalnya, berpikir positif dapat memberi pengaruh baik untuk keadaan psikologis.

Olahraga Teratur

Pepatah pernah mengatakan 'di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat', tampaknya kalimat ini masih relevan hingga saat ini. Seperti halnya dengan gangguan anxiety disorder perlu diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin berolahraga.

Dengan melakukan olahraga setidaknya 2-3 kali dalam seminggu, dianggap efektif untuk menurunkan risiko anxiety disorder. Tentu saja, cara ini harus diimbangi dengan pola makan sehat, seperti makan buah dan sayur-sayuran.

Latihan Pernapasan

Cara mencegah anxiety disorder selanjutnya, yaitu melakukan latihan pernapasan. Pernapasan yang pendek dan cepat sering terjadi saat merasa cemas. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung yang cepat, pusing atau sakit kepala ringan, hingga serangan panik.

Latihan pernapasan yang dalam dan panjang merupakan proses yang disengaja untuk mengambil napas dalam-dalam yang lambat dan merata dapat membantu memulihkan pola pernapasan normal dan mengurangi kecemasan. Dengan melakukan kegiatan ini secara rutin dan teratur, efektif untuk mengatasi anxiety disorder.

Rekomendasi